Pengikut Blog

Showing posts with label opensuse. Show all posts
Showing posts with label opensuse. Show all posts

Entah kenapa, kecuali merk Hewlett Packard, produsen2 printer masih mengabaikan para pengguna Linux. Ok, mereka mungkin memang menyediakan driver untuk Linux, tapi langkah2 instalasi driver-nya masih menyulitkan pengguna Linux, terutama pengguna level biasa. Bukan bermaksud menghina ya :).

Di sini aku mau membahas konfigurasi driver printer/scanner bermerk Epson. Terutama printer/scanner Epson yang dikonfigurasi menggunakan koneksi jaringan LAN atau WirelessLAN.

Pertama, download paket2 driver yang diperlukan. Kunjungi situs resmi Epson untuk driver Linux di http://download.ebz.epson.net/dsc/search/01/search/.

Masukkan kata kunci berupa tipe Epson yang dimiliki. Karena aku menggunakan Epson L355, aku memasukkan kata kunci "l355". Tentukan opsi Operating System menjadi "Linux".

Download semua paket yang diperlihatkan, sesuai dengan spesifikasi Linux yang digunakan. Aku menggunakan OpenSUSE 64-bit, jadi yang aku download adalah paket2:
epson-inkjet-printer-201207w-1.0.0-1lsb3.2.x86_64.rpm
iscan-2.29.3-1.usb0.1.ltdl7.x86_64.rpm
iscan-data-1.29.0-2.noarch.rpm

Untuk konfigurasi Printer/Scanner Epson dengan koneksi jaringan LAN/WirelessLAN, aku juga membutuhkan paket plugin network "iscan-network-nt". Karena paket ini tidak muncul di layar driver Epson L355, aku menggunakan paket "iscan-network-nt" milik Epson L555. Caranya dengan kembali melakukan pencarian dengan kata kunci "l555" pada situs di atas.

Kemudian download paket dengan petunjuk "network plugin package" pada kolom "Module Name"-nya. Jangan lupa download yang sesuai spesifikasi Linux yang digunakan. Untuk pengguna OpenSUSE 64-bit, download paket:
iscan-network-nt-1.1.1-1.x86_64.rpm

Setelah semua paket yang diperlukan selesai didownload, lakukan instalasi semua paket2 tersebut. Untuk pengguna OpenSUSE, agar paket2 dependensi juga ikut terinstalasi secara otomatis, bisa menggunakan perintah:
# zypper in *.rpm

Setelah instalasi selesai, edit file /etc/sane.d/epkowa.conf

Beri tanda komentar pada baris yang mengandung kata2 'usb' dan 'scsi' sehingga menjadi:
#usb
#scsi


Masih di file yang sama, cari baris yang bengandung kata 'net' dan ganti baris tersebut menjadi:
net AAA.BBB.CCC.DDD

ganti "AAA.BBB.CCC.DDD" menjadi IP Address dari printer/scanner Epson yang digunakan.

Selanjutnya edit file /etc/sane.d/net.conf

Pada baris terakhir, tambahkan IP Address printer/scanner Epson yang digunakan, menjadi:
AAA.BBB.CCC.DDD

Kemudian edit file /etc/sane.d/dll.conf

Hilangkan tanda komentar '#' pada baris yang mengandung kata "#net", menjadi:
net

Selesai! Sekarang Printer/Scanner Epson sudah bisa digunakan. Bagi pengguna OpenSUSE, jalankan Yast > Scanner untuk mengetes apakah Scanner sudah terdeteksi oleh sistem. Jika tampilan seperti gambar di bawah ini, maka Scanner sudah terdeteksi.



Untuk melakukan scanning, dari command line, kalian tinggal menjalankan perintah:
$ iscan

Atau bisa juga menggunakan aplikasi2 lainnya, misalnya xSane.

Semoga artikel ini membantu. :)

Referensi:
http://lists.opensuse.org/opensuse/2014-04/msg00587.html

Baca selengkapnya....

, , , , , , , , , , , , , | | edit post

Bagi pengguna OpenSUSE, akan merasakan keanehan ketika mengupdate browser Chromium ke versi terbaru (versi 34 keatas). Karena, plugin Flash tiba2 tidak dikenali oleh Chromium, tapi masalah yang sama tidak terjadi pada browser Mozilla Firefox. Well, Google memang lagi banyak ulah nih. Mereka sdg membangun framework terpisah utk plugin2 tertentu. Hal ini juga berpengaruh pada plugin Oracle Java, yang hingga kini masih bermasalah di Chromium versi 34 keatas.


Sebelumnya melakukan langkah2 dibawah, pastikan repositori packman sudah ditambahkan ke OpenSUSE kamu.

Caranya, buka YaST, kemudian jalankan Software Repositories.

Klik tombol "+ Add". Pilih "Community Repositories". Lalu klik Next.

Beri cek pada Packman Repository. Kemudian klik Ok.

Sekarang repositori Packman sudah terdaftar.

Hal tersebut juga bisa dilakukan dengan menjalankan command line (sebagai root):
# zypper ar -f http://packman.inode.at/suse/openSUSE_13.1/ packman

Okeh, untuk mengaktifkan plugin Flash di Chromium, kamu tinggal membuka YaST dan menjalankan Software Management.

Kemudian lakukan instalasi paket chromium-pepper-flash.

Hal ini juga bisa dilakukan melalui command line dengan menjalankan (sebagai root):
# zypper in chromium-pepper-flash

Lakukan restart aplikasi Chromium untuk mengaktifkan plugin.

Untuk mengecek apakah plugin Flash sudah aktif, periksa dengan mengetik chrome://plugins/ pada kolom navigasinya. Jika menampilkan seperti gambar diatas, maka plugin sudah aktif.

Semoga berhasil!

Baca selengkapnya....

, , , , , , | | edit post

Salah satu bug pada distro Linux OpenSUSE 13.1 terbaru adalah kejadian logout yg terjadi secara tiba-tiba dan kemudian menampilkan layar login. Pertama, aku pikir ini permasalahan pada driver VGA, namun setelah update, kejadian yg sangat mengganggu ini masih terus terjadi. Lalu bagaimana solusinya?

Pertama, sebagai root, buatlah file: /etc/X11/xorg.conf.d/20-intel.conf

Kemudian, edit isi file itu dengan:
Section "Device"
    Identifier "Intel Graphics"
    Driver "intel"
    Option "AccelMethod" "uxa"
EndSection


Sekarang, restart komputer.

Semoga, kejadian logout tiba-tiba tidak terjadi lagi :)

[English]
One of OpenSUSE 13.1's bug that really bugging me from the beginning is my system suddenly logout and then, out of nowhere, login screen appeared. At first, I thought it's a problem with the video driver, but after few updating, the issue keep happened. So, what the best solution?

First, as superuser root, create file: /etc/X11/xorg.conf.d/20-intel.conf

Then, edit that file and fill it with:
Section "Device"
    Identifier "Intel Graphics"
    Driver "intel"
    Option "AccelMethod" "uxa"
EndSection


Now, restart the computer and the bug will go away... :)

Baca selengkapnya....

, , , , , , , | | edit post

Instalasi Oracle Java di Linux

Ditulis oleh kipul 2013/02/27 0 komentar

Jika diperhatikan, akhir2 ini, paket2 Oracle Java (dulu Sun Java) sudah dihapus dari repositori2 distro2 Linux, seperti Ubuntu dan OpenSUSE. Hal ini terjadi karena perbedaan prinsip soal keterbukaan antara komunitas open source dengan pihak Oracle. Sebenarnya di setiap distro Linux sudah tersedia Java versi open (terbuka) yaitu OpenJDK, hanya saja masih banyak program2 Java yg ternyata masih belum kompatibel dengan OpenJDK ini, dan ini yg menjadi kendala. Sehingga, di sini Oracle Java masih dibutuhkan.

Oracle Java bebas untuk di download melalui situs Oracle di: http://www.oracle.com/technetwork/java/javase/downloads/index.html

Pilih versi yg diinginkan dan pilihlah paket tipe TAR.GZ. Di sini saya menggunakan JRE Java SE7u15 dan paket untuk Linux 64-bit. Letakkan hasil download dalam direktori Home Anda.

Selanjutnya sebagai superuser (username: root), lakukan langkah2:
# mkdir /opt/java# cd /opt/javatar xzvf /home/wiryadi/jre-7u15-linux-x64.tar.gzln -s /opt/java/jre1.7.0_15 /opt/java/jre

langkah2 di atas memperlihatkan bahwa kita mengekstrak paket JRE tersebut ke directori /opt/java, sehingga akan muncul directori baru jre1.7.0_15, sehingga menjadi /opt/java/jre1.7.0_15, kemudian, dibuatkan softlink baru yg mengarah ke direktory baru tadi, dan dinamakan sebagai jre. Hal ini sangat berguna jika ingin mengupgrade ke Java versi baru. Karena tinggal mengubah arah softlink ke direktori Java yang baru.

Kemudian lakukan langkah2:
# cd /opt/java/jre/man/man1
# gzip java.1
# gzip javaws.1
# update-alternatives --install /usr/bin/java java /opt/java/jre/bin/java 1 --slave /usr/share/man/man1/java.1.gz java.1.gz /opt/java/jre/man/man1/java.1.gz
# update-alternatives --install /usr/bin/javaws javaws /opt/java/jre/bin/javaws 1 --slave /usr/share/man/man1/javaws.1.gz javaws.1.gz /opt/java/jre/man/man1/javaws.1.gz


lalu jalankan:
# update-alternatives --config java
# update-alternatives --config javaws


dari hasil output kedua perintah di atas, masukkan angka yg pada Path-nya menunjukkan direktori sesuai dengan lokasi instalasi JAVA yg sebelumya sudah dilakukan

kemudian buatlah dua file yg bernama java.sh dan java.csh, dan keduanya berisi
#!/bin/sh
JAVA_HOME=/opt/java/jre
JAVA_ROOT=/opt/java/jre
JRE_HOME=/opt/java/jre
JRE_ROOT=/opt/java/jre
export JAVA_HOME JAVA_ROOT JRE_HOME JRE_ROOT
PATH=$PATH:$JAVA_HOME/bin
export PATH


kemudian simpanlah kedua file tersebut dalam direktori /etc/profile.d/

yg dilakukan pada langkah2 tadi adalah mengkonfigurasi sistem Linux agar mengaktifkan binary Java dan manualnya. kemudian file java.sh dan java.csh itu dibuat karena banyak program2 Java yg masih mencari java melalui variabel environment JAVA_HOME, JRE_HOME dst.

Selanjutnya kita mengkonfigurasi sistem Linux untuk mengaktifkan plugin Java pada aplikasi2 browser

untuk Ubuntu dan Linux Mint 32-bit
# update-alternatives --install /usr/lib/mozilla/plugins/libjavaplugin.so mozilla-javaplugin.so /opt/java/jre/lib/i386/libnpjp2.so 1

untuk Ubuntu dan Linux Mint 64-bit
# update-alternatives --install /usr/lib/mozilla/plugins/libjavaplugin.so mozilla-javaplugin.so /opt/java/jre/lib/amd64/libnpjp2.so 1

untuk openSUSE 32-bit
update-alternatives --install /usr/lib/browser-plugins/libnpjp2.so mozilla-javaplugin.so /opt/java/jre/lib/i386/libnpjp2.so 1

untuk openSUSE 64-bit
update-alternatives --install /usr/lib64/browser-plugins/libnpjp2.so mozilla-javaplugin.so /opt/java/jre/lib/amd64/libnpjp2.so 1

Kemudian jalankan perintah
update-alternatives --config mozilla-javaplugin.so

dari hasil output perintah di atas, masukkan angka yg pada Path-nya menunjukkan direktori sesuai dengan lokasi instalasi JAVA yg sebelumya sudah dilakukan

Terakhir, lakukan reboot.

Oracle Java sudah terinstalasi. Untuk mengetes apakah benar Java sudah terinstalasi dan berfungsi, lakukan percobaan:
1. Menampilkan versi Java
$ java -version
java version "1.7.0_15"
Java(TM) SE Runtime Environment (build 1.7.0_15-b03)
Java HotSpot(TM) 64-Bit Server VM (build 23.7-b01, mixed mode)


2. Tampilkan variabel JAVA
$ echo $JAVA_HOME
/opt/java/jre


3. Untuk plugin browser, dengan mengunjungi situs http://www.java.com/en/download/testjava.jsp

Semoga berhasil.

Baca selengkapnya....

, , , , , , , , , , , , , , , , , , | | edit post

Saat ini, beberapa laptop baru dilengkapi dengan VGA card Optimus yg merupakan teknologi dari Nvidia. Pengertian sederhananya, pada laptop2 yg dilengkapi Optimus di dalamnya dilengkapi dua VGA card: Intel dan Nvidia, dengan Intel sebagai VGA default. Namun sayangnya Nvidia masih belum juga merilis driver Optimus untuk mendukung sistem operasi Linux. Makanya gak heran kalo sang pencipta Linux, Linus Torvalds tidak senang dgn support Nvidia yg sangat rendah terhadap Linux.


Karena belum adanya driver VGA Optimus, pengguna Linux bisa menggunakan aplikasi Bumblebee sebagai alternatif. Oke, kita langsung saja. Btw, disini diasumsikan bahwa Linux terkoneksi dengan Internet.

Ubuntu dan Linux Mint

Jalankan program Terminal dan jalankan langkah2:
sudo add-apt-repository ppa:bumblebee/stable
sudo apt-get update
sudo apt-get install bumblebee bumblebee-nvidia linux-headers-generic laptop-mode-tools


Selanjutnya lakukan reboot.

Setelah masuk lagi ke Linux, lakukan pengetesan dengan menjalankan perintah
1. Untuk mengetes driver VGA Intel
glxspheres

2. Untuk mengetes driver Nvidia
optirun glxspheres

Bisa terlihat bahkan jika menggunakan Nvidia, refresh rate-nya lebih tinggi dibandingkan Intel.

Jadi seterusnya jika ingin menjalankan aplikasi dengan menggunakan VGA Nvidia (biasanya terutama aplikasi2 game), gunakan perintah "optirun [aplikasi]", misalnya:
optirun firefox

Troubleshooting
Jika pada proses berikut2nya, apabila ketika menjalankan perintah "optirun" menampilkan output:
wiryadi@kASUS ~ $ optirun glxspheres
[ 1097.642988] [ERROR]The Bumblebee daemon has not been started yet or the socket path /var/run/bumblebee.socket was incorrect.
[ 1097.643067] [ERROR]Could not connect to bumblebee daemon - is it running?


Kemungkinan hal ini dikarenakan service bumblebeed belum aktif. Service tersebut bisa diaktifkan dengan menjalankan perintah:
sudo service bumblebeed start

Kemudian, lakukan testing kembali dengan menjalankan perintah optirun.

Jika masih gagal juga, lakukan langkah2
sudo apt-get install ppa-purge
sudo apt-get purge bbswitch-dkms bumblebee-nvidia
sudo apt-get install --reinstall linux-headers-generic
sudo apt-get install bbswitch-dkms bumblebee-nvidia


Kemudian lakukan reboot. Selanjutnya, aktifkan kembali service bumblebeed sebelum menjalankan perintah "optirun".


openSUSE

Lakukan langkah2:
1. Jakankan YaST, kemudian buka Software Repositories.
2. Pilih Community Repositories, trus NEXT
3. Pilih nVidia Graphics Drivers, kemudian OK
4. Klik OK.
5. Kembali ke tampilan YaST, buka Software Management.
6. Lakukan search dengan kata kunci "nvidia"
7. Instalasi paket-paket: nvidia-computeG02, nvidia-gfxG02-kmp-desktop, dan x11-video-nvidiaG02
8. Lakukan reboot.
9. Setelah openSUSE muncul kembali, jalankan browser dan buka situs http://software.opensuse.org/package/bumblebee
10. Klik pada versi openSUSE yg digunakan, dan klik pada tulisan "Show unstable packages".
11. Pilih paket yg sesuai keinginan di bawahnya, dan klik pada tulisan "1 Click Install"
12. Pada jendela notifikasi, pilih "Open with" YaST 1-Click Install, kemudian OK.
13. Selanjutnya Next hingga proses instalasi selesai.
14. Jalankan program Terminal, dan sebagai user root, jalankan perintah2:
mkdir -p /usr/lib64/nvidia/xorg/modules/updates/extensions
mv /usr/X11R6/lib64/libGL* /usr/lib64/nvidia/
mv /usr/lib64/xorg/modules/updates/extensions/libglx* /usr/lib64/nvidia/xorg/modules/updates/extensions/
mkdir -p /usr/lib/nvidia
mv /usr/X11R6/lib/libGL* /usr/lib/nvidia


15. Lakukan reboot.

Setelah masuk lagi ke Linux, lakukan pengetesan dengan menjalankan perintah
1. Untuk mengetes driver VGA Intel
glxspheres

2. Untuk mengetes driver Nvidia
optirun glxspheres

Jadi seterusnya jika ingin menjalankan aplikasi dengan menggunakan VGA Nvidia (biasanya terutama aplikasi2 game), gunakan perintah "optirun [aplikasi]", misalnya:
optirun firefox

Troubleshooting
Jika pada proses berikut2nya, optirun menampilkan error ketika dijalankan. Biasanya ini terjadi setelah melakukan upgrade kernel atau upgrade driver Nvidia. Maka lakukan kembali langkah ke-14 pada proses di atas, kemudian lakukan reboot. Setelah itu, optirun akan berjalan normal kembali.

Referensi:
https://wiki.ubuntu.com/Bumblebee
http://askubuntu.com/questions/202644/how-to-install-nvidia-optimus-driver-on-ubuntu-12-10
http://forums.opensuse.org/english/get-technical-help-here/how-faq-forums/unreviewed-how-faq/469419-opensuse-12-1-optimus-laptop.html

Baca selengkapnya....

, , , , , , , , , , , , , | | edit post

Konfigurasi USB Modem 3G udah gak sesusah sebelumnya. Bahkan langkah2nya udah gak serumit posting yang udah aku tulis sebelumnya. Jadi, lupakan posting saya yang sebelumnya, sekarang kita lakukan konfigurasinya dengan 2 langkah mudah.

Sebelumnya, setiap distro modern saat ini sudah dilengkapi paket usb_modeswith (atau usb-modeswitch untuk pengguna distro berbasis Debian seperti: Ubuntu, SimplyMEPIS, dan Mint). jadi, besar kemungkinan USB Modem 3G Anda sudah langsung berfungsi di Linux Anda. Namun, jika tidak, Anda bisa melakukan 2 langkah mudah di bawah ini:

Langkah Pertama:
Download paket usb_modeswicth versi terbaru dari situs resminya: http://www.draisberghof.de/usb_modeswitch/. Cari di bagian Download, saat tulisan ini dibuat versi terbarunya adalah usb-modeswitch-1.1.1.tar.bz2. Simpan paket usb-modeswitch di dalam directory Home Anda.

Langkah Kedua:
Buka program Terminal, kemudian jalankan langkah2 perintah:
$ tar xjvf usb-modeswitch-1.1.1.tar.bz2
$ cd usb-modeswitch-1.1.1
$ sudo make install

Nah, sekarang USB Modem 3G Anda sudah bisa dikenali dan berfungsi dengan baik. Sekarang Anda tinggal mengkonfigurasi koneksi Internet Anda. Mudah bukan! Selamat mencoba.


UPDATE:
Versi2 Linux terkini sudah mengikutsertakan usb_modeswitch, sehingga jadi lebih mudah digunakan.

Baca selengkapnya....

, , , , , , , , , , , , , , | | edit post

Terakhir aku membahas soal WLAN Card Broadcom BCM43xx adalah dengan menggunakan distro openSUSE, kali ini aku membahas bagaimana menginstalasi driver WLAN Card ini pada distro lainnya (Fedora, Mandriva, dll).

Pertama kali, pastikan Anda login sebagai root.

Kemudian yang harus dilakukan adalah menginstalasi paket bcm43-fwcutter (atau b43-fwcutter pada beberapa distro).

Bagaimana memastikan paket ini sudah terinstalasi?

Sebagai user "root", coba pada terminal jalankan perintah "bcm43-fwcutter" atau "b43-fwcutter". contohnya:
# bcm43-fwcutter
bcm43-fwcutter version FWCUTTER_VERSION_

A tool to extract firmware for a Broadcom 43xx device
from a proprietary Broadcom 43xx device driver file.

Usage: bcm43-fwcutter [OPTION] [proprietary-driver-file]
--unsupported Allow working on extractable but unsupported drivers
-l|--list List supported driver versions
-i|--identify Only identify the driver file (don't extract)
-w|--target-dir DIR Extract and write firmware to DIR
-v|--version Print bcm43-fwcutter version
-h|--help Print this help

Example: bcm43-fwcutter -w /lib/firmware wl_apsta.o
to extract the firmware blobs from wl_apsta.o and store
the resulting firmware in /lib/firmware

jika menghasilkan keluaran seperti di atas, maka paket tersebut sudah terinstalasi. Kalau belum, coba instalasi dari DVD/CD instalasi Anda.

Setelah terinstalasi, download paket broadcom-wl-4.80.53.0.tar.bz2. letakkan file tersebut pada direktori Home Anda.

Seusai mendownload paket tersebut, buka program Terminal dan lakukan langkah2:
# tar xjvf broadcom-wl-4.80.53.0.tar.bz2
# bcm43-fwcutter -w /lib/firmware/ broadcom-wl-4.80.53.0/kmod/wl_apsta.o
# bcm43-fwcutter -w /lib/firmware/ broadcom-wl-4.80.53.0/kmod/wl_apsta_mimo.o

Usai menjalankan langkah-langkah tersebut, sekarang konfigurasi WLAN Card Anda, karena langkah-langkah instalasi firmware driver WLAN Card Anda sudah selesai.

Kalau ternyata masih belum berfungsi, coba restart laptop atau desktop Anda untuk berjaga-jaga.

Selamat mencoba!

Baca selengkapnya....

, , , , , , | | edit post

Paket Instalasi di Linux (bagian 1)

Ditulis oleh Wiryadi 2009/11/11 0 komentar

Bagi seorang pemula di Linux, salah satu permasalahan yang selalu dihadapi adalah susahnya menginstalasi software di Linux. Memang menginstalasi program di Linux tidak semuanya semudah Windows. Ketika di Windows, jenis-jenis paket instalasi program biasanya berupa format file EXE atau MSI, dan untuk melakukan instalasi, kita tinggal melakukan klik-2-kali pada program yang ingin diinstalasi dan voila... program sudah terinstalasi.

Sedangkan di Linux, paket instalasi ada berbagai macam, yaitu:
- DEB : dikhususkan untuk pengguna Linux Debian, Mepis, Ubuntu, Kubuntu, Xubuntu, Edubuntu.
- RPM : dikhususkan untuk pengguna Linux Red Hat, Fedora, CentOS, Mandriva, SUSE.
- BIN : untuk semua jenis Linux (proses instalasi tinggal melakukan klik-2-kali).
- RUN : untuk semua jenis Linux (proses instalasi tinggal melakukan klik-2-kali).
- SH : untuk semua jenis Linux (proses instalasi tinggal melakukan klik-2-kali).
- TAR.GZ : paket kode sumber program.
- TAR.BZ2 : paket kode sumber program.

Saya sendiri, walaupun sudah lama berkecimpung di Linux, sempat bingung dengan pesan error ketika menginstalasi opera di Mandriva 2010 ini (lihat gambar di bawah).



Setelah berusaha mencari-cari solusi di Internet dan ternyata belum menemukan jawaban yang memuaskan juga. Akhirnya saya mencoba mendownload kembali paket Opera. Dan ketika melakukan instalasi paket Opera kembali. Dan berhasil!

Dan ternyata permasalah itu timbul karena paket Opera sebelumnya belum terdownload secara penuh. Tentu saja proses instalasi gak akan berhasil. Pyuh!!

Nah, pembahasan instalasi di Linux memang menarik. Pembahasan selanjutnya, saya akan membahas masing-masing format paket di atas.

Semoga membantu.

Baca selengkapnya....

, , , , , , , , , , , | | edit post

Saya baru saja mencoba OpenSUSE 11.1. Dan hasilnya saya sangat puas dengan distro ini. Soalnya beberapa hal yang saya rasa kurang diversi sebelumnya (OpenSUSE 11.0), di sini sudah diperbaiki. Nah, OpenSUSE merupakan salah satu distro Linux major (baca: besar) dan salah satu distro yang selalu berusaha memberikan yang terbaik buat penggunanya. Tapi, tidak ada produk yang sempurna, karena masih buatan manusia, ya kan?
Nah, salah satu masalah yang sering muncul pada seri-seri distro OpenSUSE adalah hilangnya suara, padahal indikator analyzer suara memperlihatkan ada suara (gambar di bawah memperlihatkan program XMMS yang seakan-akan mengeluarkan suara)


Beberapa solusi banyak di berikan di Internet, dengan keyword "opensuse no sound" melalui paman Google, akan menampilkan banyak solusi.

Saya di sini hanya menampilkan solusi yang mudah, karena tidak semua user nyaman dengan command line, jadi akan saya pandu dengan gambar.

Solusinya:

Buka tool YaST (biasanya melalui Programs -> YaST)

Pada window YaST, pilih tabulasi "Hardware" -> "Sound".


Setelah muncul window Sound Configuration, akan terlihat model soundcard komputer Anda. Klik tombol "Edit" di bagian bawah.


Pada windows selanjutnya, pilih opsi "Use the given board model...", kemudian klik "Edit".


Nah, ini bagian yang butuh trik, karena Anda mesti melakukan "coba-coba". Ada banyak pilihan yang bisa diisikan di sini, yaitu: 3stack, 5stack, 6stack, dell-3stack, laptop-eapd dan lain-lain.

Daftar pilihan model bisa dilihat di situs ==>> Konfigurasi ALSA. (Lihat pada bagian "Module snd-hda-intel").

Saya menggunakan Laptop Dell Vostro 1400, dan model yang berhasil buat Laptop saya adalah dell-3stack (lihat pada gambar).

Nah, setelah mengisi model yang sesuai, klik tombol "Ok", kemudian "Next", kemudian "OK".

Setelah keluar dari windows Sound Configuration, restart OpenSUSE Anda.

Kemudian, coba kembali program audio Anda. Jika masih belum mengeluarkan suara, coba kembali dengan model lain. Model yang saya contohkan di atas adalah model-model yang sering digunakan.

Semoga sukses!

Baca selengkapnya....

, , | | edit post

Tentang Penulis

Label

Catatan

Semua tulisan pada blog ini bersifat bebas dan terbuka di bawah lisensi GNU Free Documentation License (FDL).

Semua trademark (logo, nama, sandi, tulisan) yang hadir di blog ini adalah hak milik dari pemiliknya masih-masing.
All trademarks are the property of their respective owners.

Valid HTML 4.01 Transitional

Creative Commons License

IP

Hits

hit counter for blogger

Site Meter