Jika diperhatikan, akhir2 ini, paket2 Oracle Java (dulu Sun Java) sudah dihapus dari repositori2 distro2 Linux, seperti Ubuntu dan OpenSUSE. Hal ini terjadi karena perbedaan prinsip soal keterbukaan antara komunitas open source dengan pihak Oracle. Sebenarnya di setiap distro Linux sudah tersedia Java versi open (terbuka) yaitu OpenJDK, hanya saja masih banyak program2 Java yg ternyata masih belum kompatibel dengan OpenJDK ini, dan ini yg menjadi kendala. Sehingga, di sini Oracle Java masih dibutuhkan.
Oracle Java bebas untuk di download melalui situs Oracle di: http://www.oracle.com/technetwork/java/javase/downloads/index.html
Pilih versi yg diinginkan dan pilihlah paket tipe TAR.GZ. Di sini saya menggunakan JRE Java SE7u15 dan paket untuk Linux 64-bit. Letakkan hasil download dalam direktori Home Anda.
Selanjutnya sebagai superuser (username: root), lakukan langkah2:
# mkdir /opt/java# cd /opt/java# tar xzvf /home/wiryadi/jre-7u15-linux-x64.tar.gz# ln -s /opt/java/jre1.7.0_15 /opt/java/jre
langkah2 di atas memperlihatkan bahwa kita mengekstrak paket JRE tersebut ke directori /opt/java, sehingga akan muncul directori baru jre1.7.0_15, sehingga menjadi /opt/java/jre1.7.0_15, kemudian, dibuatkan softlink baru yg mengarah ke direktory baru tadi, dan dinamakan sebagai jre. Hal ini sangat berguna jika ingin mengupgrade ke Java versi baru. Karena tinggal mengubah arah softlink ke direktori Java yang baru.
Kemudian lakukan langkah2:
# cd /opt/java/jre/man/man1
# gzip java.1
# gzip javaws.1
# update-alternatives --install /usr/bin/java java /opt/java/jre/bin/java 1 --slave /usr/share/man/man1/java.1.gz java.1.gz /opt/java/jre/man/man1/java.1.gz
# update-alternatives --install /usr/bin/javaws javaws /opt/java/jre/bin/javaws 1 --slave /usr/share/man/man1/javaws.1.gz javaws.1.gz /opt/java/jre/man/man1/javaws.1.gz
lalu jalankan:
# update-alternatives --config java
# update-alternatives --config javaws
dari hasil output kedua perintah di atas, masukkan angka yg pada Path-nya menunjukkan direktori sesuai dengan lokasi instalasi JAVA yg sebelumya sudah dilakukan
kemudian buatlah dua file yg bernama java.sh dan java.csh, dan keduanya berisi
#!/bin/sh
JAVA_HOME=/opt/java/jre
JAVA_ROOT=/opt/java/jre
JRE_HOME=/opt/java/jre
JRE_ROOT=/opt/java/jre
export JAVA_HOME JAVA_ROOT JRE_HOME JRE_ROOT
PATH=$PATH:$JAVA_HOME/bin
export PATH
kemudian simpanlah kedua file tersebut dalam direktori /etc/profile.d/
yg dilakukan pada langkah2 tadi adalah mengkonfigurasi sistem Linux agar mengaktifkan binary Java dan manualnya. kemudian file java.sh dan java.csh itu dibuat karena banyak program2 Java yg masih mencari java melalui variabel environment JAVA_HOME, JRE_HOME dst.
Selanjutnya kita mengkonfigurasi sistem Linux untuk mengaktifkan plugin Java pada aplikasi2 browser
untuk Ubuntu dan Linux Mint 32-bit
# update-alternatives --install /usr/lib/mozilla/plugins/libjavaplugin.so mozilla-javaplugin.so /opt/java/jre/lib/i386/libnpjp2.so 1
untuk Ubuntu dan Linux Mint 64-bit
# update-alternatives --install /usr/lib/mozilla/plugins/libjavaplugin.so mozilla-javaplugin.so /opt/java/jre/lib/amd64/libnpjp2.so 1
untuk openSUSE 32-bit
# update-alternatives --install /usr/lib/browser-plugins/libnpjp2.so mozilla-javaplugin.so /opt/java/jre/lib/i386/libnpjp2.so 1
untuk openSUSE 64-bit
# update-alternatives --install /usr/lib64/browser-plugins/libnpjp2.so mozilla-javaplugin.so /opt/java/jre/lib/amd64/libnpjp2.so 1
Kemudian jalankan perintah
# update-alternatives --config mozilla-javaplugin.so
dari hasil output perintah di atas, masukkan angka yg pada Path-nya menunjukkan direktori sesuai dengan lokasi instalasi JAVA yg sebelumya sudah dilakukan
Terakhir, lakukan reboot.
Oracle Java sudah terinstalasi. Untuk mengetes apakah benar Java sudah terinstalasi dan berfungsi, lakukan percobaan:
1. Menampilkan versi Java
$ java -version
java version "1.7.0_15"
Java(TM) SE Runtime Environment (build 1.7.0_15-b03)
Java HotSpot(TM) 64-Bit Server VM (build 23.7-b01, mixed mode)
2. Tampilkan variabel JAVA
$ echo $JAVA_HOME
/opt/java/jre
3. Untuk plugin browser, dengan mengunjungi situs http://www.java.com/en/download/testjava.jsp
Semoga berhasil.
Baca selengkapnya....
Konfigurasi USB Modem 3G udah gak sesusah sebelumnya. Bahkan langkah2nya udah gak serumit posting yang udah aku tulis sebelumnya. Jadi, lupakan posting saya yang sebelumnya, sekarang kita lakukan konfigurasinya dengan 2 langkah mudah.
Sebelumnya, setiap distro modern saat ini sudah dilengkapi paket usb_modeswith (atau usb-modeswitch untuk pengguna distro berbasis Debian seperti: Ubuntu, SimplyMEPIS, dan Mint). jadi, besar kemungkinan USB Modem 3G Anda sudah langsung berfungsi di Linux Anda. Namun, jika tidak, Anda bisa melakukan 2 langkah mudah di bawah ini:
Langkah Pertama:
Download paket usb_modeswicth versi terbaru dari situs resminya: http://www.draisberghof.de/usb_modeswitch/. Cari di bagian Download, saat tulisan ini dibuat versi terbarunya adalah usb-modeswitch-1.1.1.tar.bz2. Simpan paket usb-modeswitch di dalam directory Home Anda.
Langkah Kedua:
Buka program Terminal, kemudian jalankan langkah2 perintah:
$ tar xjvf usb-modeswitch-1.1.1.tar.bz2
$ cd usb-modeswitch-1.1.1
$ sudo make install
Nah, sekarang USB Modem 3G Anda sudah bisa dikenali dan berfungsi dengan baik. Sekarang Anda tinggal mengkonfigurasi koneksi Internet Anda. Mudah bukan! Selamat mencoba.
UPDATE:
Versi2 Linux terkini sudah mengikutsertakan usb_modeswitch, sehingga jadi lebih mudah digunakan.
Baca selengkapnya....
Bagi seorang pemula di Linux, salah satu permasalahan yang selalu dihadapi adalah susahnya menginstalasi software di Linux. Memang menginstalasi program di Linux tidak semuanya semudah Windows. Ketika di Windows, jenis-jenis paket instalasi program biasanya berupa format file EXE atau MSI, dan untuk melakukan instalasi, kita tinggal melakukan klik-2-kali pada program yang ingin diinstalasi dan voila... program sudah terinstalasi.
Sedangkan di Linux, paket instalasi ada berbagai macam, yaitu:
- DEB : dikhususkan untuk pengguna Linux Debian, Mepis, Ubuntu, Kubuntu, Xubuntu, Edubuntu.
- RPM : dikhususkan untuk pengguna Linux Red Hat, Fedora, CentOS, Mandriva, SUSE.
- BIN : untuk semua jenis Linux (proses instalasi tinggal melakukan klik-2-kali).
- RUN : untuk semua jenis Linux (proses instalasi tinggal melakukan klik-2-kali).
- SH : untuk semua jenis Linux (proses instalasi tinggal melakukan klik-2-kali).
- TAR.GZ : paket kode sumber program.
- TAR.BZ2 : paket kode sumber program.
Saya sendiri, walaupun sudah lama berkecimpung di Linux, sempat bingung dengan pesan error ketika menginstalasi opera di Mandriva 2010 ini (lihat gambar di bawah).

Setelah berusaha mencari-cari solusi di Internet dan ternyata belum menemukan jawaban yang memuaskan juga. Akhirnya saya mencoba mendownload kembali paket Opera. Dan ketika melakukan instalasi paket Opera kembali. Dan berhasil!
Dan ternyata permasalah itu timbul karena paket Opera sebelumnya belum terdownload secara penuh. Tentu saja proses instalasi gak akan berhasil. Pyuh!!
Nah, pembahasan instalasi di Linux memang menarik. Pembahasan selanjutnya, saya akan membahas masing-masing format paket di atas.
Semoga membantu.
Baca selengkapnya....