Wah, sudah lama saya tidak posting blog resep Linux ini. Tapi ggp, mudah2an semua isi postingnya berguna buat pembacanya.
Kali ini mau membahas ketika di Command Line Linux ingin melakukan rename multiple file yang mirip, tapi hanya mengganti beberapa huruf/string dalam nama filenya. Misalnya ada list file:
File - Terserah1.htm
File - Terserah2.htm
File - Terserah3.htm
File - Terserah4.htm
List file tersebut ingin di-rename menjadi:
File.Terserah1.htm
File.Terserah2.htm
File.Terserah3.htm
File.Terserah4.htm
Nah bagaimana melakukannya?
Setelah melalukan pencarian di paman Google, akhirnya menemukan command line yang pas.
Untuk keinginan merubah file di atas bisa dilakukan dengan menjalankan perintah:
# for file in File\ -\ Terserah*; do mv -i "${file}" "${file/File\ \-\ Terserah/File.Terserah}"; done
penjelasan perintah di atas adalah kita mengubah string "File - Terserah" menjadi "File.Terserah".
Begitu saja. Mudah2an berguna.
Baca selengkapnya....
Entah kenapa, kecuali merk Hewlett Packard, produsen2 printer masih mengabaikan para pengguna Linux. Ok, mereka mungkin memang menyediakan driver untuk Linux, tapi langkah2 instalasi driver-nya masih menyulitkan pengguna Linux, terutama pengguna level biasa. Bukan bermaksud menghina ya :).
Di sini aku mau membahas konfigurasi driver printer/scanner bermerk Epson. Terutama printer/scanner Epson yang dikonfigurasi menggunakan koneksi jaringan LAN atau WirelessLAN.
Pertama, download paket2 driver yang diperlukan. Kunjungi situs resmi Epson untuk driver Linux di http://download.ebz.epson.net/dsc/search/01/search/.
Masukkan kata kunci berupa tipe Epson yang dimiliki. Karena aku menggunakan Epson L355, aku memasukkan kata kunci "l355". Tentukan opsi Operating System menjadi "Linux".
Download semua paket yang diperlihatkan, sesuai dengan spesifikasi Linux yang digunakan. Aku menggunakan OpenSUSE 64-bit, jadi yang aku download adalah paket2:
epson-inkjet-printer-201207w-1.0.0-1lsb3.2.x86_64.rpm
iscan-2.29.3-1.usb0.1.ltdl7.x86_64.rpm
iscan-data-1.29.0-2.noarch.rpm
Untuk konfigurasi Printer/Scanner Epson dengan koneksi jaringan LAN/WirelessLAN, aku juga membutuhkan paket plugin network "iscan-network-nt". Karena paket ini tidak muncul di layar driver Epson L355, aku menggunakan paket "iscan-network-nt" milik Epson L555. Caranya dengan kembali melakukan pencarian dengan kata kunci "l555" pada situs di atas.
Kemudian download paket dengan petunjuk "network plugin package" pada kolom "Module Name"-nya. Jangan lupa download yang sesuai spesifikasi Linux yang digunakan. Untuk pengguna OpenSUSE 64-bit, download paket:
iscan-network-nt-1.1.1-1.x86_64.rpm
Setelah semua paket yang diperlukan selesai didownload, lakukan instalasi semua paket2 tersebut. Untuk pengguna OpenSUSE, agar paket2 dependensi juga ikut terinstalasi secara otomatis, bisa menggunakan perintah:
# zypper in *.rpm
Setelah instalasi selesai, edit file /etc/sane.d/epkowa.conf
Beri tanda komentar pada baris yang mengandung kata2 'usb' dan 'scsi' sehingga menjadi:
#usb
#scsi
Masih di file yang sama, cari baris yang bengandung kata 'net' dan ganti baris tersebut menjadi:
net AAA.BBB.CCC.DDD
ganti "AAA.BBB.CCC.DDD" menjadi IP Address dari printer/scanner Epson yang digunakan.
Selanjutnya edit file /etc/sane.d/net.conf
Pada baris terakhir, tambahkan IP Address printer/scanner Epson yang digunakan, menjadi:
AAA.BBB.CCC.DDD
Kemudian edit file /etc/sane.d/dll.conf
Hilangkan tanda komentar '#' pada baris yang mengandung kata "#net", menjadi:
net
Selesai! Sekarang Printer/Scanner Epson sudah bisa digunakan. Bagi pengguna OpenSUSE, jalankan Yast > Scanner untuk mengetes apakah Scanner sudah terdeteksi oleh sistem. Jika tampilan seperti gambar di bawah ini, maka Scanner sudah terdeteksi.

Untuk melakukan scanning, dari command line, kalian tinggal menjalankan perintah:
$ iscan
Atau bisa juga menggunakan aplikasi2 lainnya, misalnya xSane.
Semoga artikel ini membantu. :)
Referensi:
http://lists.opensuse.org/opensuse/2014-04/msg00587.html
Baca selengkapnya....
Bagi pengguna OpenSUSE, akan merasakan keanehan ketika mengupdate browser Chromium ke versi terbaru (versi 34 keatas). Karena, plugin Flash tiba2 tidak dikenali oleh Chromium, tapi masalah yang sama tidak terjadi pada browser Mozilla Firefox. Well, Google memang lagi banyak ulah nih. Mereka sdg membangun framework terpisah utk plugin2 tertentu. Hal ini juga berpengaruh pada plugin Oracle Java, yang hingga kini masih bermasalah di Chromium versi 34 keatas.
Sebelumnya melakukan langkah2 dibawah, pastikan repositori packman sudah ditambahkan ke OpenSUSE kamu.
Caranya, buka YaST, kemudian jalankan Software Repositories.
Klik tombol "+ Add". Pilih "Community Repositories". Lalu klik Next.
Beri cek pada Packman Repository. Kemudian klik Ok.
Sekarang repositori Packman sudah terdaftar.
Hal tersebut juga bisa dilakukan dengan menjalankan command line (sebagai root):
# zypper ar -f http://packman.inode.at/suse/openSUSE_13.1/ packman
Okeh, untuk mengaktifkan plugin Flash di Chromium, kamu tinggal membuka YaST dan menjalankan Software Management.
Kemudian lakukan instalasi paket chromium-pepper-flash.
Hal ini juga bisa dilakukan melalui command line dengan menjalankan (sebagai root):
# zypper in chromium-pepper-flash
Lakukan restart aplikasi Chromium untuk mengaktifkan plugin.
Untuk mengecek apakah plugin Flash sudah aktif, periksa dengan mengetik chrome://plugins/ pada kolom navigasinya. Jika menampilkan seperti gambar diatas, maka plugin sudah aktif.
Semoga berhasil!
Baca selengkapnya....
Akhir2 ini server Yahoo Messenger menolak akses dari Pidgin. Well, sebenarnya hal ini bukan pertama kali, tapi sudah terjadi berkali2. Hal ini dimungkinkan terjadi karena Yahoo memaksakan usernya agar menggunakan aplikasi resmi dari Yahoo. Tapi, masalahnya Yahoo tidak memberikan perhatian kepada komunitas Linux untuk aplikasi Yahoo Messenger, jadi salah siapa tuh!?
Adapun pesan error yang muncul akhir2 ini adalah:
Error reading from login.yahoo.com: Input/output error
Namun, kali ini masalahnya bukan pada server Yahoo, tapi dari Pidgin sendiri. hehehe.
Langkah2 yang harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini sangat simpel, yaitu dengan manjalankan perintah ini (sebagai root):
# chmod 000 /usr/lib64/purple-2/ssl-gnutls.so
atau jika menggunakan Linux 32-bit, jalankan perintah ini (sebagai root):
# chmod 000 /usr/lib/purple-2/ssl-gnutls.so
Sekarang, coba jalankan kembali aplikasi Pidgin dan lakukan login ke Yahoo Messenger. Semoga berhasil :)
Baca selengkapnya....
Salah satu bug pada distro Linux OpenSUSE 13.1 terbaru adalah kejadian logout yg terjadi secara tiba-tiba dan kemudian menampilkan layar login. Pertama, aku pikir ini permasalahan pada driver VGA, namun setelah update, kejadian yg sangat mengganggu ini masih terus terjadi. Lalu bagaimana solusinya?
Pertama, sebagai root, buatlah file: /etc/X11/xorg.conf.d/20-intel.conf
Kemudian, edit isi file itu dengan:
Section "Device"
Identifier "Intel Graphics"
Driver "intel"
Option "AccelMethod" "uxa"
EndSection
Sekarang, restart komputer.
Semoga, kejadian logout tiba-tiba tidak terjadi lagi :)
[English]
One of OpenSUSE 13.1's bug that really bugging me from the beginning is my system suddenly logout and then, out of nowhere, login screen appeared. At first, I thought it's a problem with the video driver, but after few updating, the issue keep happened. So, what the best solution?
First, as superuser root, create file: /etc/X11/xorg.conf.d/20-intel.conf
Then, edit that file and fill it with:
Section "Device"
Identifier "Intel Graphics"
Driver "intel"
Option "AccelMethod" "uxa"
EndSection
Now, restart the computer and the bug will go away... :)
Baca selengkapnya....
Linux itu POWERFUL, beneran!
Akhir2 ini gw mengikuti training di Malaysia dan mereka menggunakan Apple TV sebagai layar presentasi. Secara kebanyakan dari mereka menggunakan laptop Apple untuk mengakses Apple TV tersebut. Dan gw pun bertanya2 (tsaah), masak sih Linux tidak mampu mengakses perangkat ini? tentunya itu adalah pertanyaan retorikal. :)
Sebelumnya, ada hal2 yang perlu dipersiapkan sebelumnya:
1. Pastikan Oracle Java sudah terinstalasi dengan benar. (langkah2nya bisa dibaca di sini)
2. Siapkan IP Address dari perangkat Apple TV
3. Download airplay.jar dari situs: https://code.google.com/p/open-airplay/
Kemudian, setelah semua tersebut siap, untuk mengakses perangkat Apple TV, tinggal membuka Terminal, lalu jalankan perintah:
$ java -jar airplay.jar -h [IP Address] -d
Apabila Apple TV dilengkapi sekuriti, jalankan perintah dengan:
$ java -jar airplay.jar -h [IP Address][:port] [-a password] -d
Perlu diketahui bahwa ini bukan sharing layar AirPlay sejati, tapi merupakan emulasi screenshot dari desktop yg dikirimkan ke perangkat Apple TV sebagai foto. Tapi tetep saja, keren kan!
Kita tunggu saja tool aplikasi AirPlay lainnya yg lebih baik.
referensi:
http://vadim-kirilchuk-linux.blogspot.com/2013/07/share-screen-to-appletv-from-linux.html
Baca selengkapnya....
Sensasi ketika menonton film bisa bikin kita menjadi sedih, senang, gembira, atau sampe tergila-gila. Tapi, nggak lah ya, jangan sampe segitunya. Yang normal-normal aja lah. Trus, sekarang ditambah lagi dengan fitur 3 Dimensi (3D), yg membuat gambar2 di film seakan2 terlihat timbul sehingga memberikan kesan 3 dimensi. Kalo inget kartu2 lebaran jaman dulu yg kalo dibuka langsung menjadi Masjid, nah kira2 begitulah penampilan film 3D ini, cuma jauuuh lebih canggih lagi (ya iyalah!! ngasih contoh kok gak paten).
Hanya saja, untuk menonton film 3D melalui komputer membutuhkan spesifikasi tinggi, terutama pada sisi VGA Card yang harus dilengkapi engine fitur 3D. Belum lagi ditambah dengan kacamata khusus. Sehingga, kebutuhan untuk memutar film 3D melalui komputer terasa mewah.
Tapi, itu dulu. Ternyata sekarang udah tidak lagi (berasa iklan). Software Bino memungkinkan pengguna PC dengan spesifikasi sedang, namun masih mumpuni, untuk memainkan film 3D.
Sebelumnya, bagaimana nih mengetahui bahwa film yg akan kita tonton merupakan untuk format 3D? Hmm, jika kamu pernah mendownload video/film dengan format ada dua gambar yg berdampingan, kanan-kiri atau atas-bawah, maka kemungkinan besar format video/film tersebut diperuntukkan sebagai film 3D. Contohnya bisa dilihat di bawah:
Nah, dengan player video normal, gambar yg dikeluarkan adalah seperti di atas, sehingga akan susah bagi kita untuk menikmatinya. Dengan menggunakan Bino, kedua gambar tersebut dikonversi menjadi berupa video stereoscopic 3D.
Software Bino bisa didownload melalui situs resminya di http://bino3d.org/. Namun, biasanya masing2 distro sudah menyediakan paket Bino dari masing2 repositorinya. Untuk memudahkan, gunakan GUI software center untuk menginstalasi paket Bino seperti Yast di openSUSE atau Synaptics di Ubuntu/Linux Mint.
Untuk memainkan film 3D, tinggal Open File(s) dan pilih file video yg dimaksud. Jika terdapat film subtitle terpisah, maka pilih keduanya: file video dan file subtitlenya secara bersamaan.
Kemudian, pada tampilan filmnya, ubah opsi Input di bagian bawah, menjadi yg sesuai dengan format file videonya. Kalau pada contoh diatas berarti pilih: Left/Right, Half Width.
Pada opsi Output, ubah sesuai dengan kacamata 3D yg digunakan. Kalau menggunakan kacamata 3D seperti dibawah ini, berarti menggunakan Output Red/cyan glasses, full collor.
Sekarang, tinggal duduk manis dan nikmati film 3D.
Jika, ingin lebih seru, tinggal melengkapi dengan kabel penghubung dari komputer ke TV, sehingga TV yg biasa pun disulap menjadi TV 3D. Tidak perlu membeli TV 3D. Asyik kan!?
Catatan:
Screenshoot diatas diambil dari film Wreck it Ralph
Baca selengkapnya....
Jika diperhatikan, akhir2 ini, paket2 Oracle Java (dulu Sun Java) sudah dihapus dari repositori2 distro2 Linux, seperti Ubuntu dan OpenSUSE. Hal ini terjadi karena perbedaan prinsip soal keterbukaan antara komunitas open source dengan pihak Oracle. Sebenarnya di setiap distro Linux sudah tersedia Java versi open (terbuka) yaitu OpenJDK, hanya saja masih banyak program2 Java yg ternyata masih belum kompatibel dengan OpenJDK ini, dan ini yg menjadi kendala. Sehingga, di sini Oracle Java masih dibutuhkan.
Oracle Java bebas untuk di download melalui situs Oracle di: http://www.oracle.com/technetwork/java/javase/downloads/index.html
Pilih versi yg diinginkan dan pilihlah paket tipe TAR.GZ. Di sini saya menggunakan JRE Java SE7u15 dan paket untuk Linux 64-bit. Letakkan hasil download dalam direktori Home Anda.
Selanjutnya sebagai superuser (username: root), lakukan langkah2:
# mkdir /opt/java# cd /opt/java# tar xzvf /home/wiryadi/jre-7u15-linux-x64.tar.gz# ln -s /opt/java/jre1.7.0_15 /opt/java/jre
langkah2 di atas memperlihatkan bahwa kita mengekstrak paket JRE tersebut ke directori /opt/java, sehingga akan muncul directori baru jre1.7.0_15, sehingga menjadi /opt/java/jre1.7.0_15, kemudian, dibuatkan softlink baru yg mengarah ke direktory baru tadi, dan dinamakan sebagai jre. Hal ini sangat berguna jika ingin mengupgrade ke Java versi baru. Karena tinggal mengubah arah softlink ke direktori Java yang baru.
Kemudian lakukan langkah2:
# cd /opt/java/jre/man/man1
# gzip java.1
# gzip javaws.1
# update-alternatives --install /usr/bin/java java /opt/java/jre/bin/java 1 --slave /usr/share/man/man1/java.1.gz java.1.gz /opt/java/jre/man/man1/java.1.gz
# update-alternatives --install /usr/bin/javaws javaws /opt/java/jre/bin/javaws 1 --slave /usr/share/man/man1/javaws.1.gz javaws.1.gz /opt/java/jre/man/man1/javaws.1.gz
lalu jalankan:
# update-alternatives --config java
# update-alternatives --config javaws
dari hasil output kedua perintah di atas, masukkan angka yg pada Path-nya menunjukkan direktori sesuai dengan lokasi instalasi JAVA yg sebelumya sudah dilakukan
kemudian buatlah dua file yg bernama java.sh dan java.csh, dan keduanya berisi
#!/bin/sh
JAVA_HOME=/opt/java/jre
JAVA_ROOT=/opt/java/jre
JRE_HOME=/opt/java/jre
JRE_ROOT=/opt/java/jre
export JAVA_HOME JAVA_ROOT JRE_HOME JRE_ROOT
PATH=$PATH:$JAVA_HOME/bin
export PATH
kemudian simpanlah kedua file tersebut dalam direktori /etc/profile.d/
yg dilakukan pada langkah2 tadi adalah mengkonfigurasi sistem Linux agar mengaktifkan binary Java dan manualnya. kemudian file java.sh dan java.csh itu dibuat karena banyak program2 Java yg masih mencari java melalui variabel environment JAVA_HOME, JRE_HOME dst.
Selanjutnya kita mengkonfigurasi sistem Linux untuk mengaktifkan plugin Java pada aplikasi2 browser
untuk Ubuntu dan Linux Mint 32-bit
# update-alternatives --install /usr/lib/mozilla/plugins/libjavaplugin.so mozilla-javaplugin.so /opt/java/jre/lib/i386/libnpjp2.so 1
untuk Ubuntu dan Linux Mint 64-bit
# update-alternatives --install /usr/lib/mozilla/plugins/libjavaplugin.so mozilla-javaplugin.so /opt/java/jre/lib/amd64/libnpjp2.so 1
untuk openSUSE 32-bit
# update-alternatives --install /usr/lib/browser-plugins/libnpjp2.so mozilla-javaplugin.so /opt/java/jre/lib/i386/libnpjp2.so 1
untuk openSUSE 64-bit
# update-alternatives --install /usr/lib64/browser-plugins/libnpjp2.so mozilla-javaplugin.so /opt/java/jre/lib/amd64/libnpjp2.so 1
Kemudian jalankan perintah
# update-alternatives --config mozilla-javaplugin.so
dari hasil output perintah di atas, masukkan angka yg pada Path-nya menunjukkan direktori sesuai dengan lokasi instalasi JAVA yg sebelumya sudah dilakukan
Terakhir, lakukan reboot.
Oracle Java sudah terinstalasi. Untuk mengetes apakah benar Java sudah terinstalasi dan berfungsi, lakukan percobaan:
1. Menampilkan versi Java
$ java -version
java version "1.7.0_15"
Java(TM) SE Runtime Environment (build 1.7.0_15-b03)
Java HotSpot(TM) 64-Bit Server VM (build 23.7-b01, mixed mode)
2. Tampilkan variabel JAVA
$ echo $JAVA_HOME
/opt/java/jre
3. Untuk plugin browser, dengan mengunjungi situs http://www.java.com/en/download/testjava.jsp
Semoga berhasil.
Baca selengkapnya....
Normalnya, ketika kita melakukan shutdown, komputer desktop/laptop kita akan padam (mati) pada akhirnya. Namun, jika ternyata komputer tidak ikut padam, itu yg jadi masalah.
Agar komputer kita padam pada di akhir proses shutdown, lakukan langkah2:
1. Jalankan program Terminal
1. Edit file /etc/default/grub dengan perintah:
sudo gedit /etc/default/grub
2. Cari baris yg bertuliskan:
GRUB_CMDLINE_LINUX_DEFAULT="quiet splash"
3. Ganti pada baris tersebut menjadi:
GRUB_CMDLINE_LINUX_DEFAULT="quiet splash acpi=force"
4. Simpan file tersebut.
5. Pada program Terminal, jalankan perintah
update-grub
6. Lakukan reboot.
Proses selesai. Sekarang komputer sudah ikut padam pada proses shutdown
Referensi:
http://askubuntu.com/questions/122933/dell-studio-1569-cannot-shutdown-in-ubuntu-11-10-or-12-04
Baca selengkapnya....
Saat ini, beberapa laptop baru dilengkapi dengan VGA card Optimus yg merupakan teknologi dari Nvidia. Pengertian sederhananya, pada laptop2 yg dilengkapi Optimus di dalamnya dilengkapi dua VGA card: Intel dan Nvidia, dengan Intel sebagai VGA default. Namun sayangnya Nvidia masih belum juga merilis driver Optimus untuk mendukung sistem operasi Linux. Makanya gak heran kalo sang pencipta Linux, Linus Torvalds tidak senang dgn support Nvidia yg sangat rendah terhadap Linux.
Karena belum adanya driver VGA Optimus, pengguna Linux bisa menggunakan aplikasi Bumblebee sebagai alternatif. Oke, kita langsung saja. Btw, disini diasumsikan bahwa Linux terkoneksi dengan Internet.
Ubuntu dan Linux Mint
Jalankan program Terminal dan jalankan langkah2:
sudo add-apt-repository ppa:bumblebee/stable
sudo apt-get update
sudo apt-get install bumblebee bumblebee-nvidia linux-headers-generic laptop-mode-tools
Selanjutnya lakukan reboot.
Setelah masuk lagi ke Linux, lakukan pengetesan dengan menjalankan perintah
1. Untuk mengetes driver VGA Intel
glxspheres
2. Untuk mengetes driver Nvidia
optirun glxspheres
Bisa terlihat bahkan jika menggunakan Nvidia, refresh rate-nya lebih tinggi dibandingkan Intel.
Jadi seterusnya jika ingin menjalankan aplikasi dengan menggunakan VGA Nvidia (biasanya terutama aplikasi2 game), gunakan perintah "optirun [aplikasi]", misalnya:
optirun firefox
Troubleshooting
Jika pada proses berikut2nya, apabila ketika menjalankan perintah "optirun" menampilkan output:
wiryadi@kASUS ~ $ optirun glxspheres
[ 1097.642988] [ERROR]The Bumblebee daemon has not been started yet or the socket path /var/run/bumblebee.socket was incorrect.
[ 1097.643067] [ERROR]Could not connect to bumblebee daemon - is it running?
Kemungkinan hal ini dikarenakan service bumblebeed belum aktif. Service tersebut bisa diaktifkan dengan menjalankan perintah:
sudo service bumblebeed start
Kemudian, lakukan testing kembali dengan menjalankan perintah optirun.
Jika masih gagal juga, lakukan langkah2
sudo apt-get install ppa-purge
sudo apt-get purge bbswitch-dkms bumblebee-nvidia
sudo apt-get install --reinstall linux-headers-generic
sudo apt-get install bbswitch-dkms bumblebee-nvidia
Kemudian lakukan reboot. Selanjutnya, aktifkan kembali service bumblebeed sebelum menjalankan perintah "optirun".
openSUSE
Lakukan langkah2:
1. Jakankan YaST, kemudian buka Software Repositories.
2. Pilih Community Repositories, trus NEXT
3. Pilih nVidia Graphics Drivers, kemudian OK
4. Klik OK.
5. Kembali ke tampilan YaST, buka Software Management.
6. Lakukan search dengan kata kunci "nvidia"
7. Instalasi paket-paket: nvidia-computeG02, nvidia-gfxG02-kmp-desktop, dan x11-video-nvidiaG02
8. Lakukan reboot.
9. Setelah openSUSE muncul kembali, jalankan browser dan buka situs http://software.opensuse.org/package/bumblebee
10. Klik pada versi openSUSE yg digunakan, dan klik pada tulisan "Show unstable packages".
11. Pilih paket yg sesuai keinginan di bawahnya, dan klik pada tulisan "1 Click Install"
12. Pada jendela notifikasi, pilih "Open with" YaST 1-Click Install, kemudian OK.
13. Selanjutnya Next hingga proses instalasi selesai.
14. Jalankan program Terminal, dan sebagai user root, jalankan perintah2:
mkdir -p /usr/lib64/nvidia/xorg/modules/updates/extensions
mv /usr/X11R6/lib64/libGL* /usr/lib64/nvidia/
mv /usr/lib64/xorg/modules/updates/extensions/libglx* /usr/lib64/nvidia/xorg/modules/updates/extensions/
mkdir -p /usr/lib/nvidia
mv /usr/X11R6/lib/libGL* /usr/lib/nvidia
15. Lakukan reboot.
Setelah masuk lagi ke Linux, lakukan pengetesan dengan menjalankan perintah
1. Untuk mengetes driver VGA Intel
glxspheres
2. Untuk mengetes driver Nvidia
optirun glxspheres
Jadi seterusnya jika ingin menjalankan aplikasi dengan menggunakan VGA Nvidia (biasanya terutama aplikasi2 game), gunakan perintah "optirun [aplikasi]", misalnya:
optirun firefox
Troubleshooting
Jika pada proses berikut2nya, optirun menampilkan error ketika dijalankan. Biasanya ini terjadi setelah melakukan upgrade kernel atau upgrade driver Nvidia. Maka lakukan kembali langkah ke-14 pada proses di atas, kemudian lakukan reboot. Setelah itu, optirun akan berjalan normal kembali.
Referensi:
https://wiki.ubuntu.com/Bumblebee
http://askubuntu.com/questions/202644/how-to-install-nvidia-optimus-driver-on-ubuntu-12-10
http://forums.opensuse.org/english/get-technical-help-here/how-faq-forums/unreviewed-how-faq/469419-opensuse-12-1-optimus-laptop.html
Baca selengkapnya....
Siapa sih yg saat ini tidak kenal dengan Youtube? Semua pasti kenal dan kebanyakan dari kita sering menonton video-video yg tersedia di Youtube. Saya sendiri sering mencari clip-clip lucu, video clip, atau trailer-trailer di Youtube. Dan setelah itu, video-video yang saya suka, biasanya saya simpan ke harddisk saya, agar bisa ditonton kembali dilain waktu.

Jika yg lain, seringnya menggunakan aplikasi bantuan untuk mendownload video2 dari youtube, saya lebih suka menggunakan command line (perintah baris). soalnya cara ini sangat mudah. gak percaya? yuk kita mulai!
Pertama, buka link Youtube pada video/clip yg ingin kalian download. Sementara video Youtube masih dalam proses streaming, buka aplikasi Terminal. Jalankan perintah:
$ lsof | grep -i flash | grep deleted
pada tampilan outputnya (keluaran) terlihat tulisan, misalnya seperti gambar diatas, yaitu:
plugin-co 3414 4829 wiryadi ....
.......
.......
dari tampilan itu, ingat angka yg pertama. misalnya contoh di atas adalah angka 3414. Dengan bekal angka itu, jalankan perintah
$ cd /proc/3414/fd/
Setelah dari dalam direktori tersebut, lihat isinya dengan menjalankan perintah:
$ ls -l | grep deleted
Keluarannya akan memperlihatkan semacam file link, misalnya dari gambar di atas adalah file 16 yg nge-link ke /tmp/FlashXX5ZxD8L
Nah, file 16 itu lah video Youtube. Copy file 16 tersebut ke direktori lain yg dinginkan, misalnya letakkan ke direktori Home. Jangan lupa tambahkan ekstension FLV ke file tersebut.
Misalnya, dari bernama 16 menjadi 16.flv.
Selesai, proses mendownload video Youtube selesai.
UPDATE:
Untuk cara yang jauh lebih mudah, bisa menggunakan aplikasi Clipgrab. Selain Youtube, Aplikasi ini juga bisa digunakan untuk mendownload video-video dari Vimeo, Dailymotion, dan lain2nya.
Clipgrab yang sudah tersedia diberbagai distro Linux. Informasinya bisa dilihat pada situsnya: http://clipgrab.de/en
Baca selengkapnya....
Konfigurasi USB Modem 3G udah gak sesusah sebelumnya. Bahkan langkah2nya udah gak serumit posting yang udah aku tulis sebelumnya. Jadi, lupakan posting saya yang sebelumnya, sekarang kita lakukan konfigurasinya dengan 2 langkah mudah.
Sebelumnya, setiap distro modern saat ini sudah dilengkapi paket usb_modeswith (atau usb-modeswitch untuk pengguna distro berbasis Debian seperti: Ubuntu, SimplyMEPIS, dan Mint). jadi, besar kemungkinan USB Modem 3G Anda sudah langsung berfungsi di Linux Anda. Namun, jika tidak, Anda bisa melakukan 2 langkah mudah di bawah ini:
Langkah Pertama:
Download paket usb_modeswicth versi terbaru dari situs resminya: http://www.draisberghof.de/usb_modeswitch/. Cari di bagian Download, saat tulisan ini dibuat versi terbarunya adalah usb-modeswitch-1.1.1.tar.bz2. Simpan paket usb-modeswitch di dalam directory Home Anda.
Langkah Kedua:
Buka program Terminal, kemudian jalankan langkah2 perintah:
$ tar xjvf usb-modeswitch-1.1.1.tar.bz2
$ cd usb-modeswitch-1.1.1
$ sudo make install
Nah, sekarang USB Modem 3G Anda sudah bisa dikenali dan berfungsi dengan baik. Sekarang Anda tinggal mengkonfigurasi koneksi Internet Anda. Mudah bukan! Selamat mencoba.
UPDATE:
Versi2 Linux terkini sudah mengikutsertakan usb_modeswitch, sehingga jadi lebih mudah digunakan.
Baca selengkapnya....
Terakhir aku membahas soal WLAN Card Broadcom BCM43xx adalah dengan menggunakan distro openSUSE, kali ini aku membahas bagaimana menginstalasi driver WLAN Card ini pada distro lainnya (Fedora, Mandriva, dll).
Pertama kali, pastikan Anda login sebagai root.
Kemudian yang harus dilakukan adalah menginstalasi paket bcm43-fwcutter (atau b43-fwcutter pada beberapa distro).
Bagaimana memastikan paket ini sudah terinstalasi?
Sebagai user "root", coba pada terminal jalankan perintah "bcm43-fwcutter" atau "b43-fwcutter". contohnya:
# bcm43-fwcutter
bcm43-fwcutter version FWCUTTER_VERSION_
A tool to extract firmware for a Broadcom 43xx device
from a proprietary Broadcom 43xx device driver file.
Usage: bcm43-fwcutter [OPTION] [proprietary-driver-file]
--unsupported Allow working on extractable but unsupported drivers
-l|--list List supported driver versions
-i|--identify Only identify the driver file (don't extract)
-w|--target-dir DIR Extract and write firmware to DIR
-v|--version Print bcm43-fwcutter version
-h|--help Print this help
Example: bcm43-fwcutter -w /lib/firmware wl_apsta.o
to extract the firmware blobs from wl_apsta.o and store
the resulting firmware in /lib/firmware
jika menghasilkan keluaran seperti di atas, maka paket tersebut sudah terinstalasi. Kalau belum, coba instalasi dari DVD/CD instalasi Anda.
Setelah terinstalasi, download paket broadcom-wl-4.80.53.0.tar.bz2. letakkan file tersebut pada direktori Home Anda.
Seusai mendownload paket tersebut, buka program Terminal dan lakukan langkah2:
# tar xjvf broadcom-wl-4.80.53.0.tar.bz2
# bcm43-fwcutter -w /lib/firmware/ broadcom-wl-4.80.53.0/kmod/wl_apsta.o
# bcm43-fwcutter -w /lib/firmware/ broadcom-wl-4.80.53.0/kmod/wl_apsta_mimo.o
Usai menjalankan langkah-langkah tersebut, sekarang konfigurasi WLAN Card Anda, karena langkah-langkah instalasi firmware driver WLAN Card Anda sudah selesai.
Kalau ternyata masih belum berfungsi, coba restart laptop atau desktop Anda untuk berjaga-jaga.
Selamat mencoba!
Baca selengkapnya....
Bagi seorang pemula di Linux, salah satu permasalahan yang selalu dihadapi adalah susahnya menginstalasi software di Linux. Memang menginstalasi program di Linux tidak semuanya semudah Windows. Ketika di Windows, jenis-jenis paket instalasi program biasanya berupa format file EXE atau MSI, dan untuk melakukan instalasi, kita tinggal melakukan klik-2-kali pada program yang ingin diinstalasi dan voila... program sudah terinstalasi.
Sedangkan di Linux, paket instalasi ada berbagai macam, yaitu:
- DEB : dikhususkan untuk pengguna Linux Debian, Mepis, Ubuntu, Kubuntu, Xubuntu, Edubuntu.
- RPM : dikhususkan untuk pengguna Linux Red Hat, Fedora, CentOS, Mandriva, SUSE.
- BIN : untuk semua jenis Linux (proses instalasi tinggal melakukan klik-2-kali).
- RUN : untuk semua jenis Linux (proses instalasi tinggal melakukan klik-2-kali).
- SH : untuk semua jenis Linux (proses instalasi tinggal melakukan klik-2-kali).
- TAR.GZ : paket kode sumber program.
- TAR.BZ2 : paket kode sumber program.
Saya sendiri, walaupun sudah lama berkecimpung di Linux, sempat bingung dengan pesan error ketika menginstalasi opera di Mandriva 2010 ini (lihat gambar di bawah).

Setelah berusaha mencari-cari solusi di Internet dan ternyata belum menemukan jawaban yang memuaskan juga. Akhirnya saya mencoba mendownload kembali paket Opera. Dan ketika melakukan instalasi paket Opera kembali. Dan berhasil!
Dan ternyata permasalah itu timbul karena paket Opera sebelumnya belum terdownload secara penuh. Tentu saja proses instalasi gak akan berhasil. Pyuh!!
Nah, pembahasan instalasi di Linux memang menarik. Pembahasan selanjutnya, saya akan membahas masing-masing format paket di atas.
Semoga membantu.
Baca selengkapnya....
Ubuntu merupakan distro Linux paling popular menurut situs DistroWatch. Dan nama Ubuntu bahkan sudah sangat dikenal, walaupun oleh orang-orang yang belum mencobanya sama sekali. Dan ketika ditanya mengenai Linux, nama Ubuntu bahkan lebih sering disebut pertama kali.
Kehadiran Ubuntu setiap enam (6) bulan sekali dan penamaan versinya ditulis berdasarkan bulan rilisnya, seperti: Ubuntu 8.04 (rilis tahun 2008 bulan 04) dan Ubuntu 9.10 (rilis tahun 2009 bulan 10). Dan seperti hal-hal lainnya, setiap kehadiran versi terbaru, banyak fitur yang ditawarkan, tapi lebih banyak lagi harapan yang diminta penggunanya. Namun, dalam hal ini aku tidak ingin menyebutkan fitur-fitur apa aja yang ditawarkan. Kamu bisa membacanya dari situs-situs lain yang membahas Ubuntu 9.10 ini.
Satu fitur yang (anehnya) hilang dari Ubuntu 9.10 adalah pengenalan modem 3g. Padahal, pada versi sebelumnya, Ubuntu 9.04, modem 3g langsung dikenali dan langsung dapat digunakan untuk koneksi Internet. Walaupun aku rada terganggu dengan notifikasi-notifikasi deteksi modem 3g yang selalu muncul, walaupun padahal sebelumnya sudah dikonfigurasi.
Nah, di versi terbaru ini, modem 3g kembali dikenali sebagai storage USB alias flash disk, bukannya sebagai modem 3g. Agar, modem 3g ini kembali dikenali sebagai modem 3g, kamu bisa melakukan langkah-langkah seperti yang sudah aku bahas pada blog aku sebelumnya.
Btw, kalo ada berita pasti soal BUG ini, akan aku coba bahas di part 2. ;)
Baca selengkapnya....
Sebenarnya sudah lama saya ingin membuat artikel ini, namun karena banyaknya artikel serupa membuat saya menunda-nunda penulisan. karena, menurut saya, buat apa menulis hal yang sama, padahal hal yang sama sudah banyak dibahas di berbagai blog di Internet. Dan salah satu kelebihan blog-blog Indonesia adalah menulis hal-hal yang sama, bahkan hanya mengartikan artikel orang lain, tanpa menuliskan referensi... *sighs*
Sayangnya, modem-modem 3G yang ditawarkan tidak ada, setidaknya hingga tulisan ini dibuat, belum ada operator yang menyertakan panduan penggunaannya di Linux/Unix. INI DISKRIMINASI!!
Nah, proses yang bisa dilakukan:
*Sebelumnya, dalam artikel ini, modem 3G yang saya gunakan adalah ZTE MF622 dari Indosat M2.*
Pastikan sistem Linux Anda sudah terinstalasi paket libusb-devel atau libusb-dev untuk pengguna berbasis Debian (seperti Ubuntu, SimplyMEPIS, Freespire, dll).
Download paket usb_modeswitch melalui situs resminya di http://www.draisberghof.de/usb_modeswitch/ atau download langsung DI SINI
Paket ini berfungsi men-disable fungsi storage pada modem 3G, kemudian mengaktifkan fungsi modem. Pada saat tulisan ini dibuat, versi paket usb_modeswitch yang terbaru adalah usb_modeswitch-0.9.6.
Setelah paket tersebut didownload, melalui Terminal/Command Line, lakukan langkah-langkah:
Masuk ke direktori tempat paket usb_modeswitch didownload, ekstrak paket usb_modeswitch-0.9.6.tar.bz2 dengan:
# tar xjvf usb_modeswitch-0.9.6.tar.bz2
Masuk ke direktori hasil ekstraksi
# cd usb_modeswitch-0.9.6/
Lakukan kompilasi agar binary "usb_modeswitch" sesuai dengan arsitektur sistem Linux yang kita gunakan.
# ./compile.sh
Copy file binary "usb_modeswitch" hasil kompilasi barusan ke direktori /sbin
# cp usb_modeswitch /sbin/
Sekarang, edit file "usb_modeswitch.conf" yang ada di dalam direktori yang sama. Carilah bagian yang sesuai dengan merk dan tipe modem 3G yang Anda gunakan. Misalnya, saya menggunakan ZTE MF622, maka, di dalam file "usb_modeswitch.conf" Anda akan menemukan bagian:
########################################################
# ZTE MF622 (aka "Onda MDC502HS")
#
# Contributor: "andylog"
;DefaultVendor= 0x19d2
;DefaultProduct= 0x2000
;TargetVendor= 0x19d2
;TargetProduct= 0x0002
;MessageEndpoint=0x04
;MessageContent="55534243f8f993882000000080000a85010101180101010101000000000000"
Hilangkan tanda ";" di setiap baris tersebut untuk mengaktifkan modem 3G Anda, sehingga menjadi
########################################################
# ZTE MF622 (aka "Onda MDC502HS")
#
# Contributor: "andylog"
DefaultVendor= 0x19d2
DefaultProduct= 0x2000
TargetVendor= 0x19d2
TargetProduct= 0x0002
MessageEndpoint=0x04
MessageContent="55534243f8f993882000000080000a85010101180101010101000000000000"
Simpan file tersebut, lalu copy file konfigurasi "usb_modeswitch.conf" ke direktori /etc
# cp usb_modeswitch.conf /etc/
Sekarang, buatlah file text yang berisi:
#!/bin/sh
sh -c "sleep 4; /sbin/usb_modeswitch" &
exit 0
Simpan file tersebut dengan nama "mydevice_switch.sh" dan simpan dalam direktori /sbin
Ubah atribut file mydevice_switch.sh tersebut agar bisa dieksekusi dengan perintah:
# chmod +x /sbin/mydevice_switch.sh
Selanjutnya, kembali buat file teks yang berisi:
ACTION!="add", GOTO="ZTE_End"
# Is this the ZeroCD device?
SUBSYSTEM=="usb", SYSFS{idProduct}=="2000",
SYSFS{idVendor}=="19d2", GOTO="ZTE_ZeroCD"
# Is this the actual modem?
SUBSYSTEM=="usb", SYSFS{idProduct}=="0001",
SYSFS{idVendor}=="19d2", GOTO="ZTE_Modem"
LABEL="ZTE_ZeroCD"
# This is the ZeroCD part of the card, remove
# the usb_storage kernel module so
# it does not get treated like a storage device
RUN+="/sbin/mydevice_switch.sh"
LABEL="ZTE_Modem"
# This is the Modem part of the card, let's
# load usbserial with the correct vendor
# and product ID's so we get our usb serial devices
RUN+="/sbin/modprobe usbserial vendor=0x19d2 product=0x0001",
# Make users belonging to the dialout group
# able to use the usb serial devices.
MODE="660", GROUP="dialout"
LABEL="ZTE_End"
Simpan file tersebut dengan nama "15-zte-mf622.rules" dan simpan ke dalam direktori /etc/udev/rules.d.
Atau, jika Anda malas membuat kedua file "mydevice_switch.sh" dan "15-zte-mf622.rules" tersebut, Anda bisa lebih cepat dengan mendonwload [[ FILE zte-mf622.tar.bz2 INI ]].
Setelah file tersebut didownload, dalam direktori yang sama, jalankan perintah:
# tar xjvf zte-mf622.tar.bz2 -C /
Sekarang, kita memasuki tahap terakhir. Yaitu, konfigurasi tool koneksi yang akan digunakan.
Saya sendiri menyukai menggunakan tool koneksi wvdial, karena saya rasa tool ini lebih mudah dan simpel.
Pertama, pastikan paket wvdial sudah terintalasi di sistem Linux Anda. Kemudian, edit file "wvdial.conf" yang terdapat dalam direktori /etc.
Tambahkan pada bagian akhir, baris-baris:
[Dialer im2]
Init1 = ATZ
Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2
Init3 = AT+CGDCONT=1,"IP","indosatm2"
Baud = 460800
Modem Type = USB Modem
Stupid mode = yes
Modem = /dev/ttyUSB0
Phone = *99#
ISDN = 0
Username = XXXXX
Password = YYYYY
*Ganti bagian "XXXXX" dan "YYYYY" sesuai dengan info koneksi Anda. Terakhir, simpan file tersebut.
Dan langkah-langkah proses konfigurasi modem 3G Anda sudah selesai. Sekarang Anda bisa melakukan koneksi dengan memasang modem 3G Anda ke port USB, tunggu hingga 4 detik, hingga lampu indikator modem Anda berkedip, kemudian jalankan perintah:
# wvdial im2
Setelah keluaran seperti pada gambar di bawah ini

Anda sudah siap berselancar di dunia Internet. :)
Baca selengkapnya....
Dikebanyakan varian Linux, khususnya yang free, (wireless) wlan card type Broadcom BCM43xx belum dapat berfungsi dengan baik pada komputer desktop atau laptop. Misalnya pada laptop yang saya gunakan, Dell Vostro 1400. *bukan bermaksud ngiklan, tapi karena saya cuman punya satu laptop dan tipenya Dell Vostro 1400... jadi curhat*
Untuk memungsikan wlan type ini di linux, Anda tinggal melakukan langkah-langkah:
Instalasi paket b43-fwcutter (ada distro yang menamakannya dengan bcm43-fwcutter --seperti pada Fedora). Paket ini bisa diperoleh [[ di sini ]]
Bagi pengguna openSUSE, pastikan paket b43-fwcutter sudah terinstalasi di sistem Anda dengan (Terminal):
# rpm -qa | grep b43-fwcutter
sedangkan pengguna Fedora, pastikan dengan perintah (Terminal):
# rpm -qa | grep bcm43-fwcutter
Gunakan tool-tool manajemen paket, seperti YaST si openSUSE, untuk mempermudah proses paket Anda.
Jika paket tersebut belum terinstalasi, Anda bisa menginstalasinya langsung dari DVD instalasi. Karena, paket "b43-fwcutter" biasanya sudah tersedia di DVD instalasi.
Setelah paket tersebut terinstalasi, sekarang koneksikan komputer Anda ke Internet. Kemudian, dari Terminal, jalankan perintah:
# install_bcm43xx_firmware

Perintah tersebut akan otomatis menginstalasi firmware untuk wlan broadcom 43xx agar bisa berfungsi di Linux.
Sekarang Anda sudah dapat mengkonfigurasi wlan broadcom 43xx Anda.
Baca selengkapnya....
Saya baru saja mencoba OpenSUSE 11.1. Dan hasilnya saya sangat puas dengan distro ini. Soalnya beberapa hal yang saya rasa kurang diversi sebelumnya (OpenSUSE 11.0), di sini sudah diperbaiki. Nah, OpenSUSE merupakan salah satu distro Linux major (baca: besar) dan salah satu distro yang selalu berusaha memberikan yang terbaik buat penggunanya. Tapi, tidak ada produk yang sempurna, karena masih buatan manusia, ya kan?
Nah, salah satu masalah yang sering muncul pada seri-seri distro OpenSUSE adalah hilangnya suara, padahal indikator analyzer suara memperlihatkan ada suara (gambar di bawah memperlihatkan program XMMS yang seakan-akan mengeluarkan suara)
Beberapa solusi banyak di berikan di Internet, dengan keyword "opensuse no sound" melalui paman Google, akan menampilkan banyak solusi.
Saya di sini hanya menampilkan solusi yang mudah, karena tidak semua user nyaman dengan command line, jadi akan saya pandu dengan gambar.
Solusinya:
Buka tool YaST (biasanya melalui Programs -> YaST)
Pada window YaST, pilih tabulasi "Hardware" -> "Sound".
Setelah muncul window Sound Configuration, akan terlihat model soundcard komputer Anda. Klik tombol "Edit" di bagian bawah.
Pada windows selanjutnya, pilih opsi "Use the given board model...", kemudian klik "Edit".
Nah, ini bagian yang butuh trik, karena Anda mesti melakukan "coba-coba". Ada banyak pilihan yang bisa diisikan di sini, yaitu: 3stack, 5stack, 6stack, dell-3stack, laptop-eapd dan lain-lain.
Daftar pilihan model bisa dilihat di situs ==>> Konfigurasi ALSA. (Lihat pada bagian "Module snd-hda-intel").
Saya menggunakan Laptop Dell Vostro 1400, dan model yang berhasil buat Laptop saya adalah dell-3stack (lihat pada gambar).
Nah, setelah mengisi model yang sesuai, klik tombol "Ok", kemudian "Next", kemudian "OK".
Setelah keluar dari windows Sound Configuration, restart OpenSUSE Anda.
Kemudian, coba kembali program audio Anda. Jika masih belum mengeluarkan suara, coba kembali dengan model lain. Model yang saya contohkan di atas adalah model-model yang sering digunakan.
Semoga sukses!
Baca selengkapnya....
Kemunculan Ubuntu 8.04 "Hardy Heron" tentu menggembirakan pada pengguna Ubuntu seluruh dunia. Karena Ubuntu secara default memiliki performa yang lebih baik dibandingkan distro-distro lainnya dan selalu menawarkan hal-hal baru. Selain itu, Ubuntu sangat mudah digunakan. Serius! Terutama proses instalasi, karena hal ini yang biasanya ditakuti oleh pengguna Linux pemula. Karena, salah sedikit dalam proses instalasi, data2 pada partisi lainnya bisa lenyap!! Nah, Ubuntu tampaknya memberikan kemudahan dalam hal ini, jadi pengguna tidak perlu takut.
Nah, walaupun begitu, ada beberapa masalah di Ubuntu. Saya mencoba membahas semuanya, tapi secara bertahap. Kali ini saya ingin membahas mengenai masalah Modem berjenis Conexant HSF yang tidak bisa aktif secara mulus di Ubuntu 8.04. Modem berjenis Conexant biasanya terdapat pada laptop-laptop, misalnya pada laptop yang saya gunakan, yaitu Dell Vostro 1400.
Ok, pertama kali Anda harus terhubung dengan Internet agar memperlancar proses. Kemudian jalankan program "Terminal".
Dari Terminal, jalankan perintah (Pilih "Y" untuk setiap pertanyaan):
apt-get update
apt-get install build-essential linux-source
Sekarang donwload paket alsa-driver untuk mendukung driver modem Conexant HSF dengan meng-klik di [[ SINI ]] atau jalankan perintah:
wget http://www.linuxant.com/alsa-driver/alsa-driver-linuxant_1.0.16.1-1_all.deb
Setelah download selesai, install paket alsa-driver ini dengan:
dpkg -i alsa-driver-linuxant_1.0.16.1-1_all.deb
Kemudian, download paket driver Modem Conexant HSF dengan meng-klik di [[ SINI ]] atau jalankan perintah:
wget http://www.linuxant.com/drivers/hsf/full/archive/hsfmodem-7.68.00.09full/hsfmodem_7.68.00.09full_i386.deb.zip
Lakukan ekstrak file kompressi dengan:
unzip hsfmodem_7.68.00.09full_i386.deb.zip
Sekarang lakukan instalasi paket driver dengan:
dpkg -i hsfmodem_7.68.00.09full_i386.deb
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
UPDATE
Ternyata Dell telah merilis driver modem conexant yang lebih simple, sehingga langkah-langkah yang dilakukan bisa lebih singkat.
Pertama, download drivernya dengan meng-klik di [[ SINI ]] atau dengan menjalankan perintah:
wget http://linux.dell.com/files/ubuntu/hardy/modem-drivers/hsf/hsfmodem_7.68.00.09oem_i386.deb
Kemudian, install drivernya dengan perintah:
dpkg -i hsfmodem_7.68.00.09oem_i386.deb
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Proses instalasi sudah selesai. Restart Ubuntu untuk mengaktifkan modul driver Modem Conexant.
Setelah masuk kembali ke sistem Ubuntu, untuk mengetes apakah modem sudah dapat digunakan, jalankan perintah:
wvdialconf test
jika pada keluaran terakhir terdapat kalimat:
...
Modem configuration written to test.
ttySHSF0
...
Maka, modem sudah aktif. Selamat mencoba!
Baca selengkapnya....
Anda telah meletakkan sebuah file, namun lupa direktori letaknya di mana? Atau Anda ingin cepat menemukan file atau direktori tertentu?
Pertama, tentukan dulu apakah jenis yang dicari, apakah file atau direktori. Kemudian, tentukan kata kunci yang diinginkan.
Misalnya Anda ingin mencari file dengan kata kunci “mp3”, gunakan perintah:
$ find /mnt/data/ -type f -name *mp3*
Karena, perintah find bersifat case sensitif, maka file-file yang mengandung kata MP3, Mp3, atau mP3 tidak akan ditampilkan pada keluaran perintah tersebut.
Untuk mengakali hal-hal yang berbau case-sensitif ini, gunakan regular expression.
Misalnya Anda ingin mencari direktori yang mengandung kata “no”, “NO”, “No”, dan “nO” dalam direktori /mnt/data, Gunakan perintah:
$ find /mnt/data/ -type d -name *[N,n][O,o]*
Jika Anda ingin mencari file yang mengandung kata-kata tersebut, gunakan perintah:
$ find /mnt/data/ -type f -name *[N,n][O,o]*
Jika Anda ingin mencari keduanya, gunakan perintah
$ find /mnt/data/ -name *[N,n][O,o]*
Mudah bukan!
Baca selengkapnya....





