Entah kenapa, kecuali merk Hewlett Packard, produsen2 printer masih mengabaikan para pengguna Linux. Ok, mereka mungkin memang menyediakan driver untuk Linux, tapi langkah2 instalasi driver-nya masih menyulitkan pengguna Linux, terutama pengguna level biasa. Bukan bermaksud menghina ya :).
Di sini aku mau membahas konfigurasi driver printer/scanner bermerk Epson. Terutama printer/scanner Epson yang dikonfigurasi menggunakan koneksi jaringan LAN atau WirelessLAN.
Pertama, download paket2 driver yang diperlukan. Kunjungi situs resmi Epson untuk driver Linux di http://download.ebz.epson.net/dsc/search/01/search/.
Masukkan kata kunci berupa tipe Epson yang dimiliki. Karena aku menggunakan Epson L355, aku memasukkan kata kunci "l355". Tentukan opsi Operating System menjadi "Linux".
Download semua paket yang diperlihatkan, sesuai dengan spesifikasi Linux yang digunakan. Aku menggunakan OpenSUSE 64-bit, jadi yang aku download adalah paket2:
epson-inkjet-printer-201207w-1.0.0-1lsb3.2.x86_64.rpm
iscan-2.29.3-1.usb0.1.ltdl7.x86_64.rpm
iscan-data-1.29.0-2.noarch.rpm
Untuk konfigurasi Printer/Scanner Epson dengan koneksi jaringan LAN/WirelessLAN, aku juga membutuhkan paket plugin network "iscan-network-nt". Karena paket ini tidak muncul di layar driver Epson L355, aku menggunakan paket "iscan-network-nt" milik Epson L555. Caranya dengan kembali melakukan pencarian dengan kata kunci "l555" pada situs di atas.
Kemudian download paket dengan petunjuk "network plugin package" pada kolom "Module Name"-nya. Jangan lupa download yang sesuai spesifikasi Linux yang digunakan. Untuk pengguna OpenSUSE 64-bit, download paket:
iscan-network-nt-1.1.1-1.x86_64.rpm
Setelah semua paket yang diperlukan selesai didownload, lakukan instalasi semua paket2 tersebut. Untuk pengguna OpenSUSE, agar paket2 dependensi juga ikut terinstalasi secara otomatis, bisa menggunakan perintah:
# zypper in *.rpm
Setelah instalasi selesai, edit file /etc/sane.d/epkowa.conf
Beri tanda komentar pada baris yang mengandung kata2 'usb' dan 'scsi' sehingga menjadi:
#usb
#scsi
Masih di file yang sama, cari baris yang bengandung kata 'net' dan ganti baris tersebut menjadi:
net AAA.BBB.CCC.DDD
ganti "AAA.BBB.CCC.DDD" menjadi IP Address dari printer/scanner Epson yang digunakan.
Selanjutnya edit file /etc/sane.d/net.conf
Pada baris terakhir, tambahkan IP Address printer/scanner Epson yang digunakan, menjadi:
AAA.BBB.CCC.DDD
Kemudian edit file /etc/sane.d/dll.conf
Hilangkan tanda komentar '#' pada baris yang mengandung kata "#net", menjadi:
net
Selesai! Sekarang Printer/Scanner Epson sudah bisa digunakan. Bagi pengguna OpenSUSE, jalankan Yast > Scanner untuk mengetes apakah Scanner sudah terdeteksi oleh sistem. Jika tampilan seperti gambar di bawah ini, maka Scanner sudah terdeteksi.

Untuk melakukan scanning, dari command line, kalian tinggal menjalankan perintah:
$ iscan
Atau bisa juga menggunakan aplikasi2 lainnya, misalnya xSane.
Semoga artikel ini membantu. :)
Referensi:
http://lists.opensuse.org/opensuse/2014-04/msg00587.html
Baca selengkapnya....
Bagi pengguna OpenSUSE, akan merasakan keanehan ketika mengupdate browser Chromium ke versi terbaru (versi 34 keatas). Karena, plugin Flash tiba2 tidak dikenali oleh Chromium, tapi masalah yang sama tidak terjadi pada browser Mozilla Firefox. Well, Google memang lagi banyak ulah nih. Mereka sdg membangun framework terpisah utk plugin2 tertentu. Hal ini juga berpengaruh pada plugin Oracle Java, yang hingga kini masih bermasalah di Chromium versi 34 keatas.
Sebelumnya melakukan langkah2 dibawah, pastikan repositori packman sudah ditambahkan ke OpenSUSE kamu.
Caranya, buka YaST, kemudian jalankan Software Repositories.
Klik tombol "+ Add". Pilih "Community Repositories". Lalu klik Next.
Beri cek pada Packman Repository. Kemudian klik Ok.
Sekarang repositori Packman sudah terdaftar.
Hal tersebut juga bisa dilakukan dengan menjalankan command line (sebagai root):
# zypper ar -f http://packman.inode.at/suse/openSUSE_13.1/ packman
Okeh, untuk mengaktifkan plugin Flash di Chromium, kamu tinggal membuka YaST dan menjalankan Software Management.
Kemudian lakukan instalasi paket chromium-pepper-flash.
Hal ini juga bisa dilakukan melalui command line dengan menjalankan (sebagai root):
# zypper in chromium-pepper-flash
Lakukan restart aplikasi Chromium untuk mengaktifkan plugin.
Untuk mengecek apakah plugin Flash sudah aktif, periksa dengan mengetik chrome://plugins/ pada kolom navigasinya. Jika menampilkan seperti gambar diatas, maka plugin sudah aktif.
Semoga berhasil!
Baca selengkapnya....
Akhir2 ini server Yahoo Messenger menolak akses dari Pidgin. Well, sebenarnya hal ini bukan pertama kali, tapi sudah terjadi berkali2. Hal ini dimungkinkan terjadi karena Yahoo memaksakan usernya agar menggunakan aplikasi resmi dari Yahoo. Tapi, masalahnya Yahoo tidak memberikan perhatian kepada komunitas Linux untuk aplikasi Yahoo Messenger, jadi salah siapa tuh!?
Adapun pesan error yang muncul akhir2 ini adalah:
Error reading from login.yahoo.com: Input/output error
Namun, kali ini masalahnya bukan pada server Yahoo, tapi dari Pidgin sendiri. hehehe.
Langkah2 yang harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini sangat simpel, yaitu dengan manjalankan perintah ini (sebagai root):
# chmod 000 /usr/lib64/purple-2/ssl-gnutls.so
atau jika menggunakan Linux 32-bit, jalankan perintah ini (sebagai root):
# chmod 000 /usr/lib/purple-2/ssl-gnutls.so
Sekarang, coba jalankan kembali aplikasi Pidgin dan lakukan login ke Yahoo Messenger. Semoga berhasil :)
Baca selengkapnya....
Salah satu bug pada distro Linux OpenSUSE 13.1 terbaru adalah kejadian logout yg terjadi secara tiba-tiba dan kemudian menampilkan layar login. Pertama, aku pikir ini permasalahan pada driver VGA, namun setelah update, kejadian yg sangat mengganggu ini masih terus terjadi. Lalu bagaimana solusinya?
Pertama, sebagai root, buatlah file: /etc/X11/xorg.conf.d/20-intel.conf
Kemudian, edit isi file itu dengan:
Section "Device"
Identifier "Intel Graphics"
Driver "intel"
Option "AccelMethod" "uxa"
EndSection
Sekarang, restart komputer.
Semoga, kejadian logout tiba-tiba tidak terjadi lagi :)
[English]
One of OpenSUSE 13.1's bug that really bugging me from the beginning is my system suddenly logout and then, out of nowhere, login screen appeared. At first, I thought it's a problem with the video driver, but after few updating, the issue keep happened. So, what the best solution?
First, as superuser root, create file: /etc/X11/xorg.conf.d/20-intel.conf
Then, edit that file and fill it with:
Section "Device"
Identifier "Intel Graphics"
Driver "intel"
Option "AccelMethod" "uxa"
EndSection
Now, restart the computer and the bug will go away... :)
Baca selengkapnya....
Jika diperhatikan, akhir2 ini, paket2 Oracle Java (dulu Sun Java) sudah dihapus dari repositori2 distro2 Linux, seperti Ubuntu dan OpenSUSE. Hal ini terjadi karena perbedaan prinsip soal keterbukaan antara komunitas open source dengan pihak Oracle. Sebenarnya di setiap distro Linux sudah tersedia Java versi open (terbuka) yaitu OpenJDK, hanya saja masih banyak program2 Java yg ternyata masih belum kompatibel dengan OpenJDK ini, dan ini yg menjadi kendala. Sehingga, di sini Oracle Java masih dibutuhkan.
Oracle Java bebas untuk di download melalui situs Oracle di: http://www.oracle.com/technetwork/java/javase/downloads/index.html
Pilih versi yg diinginkan dan pilihlah paket tipe TAR.GZ. Di sini saya menggunakan JRE Java SE7u15 dan paket untuk Linux 64-bit. Letakkan hasil download dalam direktori Home Anda.
Selanjutnya sebagai superuser (username: root), lakukan langkah2:
# mkdir /opt/java# cd /opt/java# tar xzvf /home/wiryadi/jre-7u15-linux-x64.tar.gz# ln -s /opt/java/jre1.7.0_15 /opt/java/jre
langkah2 di atas memperlihatkan bahwa kita mengekstrak paket JRE tersebut ke directori /opt/java, sehingga akan muncul directori baru jre1.7.0_15, sehingga menjadi /opt/java/jre1.7.0_15, kemudian, dibuatkan softlink baru yg mengarah ke direktory baru tadi, dan dinamakan sebagai jre. Hal ini sangat berguna jika ingin mengupgrade ke Java versi baru. Karena tinggal mengubah arah softlink ke direktori Java yang baru.
Kemudian lakukan langkah2:
# cd /opt/java/jre/man/man1
# gzip java.1
# gzip javaws.1
# update-alternatives --install /usr/bin/java java /opt/java/jre/bin/java 1 --slave /usr/share/man/man1/java.1.gz java.1.gz /opt/java/jre/man/man1/java.1.gz
# update-alternatives --install /usr/bin/javaws javaws /opt/java/jre/bin/javaws 1 --slave /usr/share/man/man1/javaws.1.gz javaws.1.gz /opt/java/jre/man/man1/javaws.1.gz
lalu jalankan:
# update-alternatives --config java
# update-alternatives --config javaws
dari hasil output kedua perintah di atas, masukkan angka yg pada Path-nya menunjukkan direktori sesuai dengan lokasi instalasi JAVA yg sebelumya sudah dilakukan
kemudian buatlah dua file yg bernama java.sh dan java.csh, dan keduanya berisi
#!/bin/sh
JAVA_HOME=/opt/java/jre
JAVA_ROOT=/opt/java/jre
JRE_HOME=/opt/java/jre
JRE_ROOT=/opt/java/jre
export JAVA_HOME JAVA_ROOT JRE_HOME JRE_ROOT
PATH=$PATH:$JAVA_HOME/bin
export PATH
kemudian simpanlah kedua file tersebut dalam direktori /etc/profile.d/
yg dilakukan pada langkah2 tadi adalah mengkonfigurasi sistem Linux agar mengaktifkan binary Java dan manualnya. kemudian file java.sh dan java.csh itu dibuat karena banyak program2 Java yg masih mencari java melalui variabel environment JAVA_HOME, JRE_HOME dst.
Selanjutnya kita mengkonfigurasi sistem Linux untuk mengaktifkan plugin Java pada aplikasi2 browser
untuk Ubuntu dan Linux Mint 32-bit
# update-alternatives --install /usr/lib/mozilla/plugins/libjavaplugin.so mozilla-javaplugin.so /opt/java/jre/lib/i386/libnpjp2.so 1
untuk Ubuntu dan Linux Mint 64-bit
# update-alternatives --install /usr/lib/mozilla/plugins/libjavaplugin.so mozilla-javaplugin.so /opt/java/jre/lib/amd64/libnpjp2.so 1
untuk openSUSE 32-bit
# update-alternatives --install /usr/lib/browser-plugins/libnpjp2.so mozilla-javaplugin.so /opt/java/jre/lib/i386/libnpjp2.so 1
untuk openSUSE 64-bit
# update-alternatives --install /usr/lib64/browser-plugins/libnpjp2.so mozilla-javaplugin.so /opt/java/jre/lib/amd64/libnpjp2.so 1
Kemudian jalankan perintah
# update-alternatives --config mozilla-javaplugin.so
dari hasil output perintah di atas, masukkan angka yg pada Path-nya menunjukkan direktori sesuai dengan lokasi instalasi JAVA yg sebelumya sudah dilakukan
Terakhir, lakukan reboot.
Oracle Java sudah terinstalasi. Untuk mengetes apakah benar Java sudah terinstalasi dan berfungsi, lakukan percobaan:
1. Menampilkan versi Java
$ java -version
java version "1.7.0_15"
Java(TM) SE Runtime Environment (build 1.7.0_15-b03)
Java HotSpot(TM) 64-Bit Server VM (build 23.7-b01, mixed mode)
2. Tampilkan variabel JAVA
$ echo $JAVA_HOME
/opt/java/jre
3. Untuk plugin browser, dengan mengunjungi situs http://www.java.com/en/download/testjava.jsp
Semoga berhasil.
Baca selengkapnya....
Normalnya, ketika kita melakukan shutdown, komputer desktop/laptop kita akan padam (mati) pada akhirnya. Namun, jika ternyata komputer tidak ikut padam, itu yg jadi masalah.
Agar komputer kita padam pada di akhir proses shutdown, lakukan langkah2:
1. Jalankan program Terminal
1. Edit file /etc/default/grub dengan perintah:
sudo gedit /etc/default/grub
2. Cari baris yg bertuliskan:
GRUB_CMDLINE_LINUX_DEFAULT="quiet splash"
3. Ganti pada baris tersebut menjadi:
GRUB_CMDLINE_LINUX_DEFAULT="quiet splash acpi=force"
4. Simpan file tersebut.
5. Pada program Terminal, jalankan perintah
update-grub
6. Lakukan reboot.
Proses selesai. Sekarang komputer sudah ikut padam pada proses shutdown
Referensi:
http://askubuntu.com/questions/122933/dell-studio-1569-cannot-shutdown-in-ubuntu-11-10-or-12-04
Baca selengkapnya....
