Pengikut Blog

Showing posts with label ubuntu. Show all posts
Showing posts with label ubuntu. Show all posts

Entah kenapa, kecuali merk Hewlett Packard, produsen2 printer masih mengabaikan para pengguna Linux. Ok, mereka mungkin memang menyediakan driver untuk Linux, tapi langkah2 instalasi driver-nya masih menyulitkan pengguna Linux, terutama pengguna level biasa. Bukan bermaksud menghina ya :).

Di sini aku mau membahas konfigurasi driver printer/scanner bermerk Epson. Terutama printer/scanner Epson yang dikonfigurasi menggunakan koneksi jaringan LAN atau WirelessLAN.

Pertama, download paket2 driver yang diperlukan. Kunjungi situs resmi Epson untuk driver Linux di http://download.ebz.epson.net/dsc/search/01/search/.

Masukkan kata kunci berupa tipe Epson yang dimiliki. Karena aku menggunakan Epson L355, aku memasukkan kata kunci "l355". Tentukan opsi Operating System menjadi "Linux".

Download semua paket yang diperlihatkan, sesuai dengan spesifikasi Linux yang digunakan. Aku menggunakan OpenSUSE 64-bit, jadi yang aku download adalah paket2:
epson-inkjet-printer-201207w-1.0.0-1lsb3.2.x86_64.rpm
iscan-2.29.3-1.usb0.1.ltdl7.x86_64.rpm
iscan-data-1.29.0-2.noarch.rpm

Untuk konfigurasi Printer/Scanner Epson dengan koneksi jaringan LAN/WirelessLAN, aku juga membutuhkan paket plugin network "iscan-network-nt". Karena paket ini tidak muncul di layar driver Epson L355, aku menggunakan paket "iscan-network-nt" milik Epson L555. Caranya dengan kembali melakukan pencarian dengan kata kunci "l555" pada situs di atas.

Kemudian download paket dengan petunjuk "network plugin package" pada kolom "Module Name"-nya. Jangan lupa download yang sesuai spesifikasi Linux yang digunakan. Untuk pengguna OpenSUSE 64-bit, download paket:
iscan-network-nt-1.1.1-1.x86_64.rpm

Setelah semua paket yang diperlukan selesai didownload, lakukan instalasi semua paket2 tersebut. Untuk pengguna OpenSUSE, agar paket2 dependensi juga ikut terinstalasi secara otomatis, bisa menggunakan perintah:
# zypper in *.rpm

Setelah instalasi selesai, edit file /etc/sane.d/epkowa.conf

Beri tanda komentar pada baris yang mengandung kata2 'usb' dan 'scsi' sehingga menjadi:
#usb
#scsi


Masih di file yang sama, cari baris yang bengandung kata 'net' dan ganti baris tersebut menjadi:
net AAA.BBB.CCC.DDD

ganti "AAA.BBB.CCC.DDD" menjadi IP Address dari printer/scanner Epson yang digunakan.

Selanjutnya edit file /etc/sane.d/net.conf

Pada baris terakhir, tambahkan IP Address printer/scanner Epson yang digunakan, menjadi:
AAA.BBB.CCC.DDD

Kemudian edit file /etc/sane.d/dll.conf

Hilangkan tanda komentar '#' pada baris yang mengandung kata "#net", menjadi:
net

Selesai! Sekarang Printer/Scanner Epson sudah bisa digunakan. Bagi pengguna OpenSUSE, jalankan Yast > Scanner untuk mengetes apakah Scanner sudah terdeteksi oleh sistem. Jika tampilan seperti gambar di bawah ini, maka Scanner sudah terdeteksi.



Untuk melakukan scanning, dari command line, kalian tinggal menjalankan perintah:
$ iscan

Atau bisa juga menggunakan aplikasi2 lainnya, misalnya xSane.

Semoga artikel ini membantu. :)

Referensi:
http://lists.opensuse.org/opensuse/2014-04/msg00587.html

Baca selengkapnya....

, , , , , , , , , , , , , | | edit post

Instalasi Oracle Java di Linux

Ditulis oleh kipul 2013/02/27 0 komentar

Jika diperhatikan, akhir2 ini, paket2 Oracle Java (dulu Sun Java) sudah dihapus dari repositori2 distro2 Linux, seperti Ubuntu dan OpenSUSE. Hal ini terjadi karena perbedaan prinsip soal keterbukaan antara komunitas open source dengan pihak Oracle. Sebenarnya di setiap distro Linux sudah tersedia Java versi open (terbuka) yaitu OpenJDK, hanya saja masih banyak program2 Java yg ternyata masih belum kompatibel dengan OpenJDK ini, dan ini yg menjadi kendala. Sehingga, di sini Oracle Java masih dibutuhkan.

Oracle Java bebas untuk di download melalui situs Oracle di: http://www.oracle.com/technetwork/java/javase/downloads/index.html

Pilih versi yg diinginkan dan pilihlah paket tipe TAR.GZ. Di sini saya menggunakan JRE Java SE7u15 dan paket untuk Linux 64-bit. Letakkan hasil download dalam direktori Home Anda.

Selanjutnya sebagai superuser (username: root), lakukan langkah2:
# mkdir /opt/java# cd /opt/javatar xzvf /home/wiryadi/jre-7u15-linux-x64.tar.gzln -s /opt/java/jre1.7.0_15 /opt/java/jre

langkah2 di atas memperlihatkan bahwa kita mengekstrak paket JRE tersebut ke directori /opt/java, sehingga akan muncul directori baru jre1.7.0_15, sehingga menjadi /opt/java/jre1.7.0_15, kemudian, dibuatkan softlink baru yg mengarah ke direktory baru tadi, dan dinamakan sebagai jre. Hal ini sangat berguna jika ingin mengupgrade ke Java versi baru. Karena tinggal mengubah arah softlink ke direktori Java yang baru.

Kemudian lakukan langkah2:
# cd /opt/java/jre/man/man1
# gzip java.1
# gzip javaws.1
# update-alternatives --install /usr/bin/java java /opt/java/jre/bin/java 1 --slave /usr/share/man/man1/java.1.gz java.1.gz /opt/java/jre/man/man1/java.1.gz
# update-alternatives --install /usr/bin/javaws javaws /opt/java/jre/bin/javaws 1 --slave /usr/share/man/man1/javaws.1.gz javaws.1.gz /opt/java/jre/man/man1/javaws.1.gz


lalu jalankan:
# update-alternatives --config java
# update-alternatives --config javaws


dari hasil output kedua perintah di atas, masukkan angka yg pada Path-nya menunjukkan direktori sesuai dengan lokasi instalasi JAVA yg sebelumya sudah dilakukan

kemudian buatlah dua file yg bernama java.sh dan java.csh, dan keduanya berisi
#!/bin/sh
JAVA_HOME=/opt/java/jre
JAVA_ROOT=/opt/java/jre
JRE_HOME=/opt/java/jre
JRE_ROOT=/opt/java/jre
export JAVA_HOME JAVA_ROOT JRE_HOME JRE_ROOT
PATH=$PATH:$JAVA_HOME/bin
export PATH


kemudian simpanlah kedua file tersebut dalam direktori /etc/profile.d/

yg dilakukan pada langkah2 tadi adalah mengkonfigurasi sistem Linux agar mengaktifkan binary Java dan manualnya. kemudian file java.sh dan java.csh itu dibuat karena banyak program2 Java yg masih mencari java melalui variabel environment JAVA_HOME, JRE_HOME dst.

Selanjutnya kita mengkonfigurasi sistem Linux untuk mengaktifkan plugin Java pada aplikasi2 browser

untuk Ubuntu dan Linux Mint 32-bit
# update-alternatives --install /usr/lib/mozilla/plugins/libjavaplugin.so mozilla-javaplugin.so /opt/java/jre/lib/i386/libnpjp2.so 1

untuk Ubuntu dan Linux Mint 64-bit
# update-alternatives --install /usr/lib/mozilla/plugins/libjavaplugin.so mozilla-javaplugin.so /opt/java/jre/lib/amd64/libnpjp2.so 1

untuk openSUSE 32-bit
update-alternatives --install /usr/lib/browser-plugins/libnpjp2.so mozilla-javaplugin.so /opt/java/jre/lib/i386/libnpjp2.so 1

untuk openSUSE 64-bit
update-alternatives --install /usr/lib64/browser-plugins/libnpjp2.so mozilla-javaplugin.so /opt/java/jre/lib/amd64/libnpjp2.so 1

Kemudian jalankan perintah
update-alternatives --config mozilla-javaplugin.so

dari hasil output perintah di atas, masukkan angka yg pada Path-nya menunjukkan direktori sesuai dengan lokasi instalasi JAVA yg sebelumya sudah dilakukan

Terakhir, lakukan reboot.

Oracle Java sudah terinstalasi. Untuk mengetes apakah benar Java sudah terinstalasi dan berfungsi, lakukan percobaan:
1. Menampilkan versi Java
$ java -version
java version "1.7.0_15"
Java(TM) SE Runtime Environment (build 1.7.0_15-b03)
Java HotSpot(TM) 64-Bit Server VM (build 23.7-b01, mixed mode)


2. Tampilkan variabel JAVA
$ echo $JAVA_HOME
/opt/java/jre


3. Untuk plugin browser, dengan mengunjungi situs http://www.java.com/en/download/testjava.jsp

Semoga berhasil.

Baca selengkapnya....

, , , , , , , , , , , , , , , , , , | | edit post

Normalnya, ketika kita melakukan shutdown, komputer desktop/laptop kita akan padam (mati) pada akhirnya. Namun, jika ternyata komputer tidak ikut padam, itu yg jadi masalah.

Agar komputer kita padam pada di akhir proses shutdown, lakukan langkah2:
1. Jalankan program Terminal
1. Edit file /etc/default/grub dengan perintah:
sudo gedit /etc/default/grub

2. Cari baris yg bertuliskan:
GRUB_CMDLINE_LINUX_DEFAULT="quiet splash"

3. Ganti pada baris tersebut menjadi:
GRUB_CMDLINE_LINUX_DEFAULT="quiet splash acpi=force"

4. Simpan file tersebut.
5. Pada program Terminal, jalankan perintah
update-grub

6. Lakukan reboot.

Proses selesai. Sekarang komputer sudah ikut padam pada proses shutdown


Referensi:
http://askubuntu.com/questions/122933/dell-studio-1569-cannot-shutdown-in-ubuntu-11-10-or-12-04


Baca selengkapnya....

, , , , , , , | | edit post

Saat ini, beberapa laptop baru dilengkapi dengan VGA card Optimus yg merupakan teknologi dari Nvidia. Pengertian sederhananya, pada laptop2 yg dilengkapi Optimus di dalamnya dilengkapi dua VGA card: Intel dan Nvidia, dengan Intel sebagai VGA default. Namun sayangnya Nvidia masih belum juga merilis driver Optimus untuk mendukung sistem operasi Linux. Makanya gak heran kalo sang pencipta Linux, Linus Torvalds tidak senang dgn support Nvidia yg sangat rendah terhadap Linux.


Karena belum adanya driver VGA Optimus, pengguna Linux bisa menggunakan aplikasi Bumblebee sebagai alternatif. Oke, kita langsung saja. Btw, disini diasumsikan bahwa Linux terkoneksi dengan Internet.

Ubuntu dan Linux Mint

Jalankan program Terminal dan jalankan langkah2:
sudo add-apt-repository ppa:bumblebee/stable
sudo apt-get update
sudo apt-get install bumblebee bumblebee-nvidia linux-headers-generic laptop-mode-tools


Selanjutnya lakukan reboot.

Setelah masuk lagi ke Linux, lakukan pengetesan dengan menjalankan perintah
1. Untuk mengetes driver VGA Intel
glxspheres

2. Untuk mengetes driver Nvidia
optirun glxspheres

Bisa terlihat bahkan jika menggunakan Nvidia, refresh rate-nya lebih tinggi dibandingkan Intel.

Jadi seterusnya jika ingin menjalankan aplikasi dengan menggunakan VGA Nvidia (biasanya terutama aplikasi2 game), gunakan perintah "optirun [aplikasi]", misalnya:
optirun firefox

Troubleshooting
Jika pada proses berikut2nya, apabila ketika menjalankan perintah "optirun" menampilkan output:
wiryadi@kASUS ~ $ optirun glxspheres
[ 1097.642988] [ERROR]The Bumblebee daemon has not been started yet or the socket path /var/run/bumblebee.socket was incorrect.
[ 1097.643067] [ERROR]Could not connect to bumblebee daemon - is it running?


Kemungkinan hal ini dikarenakan service bumblebeed belum aktif. Service tersebut bisa diaktifkan dengan menjalankan perintah:
sudo service bumblebeed start

Kemudian, lakukan testing kembali dengan menjalankan perintah optirun.

Jika masih gagal juga, lakukan langkah2
sudo apt-get install ppa-purge
sudo apt-get purge bbswitch-dkms bumblebee-nvidia
sudo apt-get install --reinstall linux-headers-generic
sudo apt-get install bbswitch-dkms bumblebee-nvidia


Kemudian lakukan reboot. Selanjutnya, aktifkan kembali service bumblebeed sebelum menjalankan perintah "optirun".


openSUSE

Lakukan langkah2:
1. Jakankan YaST, kemudian buka Software Repositories.
2. Pilih Community Repositories, trus NEXT
3. Pilih nVidia Graphics Drivers, kemudian OK
4. Klik OK.
5. Kembali ke tampilan YaST, buka Software Management.
6. Lakukan search dengan kata kunci "nvidia"
7. Instalasi paket-paket: nvidia-computeG02, nvidia-gfxG02-kmp-desktop, dan x11-video-nvidiaG02
8. Lakukan reboot.
9. Setelah openSUSE muncul kembali, jalankan browser dan buka situs http://software.opensuse.org/package/bumblebee
10. Klik pada versi openSUSE yg digunakan, dan klik pada tulisan "Show unstable packages".
11. Pilih paket yg sesuai keinginan di bawahnya, dan klik pada tulisan "1 Click Install"
12. Pada jendela notifikasi, pilih "Open with" YaST 1-Click Install, kemudian OK.
13. Selanjutnya Next hingga proses instalasi selesai.
14. Jalankan program Terminal, dan sebagai user root, jalankan perintah2:
mkdir -p /usr/lib64/nvidia/xorg/modules/updates/extensions
mv /usr/X11R6/lib64/libGL* /usr/lib64/nvidia/
mv /usr/lib64/xorg/modules/updates/extensions/libglx* /usr/lib64/nvidia/xorg/modules/updates/extensions/
mkdir -p /usr/lib/nvidia
mv /usr/X11R6/lib/libGL* /usr/lib/nvidia


15. Lakukan reboot.

Setelah masuk lagi ke Linux, lakukan pengetesan dengan menjalankan perintah
1. Untuk mengetes driver VGA Intel
glxspheres

2. Untuk mengetes driver Nvidia
optirun glxspheres

Jadi seterusnya jika ingin menjalankan aplikasi dengan menggunakan VGA Nvidia (biasanya terutama aplikasi2 game), gunakan perintah "optirun [aplikasi]", misalnya:
optirun firefox

Troubleshooting
Jika pada proses berikut2nya, optirun menampilkan error ketika dijalankan. Biasanya ini terjadi setelah melakukan upgrade kernel atau upgrade driver Nvidia. Maka lakukan kembali langkah ke-14 pada proses di atas, kemudian lakukan reboot. Setelah itu, optirun akan berjalan normal kembali.

Referensi:
https://wiki.ubuntu.com/Bumblebee
http://askubuntu.com/questions/202644/how-to-install-nvidia-optimus-driver-on-ubuntu-12-10
http://forums.opensuse.org/english/get-technical-help-here/how-faq-forums/unreviewed-how-faq/469419-opensuse-12-1-optimus-laptop.html

Baca selengkapnya....

, , , , , , , , , , , , , | | edit post

Konfigurasi USB Modem 3G udah gak sesusah sebelumnya. Bahkan langkah2nya udah gak serumit posting yang udah aku tulis sebelumnya. Jadi, lupakan posting saya yang sebelumnya, sekarang kita lakukan konfigurasinya dengan 2 langkah mudah.

Sebelumnya, setiap distro modern saat ini sudah dilengkapi paket usb_modeswith (atau usb-modeswitch untuk pengguna distro berbasis Debian seperti: Ubuntu, SimplyMEPIS, dan Mint). jadi, besar kemungkinan USB Modem 3G Anda sudah langsung berfungsi di Linux Anda. Namun, jika tidak, Anda bisa melakukan 2 langkah mudah di bawah ini:

Langkah Pertama:
Download paket usb_modeswicth versi terbaru dari situs resminya: http://www.draisberghof.de/usb_modeswitch/. Cari di bagian Download, saat tulisan ini dibuat versi terbarunya adalah usb-modeswitch-1.1.1.tar.bz2. Simpan paket usb-modeswitch di dalam directory Home Anda.

Langkah Kedua:
Buka program Terminal, kemudian jalankan langkah2 perintah:
$ tar xjvf usb-modeswitch-1.1.1.tar.bz2
$ cd usb-modeswitch-1.1.1
$ sudo make install

Nah, sekarang USB Modem 3G Anda sudah bisa dikenali dan berfungsi dengan baik. Sekarang Anda tinggal mengkonfigurasi koneksi Internet Anda. Mudah bukan! Selamat mencoba.


UPDATE:
Versi2 Linux terkini sudah mengikutsertakan usb_modeswitch, sehingga jadi lebih mudah digunakan.

Baca selengkapnya....

, , , , , , , , , , , , , , | | edit post

Paket Instalasi di Linux (bagian 1)

Ditulis oleh Wiryadi 2009/11/11 0 komentar

Bagi seorang pemula di Linux, salah satu permasalahan yang selalu dihadapi adalah susahnya menginstalasi software di Linux. Memang menginstalasi program di Linux tidak semuanya semudah Windows. Ketika di Windows, jenis-jenis paket instalasi program biasanya berupa format file EXE atau MSI, dan untuk melakukan instalasi, kita tinggal melakukan klik-2-kali pada program yang ingin diinstalasi dan voila... program sudah terinstalasi.

Sedangkan di Linux, paket instalasi ada berbagai macam, yaitu:
- DEB : dikhususkan untuk pengguna Linux Debian, Mepis, Ubuntu, Kubuntu, Xubuntu, Edubuntu.
- RPM : dikhususkan untuk pengguna Linux Red Hat, Fedora, CentOS, Mandriva, SUSE.
- BIN : untuk semua jenis Linux (proses instalasi tinggal melakukan klik-2-kali).
- RUN : untuk semua jenis Linux (proses instalasi tinggal melakukan klik-2-kali).
- SH : untuk semua jenis Linux (proses instalasi tinggal melakukan klik-2-kali).
- TAR.GZ : paket kode sumber program.
- TAR.BZ2 : paket kode sumber program.

Saya sendiri, walaupun sudah lama berkecimpung di Linux, sempat bingung dengan pesan error ketika menginstalasi opera di Mandriva 2010 ini (lihat gambar di bawah).



Setelah berusaha mencari-cari solusi di Internet dan ternyata belum menemukan jawaban yang memuaskan juga. Akhirnya saya mencoba mendownload kembali paket Opera. Dan ketika melakukan instalasi paket Opera kembali. Dan berhasil!

Dan ternyata permasalah itu timbul karena paket Opera sebelumnya belum terdownload secara penuh. Tentu saja proses instalasi gak akan berhasil. Pyuh!!

Nah, pembahasan instalasi di Linux memang menarik. Pembahasan selanjutnya, saya akan membahas masing-masing format paket di atas.

Semoga membantu.

Baca selengkapnya....

, , , , , , , , , , , | | edit post

Ubuntu 9.10 Karmic Koala (part 1)

Ditulis oleh Wiryadi 2009/11/02 0 komentar

Ubuntu merupakan distro Linux paling popular menurut situs DistroWatch. Dan nama Ubuntu bahkan sudah sangat dikenal, walaupun oleh orang-orang yang belum mencobanya sama sekali. Dan ketika ditanya mengenai Linux, nama Ubuntu bahkan lebih sering disebut pertama kali.

Kehadiran Ubuntu setiap enam (6) bulan sekali dan penamaan versinya ditulis berdasarkan bulan rilisnya, seperti: Ubuntu 8.04 (rilis tahun 2008 bulan 04) dan Ubuntu 9.10 (rilis tahun 2009 bulan 10). Dan seperti hal-hal lainnya, setiap kehadiran versi terbaru, banyak fitur yang ditawarkan, tapi lebih banyak lagi harapan yang diminta penggunanya. Namun, dalam hal ini aku tidak ingin menyebutkan fitur-fitur apa aja yang ditawarkan. Kamu bisa membacanya dari situs-situs lain yang membahas Ubuntu 9.10 ini.


Satu fitur yang (anehnya) hilang dari Ubuntu 9.10 adalah pengenalan modem 3g. Padahal, pada versi sebelumnya, Ubuntu 9.04, modem 3g langsung dikenali dan langsung dapat digunakan untuk koneksi Internet. Walaupun aku rada terganggu dengan notifikasi-notifikasi deteksi modem 3g yang selalu muncul, walaupun padahal sebelumnya sudah dikonfigurasi.

Nah, di versi terbaru ini, modem 3g kembali dikenali sebagai storage USB alias flash disk, bukannya sebagai modem 3g. Agar, modem 3g ini kembali dikenali sebagai modem 3g, kamu bisa melakukan langkah-langkah seperti yang sudah aku bahas pada blog aku sebelumnya.

Btw, kalo ada berita pasti soal BUG ini, akan aku coba bahas di part 2. ;)

Baca selengkapnya....

, , , , , , | | edit post

Kemunculan Ubuntu 8.04 "Hardy Heron" tentu menggembirakan pada pengguna Ubuntu seluruh dunia. Karena Ubuntu secara default memiliki performa yang lebih baik dibandingkan distro-distro lainnya dan selalu menawarkan hal-hal baru. Selain itu, Ubuntu sangat mudah digunakan. Serius! Terutama proses instalasi, karena hal ini yang biasanya ditakuti oleh pengguna Linux pemula. Karena, salah sedikit dalam proses instalasi, data2 pada partisi lainnya bisa lenyap!! Nah, Ubuntu tampaknya memberikan kemudahan dalam hal ini, jadi pengguna tidak perlu takut.

Nah, walaupun begitu, ada beberapa masalah di Ubuntu. Saya mencoba membahas semuanya, tapi secara bertahap. Kali ini saya ingin membahas mengenai masalah Modem berjenis Conexant HSF yang tidak bisa aktif secara mulus di Ubuntu 8.04. Modem berjenis Conexant biasanya terdapat pada laptop-laptop, misalnya pada laptop yang saya gunakan, yaitu Dell Vostro 1400.

Ok, pertama kali Anda harus terhubung dengan Internet agar memperlancar proses. Kemudian jalankan program "Terminal".

Dari Terminal, jalankan perintah (Pilih "Y" untuk setiap pertanyaan):

apt-get update

apt-get install build-essential linux-source

Sekarang donwload paket alsa-driver untuk mendukung driver modem Conexant HSF dengan meng-klik di [[ SINI ]] atau jalankan perintah:

wget http://www.linuxant.com/alsa-driver/alsa-driver-linuxant_1.0.16.1-1_all.deb

Setelah download selesai, install paket alsa-driver ini dengan:

dpkg -i alsa-driver-linuxant_1.0.16.1-1_all.deb

Kemudian, download paket driver Modem Conexant HSF dengan meng-klik di [[ SINI ]] atau jalankan perintah:

wget http://www.linuxant.com/drivers/hsf/full/archive/hsfmodem-7.68.00.09full/hsfmodem_7.68.00.09full_i386.deb.zip

Lakukan ekstrak file kompressi dengan:

unzip hsfmodem_7.68.00.09full_i386.deb.zip

Sekarang lakukan instalasi paket driver dengan:

dpkg -i hsfmodem_7.68.00.09full_i386.deb


-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

UPDATE

Ternyata Dell telah merilis driver modem conexant yang lebih simple, sehingga langkah-langkah yang dilakukan bisa lebih singkat.

Pertama, download drivernya dengan meng-klik di [[ SINI ]] atau dengan menjalankan perintah:

wget http://linux.dell.com/files/ubuntu/hardy/modem-drivers/hsf/hsfmodem_7.68.00.09oem_i386.deb

Kemudian, install drivernya dengan perintah:

dpkg -i hsfmodem_7.68.00.09oem_i386.deb

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-


Proses instalasi sudah selesai. Restart Ubuntu untuk mengaktifkan modul driver Modem Conexant.

Setelah masuk kembali ke sistem Ubuntu, untuk mengetes apakah modem sudah dapat digunakan, jalankan perintah:

wvdialconf test

jika pada keluaran terakhir terdapat kalimat:

...
Modem configuration written to test.
ttySHSF0: Speed 460800; init "ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0"
...

Maka, modem sudah aktif. Selamat mencoba!

Baca selengkapnya....

, | | edit post

Tentang Penulis

Label

Catatan

Semua tulisan pada blog ini bersifat bebas dan terbuka di bawah lisensi GNU Free Documentation License (FDL).

Semua trademark (logo, nama, sandi, tulisan) yang hadir di blog ini adalah hak milik dari pemiliknya masih-masing.
All trademarks are the property of their respective owners.

Valid HTML 4.01 Transitional

Creative Commons License

IP

Hits

hit counter for blogger

Site Meter