Bagi seorang pemula di Linux, salah satu permasalahan yang selalu dihadapi adalah susahnya menginstalasi software di Linux. Memang menginstalasi program di Linux tidak semuanya semudah Windows. Ketika di Windows, jenis-jenis paket instalasi program biasanya berupa format file EXE atau MSI, dan untuk melakukan instalasi, kita tinggal melakukan klik-2-kali pada program yang ingin diinstalasi dan voila... program sudah terinstalasi.
Sedangkan di Linux, paket instalasi ada berbagai macam, yaitu:
- DEB : dikhususkan untuk pengguna Linux Debian, Mepis, Ubuntu, Kubuntu, Xubuntu, Edubuntu.
- RPM : dikhususkan untuk pengguna Linux Red Hat, Fedora, CentOS, Mandriva, SUSE.
- BIN : untuk semua jenis Linux (proses instalasi tinggal melakukan klik-2-kali).
- RUN : untuk semua jenis Linux (proses instalasi tinggal melakukan klik-2-kali).
- SH : untuk semua jenis Linux (proses instalasi tinggal melakukan klik-2-kali).
- TAR.GZ : paket kode sumber program.
- TAR.BZ2 : paket kode sumber program.
Saya sendiri, walaupun sudah lama berkecimpung di Linux, sempat bingung dengan pesan error ketika menginstalasi opera di Mandriva 2010 ini (lihat gambar di bawah).

Setelah berusaha mencari-cari solusi di Internet dan ternyata belum menemukan jawaban yang memuaskan juga. Akhirnya saya mencoba mendownload kembali paket Opera. Dan ketika melakukan instalasi paket Opera kembali. Dan berhasil!
Dan ternyata permasalah itu timbul karena paket Opera sebelumnya belum terdownload secara penuh. Tentu saja proses instalasi gak akan berhasil. Pyuh!!
Nah, pembahasan instalasi di Linux memang menarik. Pembahasan selanjutnya, saya akan membahas masing-masing format paket di atas.
Semoga membantu.
Baca selengkapnya....
Dikebanyakan varian Linux, khususnya yang free, (wireless) wlan card type Broadcom BCM43xx belum dapat berfungsi dengan baik pada komputer desktop atau laptop. Misalnya pada laptop yang saya gunakan, Dell Vostro 1400. *bukan bermaksud ngiklan, tapi karena saya cuman punya satu laptop dan tipenya Dell Vostro 1400... jadi curhat*
Untuk memungsikan wlan type ini di linux, Anda tinggal melakukan langkah-langkah:
Instalasi paket b43-fwcutter (ada distro yang menamakannya dengan bcm43-fwcutter --seperti pada Fedora). Paket ini bisa diperoleh [[ di sini ]]
Bagi pengguna openSUSE, pastikan paket b43-fwcutter sudah terinstalasi di sistem Anda dengan (Terminal):
# rpm -qa | grep b43-fwcutter
sedangkan pengguna Fedora, pastikan dengan perintah (Terminal):
# rpm -qa | grep bcm43-fwcutter
Gunakan tool-tool manajemen paket, seperti YaST si openSUSE, untuk mempermudah proses paket Anda.
Jika paket tersebut belum terinstalasi, Anda bisa menginstalasinya langsung dari DVD instalasi. Karena, paket "b43-fwcutter" biasanya sudah tersedia di DVD instalasi.
Setelah paket tersebut terinstalasi, sekarang koneksikan komputer Anda ke Internet. Kemudian, dari Terminal, jalankan perintah:
# install_bcm43xx_firmware

Perintah tersebut akan otomatis menginstalasi firmware untuk wlan broadcom 43xx agar bisa berfungsi di Linux.
Sekarang Anda sudah dapat mengkonfigurasi wlan broadcom 43xx Anda.
Baca selengkapnya....
Bagi Linuxer pemula, salah satu halangan dalam menggunakan Linux adalah menginstalasi paket RPM. Mungkin yang pertama kita bisa membahas langkah-langkah menginstalasi paket RPM.
Perintah yang dapat digunakan untuk menginstalasi sebuah paket RPM adalah:
# rpm -ivh [paketRPM]
atau jika paket yang ingin diinstalasi lebih dari satu, gunakan perintah:
# rpm -ivh [paketRPM 1] [paketRPM 2] [paketRPM 3] dst
Kalau paket tersebut sudah ada dan ingin mengupgrade, gunakan perintah:
# rpm -Uvh [paketRPM]
Nah, mending kalau paket tersebut bisa langung terinstalasi dengan baik. Bagaimana kalau ternyata paket RPM tersebut membutuhkan paket-paket dependensi?
Nah, saya ada skrip BASH kecil yang bisa digunakan untuk mencari tahu paket-paket apa aja yang menjadi dependensi dari paket yang ingin diinstalasi:
#!/bin/bash
# Program kecil memeriksa dependensi paket RPM
if [ $1 ]; then
for i in $( rpm -q --requires -p $1 );
do
j=$( rpm -q --whatprovides $i )
j=${j%%-*}
j=${j%% *}
if [ $j = "no" ]; then
for k in $( rpm -q --whatprovides $i );
do
k=$k
done
l=$k
l=${l%-*.*}
l=${l%%.*}
if [ ${l%(*} != "rpmlib" ]; then
if [ ${l%(*} != "config" ]; then
if [ $l != "<=" ]; then
if [ $l != ">=" ]; then
if [ $l != "=" ]; then
if [ $l != "0" ]; then
if [ $l != "1" ]; then
if [ $l != "2" ]; then
if [ $l != "3" ]; then
if [ $l != "4" ]; then
if [ $l != "5" ]; then
if [ $l != "6" ]; then
if [ $l != "7" ]; then
if [ $l != "8" ]; then
if [ $l != "9" ]; then
for x in $( rpm -qa | grep $l );
do
y=${x%-*-*}
if [ "$y" = "$l" ]; then
z1=true
fi
done
if [ $z1 ]; then
echo "paket '$l' sudah terinstalasi"
else
echo "paket '$l' belum terinstalasi"
fi
fi
fi
fi
fi
fi
fi
fi
fi
fi
fi
fi
fi
fi
fi
fi
fi
if [ $j != "no" ]; then
for k in $( rpm -q --whatprovides $i );
do
l=${k%-*-*}
for x in $( rpm -qa | grep $l );
do
y=${x%-*-*}
if [ "$y" = "$l" ]; then
z2=true
fi
done
if [ $z2 ]; then
echo "paket '$l' sudah terinstalasi"
else
echo "paket '$l' belum terinstalasi"
fi
done
fi
done
else
echo "jalankan perintah: cekDep [paket RPM]"
fi
Ketik skrip tersebut dengan menggunakan aplikasi teks editor, kemudian simpan dengan nama file "cekDep". Kemudian, ubah atributnya agar bisa dieksekusi dari konsol, dengan perintah:
# chmod +x cekDep
Kemudian, taruh file tersebut ke direktori /bin, agar bisa dijalankan dari mana saja:
# cp cekDep /bin/
Nah, sekarang jika ingin menginstalasi paket RPM, jalankan perintah:
# cekDep [paketRPM]
Maka, akan menghasilkan keluaran paket-paket dependensi dari paket RPM tersebut. Sekarang Anda bisa langsung mengetahui paket-paket dependensi apa saja yang diperlukan.
Skrip tersebut masih sederhana, jika ada yang mengembangkan menjadi lebih baik, bagi dong buat kita-kita!
Baca selengkapnya....
