Wah, sudah lama saya tidak posting blog resep Linux ini. Tapi ggp, mudah2an semua isi postingnya berguna buat pembacanya.
Kali ini mau membahas ketika di Command Line Linux ingin melakukan rename multiple file yang mirip, tapi hanya mengganti beberapa huruf/string dalam nama filenya. Misalnya ada list file:
File - Terserah1.htm
File - Terserah2.htm
File - Terserah3.htm
File - Terserah4.htm
List file tersebut ingin di-rename menjadi:
File.Terserah1.htm
File.Terserah2.htm
File.Terserah3.htm
File.Terserah4.htm
Nah bagaimana melakukannya?
Setelah melalukan pencarian di paman Google, akhirnya menemukan command line yang pas.
Untuk keinginan merubah file di atas bisa dilakukan dengan menjalankan perintah:
# for file in File\ -\ Terserah*; do mv -i "${file}" "${file/File\ \-\ Terserah/File.Terserah}"; done
penjelasan perintah di atas adalah kita mengubah string "File - Terserah" menjadi "File.Terserah".
Begitu saja. Mudah2an berguna.
Baca selengkapnya....
Bagi pengguna OpenSUSE, akan merasakan keanehan ketika mengupdate browser Chromium ke versi terbaru (versi 34 keatas). Karena, plugin Flash tiba2 tidak dikenali oleh Chromium, tapi masalah yang sama tidak terjadi pada browser Mozilla Firefox. Well, Google memang lagi banyak ulah nih. Mereka sdg membangun framework terpisah utk plugin2 tertentu. Hal ini juga berpengaruh pada plugin Oracle Java, yang hingga kini masih bermasalah di Chromium versi 34 keatas.
Sebelumnya melakukan langkah2 dibawah, pastikan repositori packman sudah ditambahkan ke OpenSUSE kamu.
Caranya, buka YaST, kemudian jalankan Software Repositories.
Klik tombol "+ Add". Pilih "Community Repositories". Lalu klik Next.
Beri cek pada Packman Repository. Kemudian klik Ok.
Sekarang repositori Packman sudah terdaftar.
Hal tersebut juga bisa dilakukan dengan menjalankan command line (sebagai root):
# zypper ar -f http://packman.inode.at/suse/openSUSE_13.1/ packman
Okeh, untuk mengaktifkan plugin Flash di Chromium, kamu tinggal membuka YaST dan menjalankan Software Management.
Kemudian lakukan instalasi paket chromium-pepper-flash.
Hal ini juga bisa dilakukan melalui command line dengan menjalankan (sebagai root):
# zypper in chromium-pepper-flash
Lakukan restart aplikasi Chromium untuk mengaktifkan plugin.
Untuk mengecek apakah plugin Flash sudah aktif, periksa dengan mengetik chrome://plugins/ pada kolom navigasinya. Jika menampilkan seperti gambar diatas, maka plugin sudah aktif.
Semoga berhasil!
Baca selengkapnya....
Akhir2 ini server Yahoo Messenger menolak akses dari Pidgin. Well, sebenarnya hal ini bukan pertama kali, tapi sudah terjadi berkali2. Hal ini dimungkinkan terjadi karena Yahoo memaksakan usernya agar menggunakan aplikasi resmi dari Yahoo. Tapi, masalahnya Yahoo tidak memberikan perhatian kepada komunitas Linux untuk aplikasi Yahoo Messenger, jadi salah siapa tuh!?
Adapun pesan error yang muncul akhir2 ini adalah:
Error reading from login.yahoo.com: Input/output error
Namun, kali ini masalahnya bukan pada server Yahoo, tapi dari Pidgin sendiri. hehehe.
Langkah2 yang harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini sangat simpel, yaitu dengan manjalankan perintah ini (sebagai root):
# chmod 000 /usr/lib64/purple-2/ssl-gnutls.so
atau jika menggunakan Linux 32-bit, jalankan perintah ini (sebagai root):
# chmod 000 /usr/lib/purple-2/ssl-gnutls.so
Sekarang, coba jalankan kembali aplikasi Pidgin dan lakukan login ke Yahoo Messenger. Semoga berhasil :)
Baca selengkapnya....
Jika diperhatikan, akhir2 ini, paket2 Oracle Java (dulu Sun Java) sudah dihapus dari repositori2 distro2 Linux, seperti Ubuntu dan OpenSUSE. Hal ini terjadi karena perbedaan prinsip soal keterbukaan antara komunitas open source dengan pihak Oracle. Sebenarnya di setiap distro Linux sudah tersedia Java versi open (terbuka) yaitu OpenJDK, hanya saja masih banyak program2 Java yg ternyata masih belum kompatibel dengan OpenJDK ini, dan ini yg menjadi kendala. Sehingga, di sini Oracle Java masih dibutuhkan.
Oracle Java bebas untuk di download melalui situs Oracle di: http://www.oracle.com/technetwork/java/javase/downloads/index.html
Pilih versi yg diinginkan dan pilihlah paket tipe TAR.GZ. Di sini saya menggunakan JRE Java SE7u15 dan paket untuk Linux 64-bit. Letakkan hasil download dalam direktori Home Anda.
Selanjutnya sebagai superuser (username: root), lakukan langkah2:
# mkdir /opt/java# cd /opt/java# tar xzvf /home/wiryadi/jre-7u15-linux-x64.tar.gz# ln -s /opt/java/jre1.7.0_15 /opt/java/jre
langkah2 di atas memperlihatkan bahwa kita mengekstrak paket JRE tersebut ke directori /opt/java, sehingga akan muncul directori baru jre1.7.0_15, sehingga menjadi /opt/java/jre1.7.0_15, kemudian, dibuatkan softlink baru yg mengarah ke direktory baru tadi, dan dinamakan sebagai jre. Hal ini sangat berguna jika ingin mengupgrade ke Java versi baru. Karena tinggal mengubah arah softlink ke direktori Java yang baru.
Kemudian lakukan langkah2:
# cd /opt/java/jre/man/man1
# gzip java.1
# gzip javaws.1
# update-alternatives --install /usr/bin/java java /opt/java/jre/bin/java 1 --slave /usr/share/man/man1/java.1.gz java.1.gz /opt/java/jre/man/man1/java.1.gz
# update-alternatives --install /usr/bin/javaws javaws /opt/java/jre/bin/javaws 1 --slave /usr/share/man/man1/javaws.1.gz javaws.1.gz /opt/java/jre/man/man1/javaws.1.gz
lalu jalankan:
# update-alternatives --config java
# update-alternatives --config javaws
dari hasil output kedua perintah di atas, masukkan angka yg pada Path-nya menunjukkan direktori sesuai dengan lokasi instalasi JAVA yg sebelumya sudah dilakukan
kemudian buatlah dua file yg bernama java.sh dan java.csh, dan keduanya berisi
#!/bin/sh
JAVA_HOME=/opt/java/jre
JAVA_ROOT=/opt/java/jre
JRE_HOME=/opt/java/jre
JRE_ROOT=/opt/java/jre
export JAVA_HOME JAVA_ROOT JRE_HOME JRE_ROOT
PATH=$PATH:$JAVA_HOME/bin
export PATH
kemudian simpanlah kedua file tersebut dalam direktori /etc/profile.d/
yg dilakukan pada langkah2 tadi adalah mengkonfigurasi sistem Linux agar mengaktifkan binary Java dan manualnya. kemudian file java.sh dan java.csh itu dibuat karena banyak program2 Java yg masih mencari java melalui variabel environment JAVA_HOME, JRE_HOME dst.
Selanjutnya kita mengkonfigurasi sistem Linux untuk mengaktifkan plugin Java pada aplikasi2 browser
untuk Ubuntu dan Linux Mint 32-bit
# update-alternatives --install /usr/lib/mozilla/plugins/libjavaplugin.so mozilla-javaplugin.so /opt/java/jre/lib/i386/libnpjp2.so 1
untuk Ubuntu dan Linux Mint 64-bit
# update-alternatives --install /usr/lib/mozilla/plugins/libjavaplugin.so mozilla-javaplugin.so /opt/java/jre/lib/amd64/libnpjp2.so 1
untuk openSUSE 32-bit
# update-alternatives --install /usr/lib/browser-plugins/libnpjp2.so mozilla-javaplugin.so /opt/java/jre/lib/i386/libnpjp2.so 1
untuk openSUSE 64-bit
# update-alternatives --install /usr/lib64/browser-plugins/libnpjp2.so mozilla-javaplugin.so /opt/java/jre/lib/amd64/libnpjp2.so 1
Kemudian jalankan perintah
# update-alternatives --config mozilla-javaplugin.so
dari hasil output perintah di atas, masukkan angka yg pada Path-nya menunjukkan direktori sesuai dengan lokasi instalasi JAVA yg sebelumya sudah dilakukan
Terakhir, lakukan reboot.
Oracle Java sudah terinstalasi. Untuk mengetes apakah benar Java sudah terinstalasi dan berfungsi, lakukan percobaan:
1. Menampilkan versi Java
$ java -version
java version "1.7.0_15"
Java(TM) SE Runtime Environment (build 1.7.0_15-b03)
Java HotSpot(TM) 64-Bit Server VM (build 23.7-b01, mixed mode)
2. Tampilkan variabel JAVA
$ echo $JAVA_HOME
/opt/java/jre
3. Untuk plugin browser, dengan mengunjungi situs http://www.java.com/en/download/testjava.jsp
Semoga berhasil.
Baca selengkapnya....
Normalnya, ketika kita melakukan shutdown, komputer desktop/laptop kita akan padam (mati) pada akhirnya. Namun, jika ternyata komputer tidak ikut padam, itu yg jadi masalah.
Agar komputer kita padam pada di akhir proses shutdown, lakukan langkah2:
1. Jalankan program Terminal
1. Edit file /etc/default/grub dengan perintah:
sudo gedit /etc/default/grub
2. Cari baris yg bertuliskan:
GRUB_CMDLINE_LINUX_DEFAULT="quiet splash"
3. Ganti pada baris tersebut menjadi:
GRUB_CMDLINE_LINUX_DEFAULT="quiet splash acpi=force"
4. Simpan file tersebut.
5. Pada program Terminal, jalankan perintah
update-grub
6. Lakukan reboot.
Proses selesai. Sekarang komputer sudah ikut padam pada proses shutdown
Referensi:
http://askubuntu.com/questions/122933/dell-studio-1569-cannot-shutdown-in-ubuntu-11-10-or-12-04
Baca selengkapnya....
Saat ini, beberapa laptop baru dilengkapi dengan VGA card Optimus yg merupakan teknologi dari Nvidia. Pengertian sederhananya, pada laptop2 yg dilengkapi Optimus di dalamnya dilengkapi dua VGA card: Intel dan Nvidia, dengan Intel sebagai VGA default. Namun sayangnya Nvidia masih belum juga merilis driver Optimus untuk mendukung sistem operasi Linux. Makanya gak heran kalo sang pencipta Linux, Linus Torvalds tidak senang dgn support Nvidia yg sangat rendah terhadap Linux.
Karena belum adanya driver VGA Optimus, pengguna Linux bisa menggunakan aplikasi Bumblebee sebagai alternatif. Oke, kita langsung saja. Btw, disini diasumsikan bahwa Linux terkoneksi dengan Internet.
Ubuntu dan Linux Mint
Jalankan program Terminal dan jalankan langkah2:
sudo add-apt-repository ppa:bumblebee/stable
sudo apt-get update
sudo apt-get install bumblebee bumblebee-nvidia linux-headers-generic laptop-mode-tools
Selanjutnya lakukan reboot.
Setelah masuk lagi ke Linux, lakukan pengetesan dengan menjalankan perintah
1. Untuk mengetes driver VGA Intel
glxspheres
2. Untuk mengetes driver Nvidia
optirun glxspheres
Bisa terlihat bahkan jika menggunakan Nvidia, refresh rate-nya lebih tinggi dibandingkan Intel.
Jadi seterusnya jika ingin menjalankan aplikasi dengan menggunakan VGA Nvidia (biasanya terutama aplikasi2 game), gunakan perintah "optirun [aplikasi]", misalnya:
optirun firefox
Troubleshooting
Jika pada proses berikut2nya, apabila ketika menjalankan perintah "optirun" menampilkan output:
wiryadi@kASUS ~ $ optirun glxspheres
[ 1097.642988] [ERROR]The Bumblebee daemon has not been started yet or the socket path /var/run/bumblebee.socket was incorrect.
[ 1097.643067] [ERROR]Could not connect to bumblebee daemon - is it running?
Kemungkinan hal ini dikarenakan service bumblebeed belum aktif. Service tersebut bisa diaktifkan dengan menjalankan perintah:
sudo service bumblebeed start
Kemudian, lakukan testing kembali dengan menjalankan perintah optirun.
Jika masih gagal juga, lakukan langkah2
sudo apt-get install ppa-purge
sudo apt-get purge bbswitch-dkms bumblebee-nvidia
sudo apt-get install --reinstall linux-headers-generic
sudo apt-get install bbswitch-dkms bumblebee-nvidia
Kemudian lakukan reboot. Selanjutnya, aktifkan kembali service bumblebeed sebelum menjalankan perintah "optirun".
openSUSE
Lakukan langkah2:
1. Jakankan YaST, kemudian buka Software Repositories.
2. Pilih Community Repositories, trus NEXT
3. Pilih nVidia Graphics Drivers, kemudian OK
4. Klik OK.
5. Kembali ke tampilan YaST, buka Software Management.
6. Lakukan search dengan kata kunci "nvidia"
7. Instalasi paket-paket: nvidia-computeG02, nvidia-gfxG02-kmp-desktop, dan x11-video-nvidiaG02
8. Lakukan reboot.
9. Setelah openSUSE muncul kembali, jalankan browser dan buka situs http://software.opensuse.org/package/bumblebee
10. Klik pada versi openSUSE yg digunakan, dan klik pada tulisan "Show unstable packages".
11. Pilih paket yg sesuai keinginan di bawahnya, dan klik pada tulisan "1 Click Install"
12. Pada jendela notifikasi, pilih "Open with" YaST 1-Click Install, kemudian OK.
13. Selanjutnya Next hingga proses instalasi selesai.
14. Jalankan program Terminal, dan sebagai user root, jalankan perintah2:
mkdir -p /usr/lib64/nvidia/xorg/modules/updates/extensions
mv /usr/X11R6/lib64/libGL* /usr/lib64/nvidia/
mv /usr/lib64/xorg/modules/updates/extensions/libglx* /usr/lib64/nvidia/xorg/modules/updates/extensions/
mkdir -p /usr/lib/nvidia
mv /usr/X11R6/lib/libGL* /usr/lib/nvidia
15. Lakukan reboot.
Setelah masuk lagi ke Linux, lakukan pengetesan dengan menjalankan perintah
1. Untuk mengetes driver VGA Intel
glxspheres
2. Untuk mengetes driver Nvidia
optirun glxspheres
Jadi seterusnya jika ingin menjalankan aplikasi dengan menggunakan VGA Nvidia (biasanya terutama aplikasi2 game), gunakan perintah "optirun [aplikasi]", misalnya:
optirun firefox
Troubleshooting
Jika pada proses berikut2nya, optirun menampilkan error ketika dijalankan. Biasanya ini terjadi setelah melakukan upgrade kernel atau upgrade driver Nvidia. Maka lakukan kembali langkah ke-14 pada proses di atas, kemudian lakukan reboot. Setelah itu, optirun akan berjalan normal kembali.
Referensi:
https://wiki.ubuntu.com/Bumblebee
http://askubuntu.com/questions/202644/how-to-install-nvidia-optimus-driver-on-ubuntu-12-10
http://forums.opensuse.org/english/get-technical-help-here/how-faq-forums/unreviewed-how-faq/469419-opensuse-12-1-optimus-laptop.html
Baca selengkapnya....
Siapa sih yg saat ini tidak kenal dengan Youtube? Semua pasti kenal dan kebanyakan dari kita sering menonton video-video yg tersedia di Youtube. Saya sendiri sering mencari clip-clip lucu, video clip, atau trailer-trailer di Youtube. Dan setelah itu, video-video yang saya suka, biasanya saya simpan ke harddisk saya, agar bisa ditonton kembali dilain waktu.

Jika yg lain, seringnya menggunakan aplikasi bantuan untuk mendownload video2 dari youtube, saya lebih suka menggunakan command line (perintah baris). soalnya cara ini sangat mudah. gak percaya? yuk kita mulai!
Pertama, buka link Youtube pada video/clip yg ingin kalian download. Sementara video Youtube masih dalam proses streaming, buka aplikasi Terminal. Jalankan perintah:
$ lsof | grep -i flash | grep deleted
pada tampilan outputnya (keluaran) terlihat tulisan, misalnya seperti gambar diatas, yaitu:
plugin-co 3414 4829 wiryadi ....
.......
.......
dari tampilan itu, ingat angka yg pertama. misalnya contoh di atas adalah angka 3414. Dengan bekal angka itu, jalankan perintah
$ cd /proc/3414/fd/
Setelah dari dalam direktori tersebut, lihat isinya dengan menjalankan perintah:
$ ls -l | grep deleted
Keluarannya akan memperlihatkan semacam file link, misalnya dari gambar di atas adalah file 16 yg nge-link ke /tmp/FlashXX5ZxD8L
Nah, file 16 itu lah video Youtube. Copy file 16 tersebut ke direktori lain yg dinginkan, misalnya letakkan ke direktori Home. Jangan lupa tambahkan ekstension FLV ke file tersebut.
Misalnya, dari bernama 16 menjadi 16.flv.
Selesai, proses mendownload video Youtube selesai.
UPDATE:
Untuk cara yang jauh lebih mudah, bisa menggunakan aplikasi Clipgrab. Selain Youtube, Aplikasi ini juga bisa digunakan untuk mendownload video-video dari Vimeo, Dailymotion, dan lain2nya.
Clipgrab yang sudah tersedia diberbagai distro Linux. Informasinya bisa dilihat pada situsnya: http://clipgrab.de/en
Baca selengkapnya....
Konfigurasi USB Modem 3G udah gak sesusah sebelumnya. Bahkan langkah2nya udah gak serumit posting yang udah aku tulis sebelumnya. Jadi, lupakan posting saya yang sebelumnya, sekarang kita lakukan konfigurasinya dengan 2 langkah mudah.
Sebelumnya, setiap distro modern saat ini sudah dilengkapi paket usb_modeswith (atau usb-modeswitch untuk pengguna distro berbasis Debian seperti: Ubuntu, SimplyMEPIS, dan Mint). jadi, besar kemungkinan USB Modem 3G Anda sudah langsung berfungsi di Linux Anda. Namun, jika tidak, Anda bisa melakukan 2 langkah mudah di bawah ini:
Langkah Pertama:
Download paket usb_modeswicth versi terbaru dari situs resminya: http://www.draisberghof.de/usb_modeswitch/. Cari di bagian Download, saat tulisan ini dibuat versi terbarunya adalah usb-modeswitch-1.1.1.tar.bz2. Simpan paket usb-modeswitch di dalam directory Home Anda.
Langkah Kedua:
Buka program Terminal, kemudian jalankan langkah2 perintah:
$ tar xjvf usb-modeswitch-1.1.1.tar.bz2
$ cd usb-modeswitch-1.1.1
$ sudo make install
Nah, sekarang USB Modem 3G Anda sudah bisa dikenali dan berfungsi dengan baik. Sekarang Anda tinggal mengkonfigurasi koneksi Internet Anda. Mudah bukan! Selamat mencoba.
UPDATE:
Versi2 Linux terkini sudah mengikutsertakan usb_modeswitch, sehingga jadi lebih mudah digunakan.
Baca selengkapnya....
Terakhir aku membahas soal WLAN Card Broadcom BCM43xx adalah dengan menggunakan distro openSUSE, kali ini aku membahas bagaimana menginstalasi driver WLAN Card ini pada distro lainnya (Fedora, Mandriva, dll).
Pertama kali, pastikan Anda login sebagai root.
Kemudian yang harus dilakukan adalah menginstalasi paket bcm43-fwcutter (atau b43-fwcutter pada beberapa distro).
Bagaimana memastikan paket ini sudah terinstalasi?
Sebagai user "root", coba pada terminal jalankan perintah "bcm43-fwcutter" atau "b43-fwcutter". contohnya:
# bcm43-fwcutter
bcm43-fwcutter version FWCUTTER_VERSION_
A tool to extract firmware for a Broadcom 43xx device
from a proprietary Broadcom 43xx device driver file.
Usage: bcm43-fwcutter [OPTION] [proprietary-driver-file]
--unsupported Allow working on extractable but unsupported drivers
-l|--list List supported driver versions
-i|--identify Only identify the driver file (don't extract)
-w|--target-dir DIR Extract and write firmware to DIR
-v|--version Print bcm43-fwcutter version
-h|--help Print this help
Example: bcm43-fwcutter -w /lib/firmware wl_apsta.o
to extract the firmware blobs from wl_apsta.o and store
the resulting firmware in /lib/firmware
jika menghasilkan keluaran seperti di atas, maka paket tersebut sudah terinstalasi. Kalau belum, coba instalasi dari DVD/CD instalasi Anda.
Setelah terinstalasi, download paket broadcom-wl-4.80.53.0.tar.bz2. letakkan file tersebut pada direktori Home Anda.
Seusai mendownload paket tersebut, buka program Terminal dan lakukan langkah2:
# tar xjvf broadcom-wl-4.80.53.0.tar.bz2
# bcm43-fwcutter -w /lib/firmware/ broadcom-wl-4.80.53.0/kmod/wl_apsta.o
# bcm43-fwcutter -w /lib/firmware/ broadcom-wl-4.80.53.0/kmod/wl_apsta_mimo.o
Usai menjalankan langkah-langkah tersebut, sekarang konfigurasi WLAN Card Anda, karena langkah-langkah instalasi firmware driver WLAN Card Anda sudah selesai.
Kalau ternyata masih belum berfungsi, coba restart laptop atau desktop Anda untuk berjaga-jaga.
Selamat mencoba!
Baca selengkapnya....
Bagi seorang pemula di Linux, salah satu permasalahan yang selalu dihadapi adalah susahnya menginstalasi software di Linux. Memang menginstalasi program di Linux tidak semuanya semudah Windows. Ketika di Windows, jenis-jenis paket instalasi program biasanya berupa format file EXE atau MSI, dan untuk melakukan instalasi, kita tinggal melakukan klik-2-kali pada program yang ingin diinstalasi dan voila... program sudah terinstalasi.
Sedangkan di Linux, paket instalasi ada berbagai macam, yaitu:
- DEB : dikhususkan untuk pengguna Linux Debian, Mepis, Ubuntu, Kubuntu, Xubuntu, Edubuntu.
- RPM : dikhususkan untuk pengguna Linux Red Hat, Fedora, CentOS, Mandriva, SUSE.
- BIN : untuk semua jenis Linux (proses instalasi tinggal melakukan klik-2-kali).
- RUN : untuk semua jenis Linux (proses instalasi tinggal melakukan klik-2-kali).
- SH : untuk semua jenis Linux (proses instalasi tinggal melakukan klik-2-kali).
- TAR.GZ : paket kode sumber program.
- TAR.BZ2 : paket kode sumber program.
Saya sendiri, walaupun sudah lama berkecimpung di Linux, sempat bingung dengan pesan error ketika menginstalasi opera di Mandriva 2010 ini (lihat gambar di bawah).

Setelah berusaha mencari-cari solusi di Internet dan ternyata belum menemukan jawaban yang memuaskan juga. Akhirnya saya mencoba mendownload kembali paket Opera. Dan ketika melakukan instalasi paket Opera kembali. Dan berhasil!
Dan ternyata permasalah itu timbul karena paket Opera sebelumnya belum terdownload secara penuh. Tentu saja proses instalasi gak akan berhasil. Pyuh!!
Nah, pembahasan instalasi di Linux memang menarik. Pembahasan selanjutnya, saya akan membahas masing-masing format paket di atas.
Semoga membantu.
Baca selengkapnya....
Sebenarnya sudah lama saya ingin membuat artikel ini, namun karena banyaknya artikel serupa membuat saya menunda-nunda penulisan. karena, menurut saya, buat apa menulis hal yang sama, padahal hal yang sama sudah banyak dibahas di berbagai blog di Internet. Dan salah satu kelebihan blog-blog Indonesia adalah menulis hal-hal yang sama, bahkan hanya mengartikan artikel orang lain, tanpa menuliskan referensi... *sighs*
Sayangnya, modem-modem 3G yang ditawarkan tidak ada, setidaknya hingga tulisan ini dibuat, belum ada operator yang menyertakan panduan penggunaannya di Linux/Unix. INI DISKRIMINASI!!
Nah, proses yang bisa dilakukan:
*Sebelumnya, dalam artikel ini, modem 3G yang saya gunakan adalah ZTE MF622 dari Indosat M2.*
Pastikan sistem Linux Anda sudah terinstalasi paket libusb-devel atau libusb-dev untuk pengguna berbasis Debian (seperti Ubuntu, SimplyMEPIS, Freespire, dll).
Download paket usb_modeswitch melalui situs resminya di http://www.draisberghof.de/usb_modeswitch/ atau download langsung DI SINI
Paket ini berfungsi men-disable fungsi storage pada modem 3G, kemudian mengaktifkan fungsi modem. Pada saat tulisan ini dibuat, versi paket usb_modeswitch yang terbaru adalah usb_modeswitch-0.9.6.
Setelah paket tersebut didownload, melalui Terminal/Command Line, lakukan langkah-langkah:
Masuk ke direktori tempat paket usb_modeswitch didownload, ekstrak paket usb_modeswitch-0.9.6.tar.bz2 dengan:
# tar xjvf usb_modeswitch-0.9.6.tar.bz2
Masuk ke direktori hasil ekstraksi
# cd usb_modeswitch-0.9.6/
Lakukan kompilasi agar binary "usb_modeswitch" sesuai dengan arsitektur sistem Linux yang kita gunakan.
# ./compile.sh
Copy file binary "usb_modeswitch" hasil kompilasi barusan ke direktori /sbin
# cp usb_modeswitch /sbin/
Sekarang, edit file "usb_modeswitch.conf" yang ada di dalam direktori yang sama. Carilah bagian yang sesuai dengan merk dan tipe modem 3G yang Anda gunakan. Misalnya, saya menggunakan ZTE MF622, maka, di dalam file "usb_modeswitch.conf" Anda akan menemukan bagian:
########################################################
# ZTE MF622 (aka "Onda MDC502HS")
#
# Contributor: "andylog"
;DefaultVendor= 0x19d2
;DefaultProduct= 0x2000
;TargetVendor= 0x19d2
;TargetProduct= 0x0002
;MessageEndpoint=0x04
;MessageContent="55534243f8f993882000000080000a85010101180101010101000000000000"
Hilangkan tanda ";" di setiap baris tersebut untuk mengaktifkan modem 3G Anda, sehingga menjadi
########################################################
# ZTE MF622 (aka "Onda MDC502HS")
#
# Contributor: "andylog"
DefaultVendor= 0x19d2
DefaultProduct= 0x2000
TargetVendor= 0x19d2
TargetProduct= 0x0002
MessageEndpoint=0x04
MessageContent="55534243f8f993882000000080000a85010101180101010101000000000000"
Simpan file tersebut, lalu copy file konfigurasi "usb_modeswitch.conf" ke direktori /etc
# cp usb_modeswitch.conf /etc/
Sekarang, buatlah file text yang berisi:
#!/bin/sh
sh -c "sleep 4; /sbin/usb_modeswitch" &
exit 0
Simpan file tersebut dengan nama "mydevice_switch.sh" dan simpan dalam direktori /sbin
Ubah atribut file mydevice_switch.sh tersebut agar bisa dieksekusi dengan perintah:
# chmod +x /sbin/mydevice_switch.sh
Selanjutnya, kembali buat file teks yang berisi:
ACTION!="add", GOTO="ZTE_End"
# Is this the ZeroCD device?
SUBSYSTEM=="usb", SYSFS{idProduct}=="2000",
SYSFS{idVendor}=="19d2", GOTO="ZTE_ZeroCD"
# Is this the actual modem?
SUBSYSTEM=="usb", SYSFS{idProduct}=="0001",
SYSFS{idVendor}=="19d2", GOTO="ZTE_Modem"
LABEL="ZTE_ZeroCD"
# This is the ZeroCD part of the card, remove
# the usb_storage kernel module so
# it does not get treated like a storage device
RUN+="/sbin/mydevice_switch.sh"
LABEL="ZTE_Modem"
# This is the Modem part of the card, let's
# load usbserial with the correct vendor
# and product ID's so we get our usb serial devices
RUN+="/sbin/modprobe usbserial vendor=0x19d2 product=0x0001",
# Make users belonging to the dialout group
# able to use the usb serial devices.
MODE="660", GROUP="dialout"
LABEL="ZTE_End"
Simpan file tersebut dengan nama "15-zte-mf622.rules" dan simpan ke dalam direktori /etc/udev/rules.d.
Atau, jika Anda malas membuat kedua file "mydevice_switch.sh" dan "15-zte-mf622.rules" tersebut, Anda bisa lebih cepat dengan mendonwload [[ FILE zte-mf622.tar.bz2 INI ]].
Setelah file tersebut didownload, dalam direktori yang sama, jalankan perintah:
# tar xjvf zte-mf622.tar.bz2 -C /
Sekarang, kita memasuki tahap terakhir. Yaitu, konfigurasi tool koneksi yang akan digunakan.
Saya sendiri menyukai menggunakan tool koneksi wvdial, karena saya rasa tool ini lebih mudah dan simpel.
Pertama, pastikan paket wvdial sudah terintalasi di sistem Linux Anda. Kemudian, edit file "wvdial.conf" yang terdapat dalam direktori /etc.
Tambahkan pada bagian akhir, baris-baris:
[Dialer im2]
Init1 = ATZ
Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2
Init3 = AT+CGDCONT=1,"IP","indosatm2"
Baud = 460800
Modem Type = USB Modem
Stupid mode = yes
Modem = /dev/ttyUSB0
Phone = *99#
ISDN = 0
Username = XXXXX
Password = YYYYY
*Ganti bagian "XXXXX" dan "YYYYY" sesuai dengan info koneksi Anda. Terakhir, simpan file tersebut.
Dan langkah-langkah proses konfigurasi modem 3G Anda sudah selesai. Sekarang Anda bisa melakukan koneksi dengan memasang modem 3G Anda ke port USB, tunggu hingga 4 detik, hingga lampu indikator modem Anda berkedip, kemudian jalankan perintah:
# wvdial im2
Setelah keluaran seperti pada gambar di bawah ini

Anda sudah siap berselancar di dunia Internet. :)
Baca selengkapnya....
Dikebanyakan varian Linux, khususnya yang free, (wireless) wlan card type Broadcom BCM43xx belum dapat berfungsi dengan baik pada komputer desktop atau laptop. Misalnya pada laptop yang saya gunakan, Dell Vostro 1400. *bukan bermaksud ngiklan, tapi karena saya cuman punya satu laptop dan tipenya Dell Vostro 1400... jadi curhat*
Untuk memungsikan wlan type ini di linux, Anda tinggal melakukan langkah-langkah:
Instalasi paket b43-fwcutter (ada distro yang menamakannya dengan bcm43-fwcutter --seperti pada Fedora). Paket ini bisa diperoleh [[ di sini ]]
Bagi pengguna openSUSE, pastikan paket b43-fwcutter sudah terinstalasi di sistem Anda dengan (Terminal):
# rpm -qa | grep b43-fwcutter
sedangkan pengguna Fedora, pastikan dengan perintah (Terminal):
# rpm -qa | grep bcm43-fwcutter
Gunakan tool-tool manajemen paket, seperti YaST si openSUSE, untuk mempermudah proses paket Anda.
Jika paket tersebut belum terinstalasi, Anda bisa menginstalasinya langsung dari DVD instalasi. Karena, paket "b43-fwcutter" biasanya sudah tersedia di DVD instalasi.
Setelah paket tersebut terinstalasi, sekarang koneksikan komputer Anda ke Internet. Kemudian, dari Terminal, jalankan perintah:
# install_bcm43xx_firmware

Perintah tersebut akan otomatis menginstalasi firmware untuk wlan broadcom 43xx agar bisa berfungsi di Linux.
Sekarang Anda sudah dapat mengkonfigurasi wlan broadcom 43xx Anda.
Baca selengkapnya....
Anda telah meletakkan sebuah file, namun lupa direktori letaknya di mana? Atau Anda ingin cepat menemukan file atau direktori tertentu?
Pertama, tentukan dulu apakah jenis yang dicari, apakah file atau direktori. Kemudian, tentukan kata kunci yang diinginkan.
Misalnya Anda ingin mencari file dengan kata kunci “mp3”, gunakan perintah:
$ find /mnt/data/ -type f -name *mp3*
Karena, perintah find bersifat case sensitif, maka file-file yang mengandung kata MP3, Mp3, atau mP3 tidak akan ditampilkan pada keluaran perintah tersebut.
Untuk mengakali hal-hal yang berbau case-sensitif ini, gunakan regular expression.
Misalnya Anda ingin mencari direktori yang mengandung kata “no”, “NO”, “No”, dan “nO” dalam direktori /mnt/data, Gunakan perintah:
$ find /mnt/data/ -type d -name *[N,n][O,o]*
Jika Anda ingin mencari file yang mengandung kata-kata tersebut, gunakan perintah:
$ find /mnt/data/ -type f -name *[N,n][O,o]*
Jika Anda ingin mencari keduanya, gunakan perintah
$ find /mnt/data/ -name *[N,n][O,o]*
Mudah bukan!
Baca selengkapnya....
Bagi Linuxer pemula, salah satu halangan dalam menggunakan Linux adalah menginstalasi paket RPM. Mungkin yang pertama kita bisa membahas langkah-langkah menginstalasi paket RPM.
Perintah yang dapat digunakan untuk menginstalasi sebuah paket RPM adalah:
# rpm -ivh [paketRPM]
atau jika paket yang ingin diinstalasi lebih dari satu, gunakan perintah:
# rpm -ivh [paketRPM 1] [paketRPM 2] [paketRPM 3] dst
Kalau paket tersebut sudah ada dan ingin mengupgrade, gunakan perintah:
# rpm -Uvh [paketRPM]
Nah, mending kalau paket tersebut bisa langung terinstalasi dengan baik. Bagaimana kalau ternyata paket RPM tersebut membutuhkan paket-paket dependensi?
Nah, saya ada skrip BASH kecil yang bisa digunakan untuk mencari tahu paket-paket apa aja yang menjadi dependensi dari paket yang ingin diinstalasi:
#!/bin/bash
# Program kecil memeriksa dependensi paket RPM
if [ $1 ]; then
for i in $( rpm -q --requires -p $1 );
do
j=$( rpm -q --whatprovides $i )
j=${j%%-*}
j=${j%% *}
if [ $j = "no" ]; then
for k in $( rpm -q --whatprovides $i );
do
k=$k
done
l=$k
l=${l%-*.*}
l=${l%%.*}
if [ ${l%(*} != "rpmlib" ]; then
if [ ${l%(*} != "config" ]; then
if [ $l != "<=" ]; then
if [ $l != ">=" ]; then
if [ $l != "=" ]; then
if [ $l != "0" ]; then
if [ $l != "1" ]; then
if [ $l != "2" ]; then
if [ $l != "3" ]; then
if [ $l != "4" ]; then
if [ $l != "5" ]; then
if [ $l != "6" ]; then
if [ $l != "7" ]; then
if [ $l != "8" ]; then
if [ $l != "9" ]; then
for x in $( rpm -qa | grep $l );
do
y=${x%-*-*}
if [ "$y" = "$l" ]; then
z1=true
fi
done
if [ $z1 ]; then
echo "paket '$l' sudah terinstalasi"
else
echo "paket '$l' belum terinstalasi"
fi
fi
fi
fi
fi
fi
fi
fi
fi
fi
fi
fi
fi
fi
fi
fi
fi
if [ $j != "no" ]; then
for k in $( rpm -q --whatprovides $i );
do
l=${k%-*-*}
for x in $( rpm -qa | grep $l );
do
y=${x%-*-*}
if [ "$y" = "$l" ]; then
z2=true
fi
done
if [ $z2 ]; then
echo "paket '$l' sudah terinstalasi"
else
echo "paket '$l' belum terinstalasi"
fi
done
fi
done
else
echo "jalankan perintah: cekDep [paket RPM]"
fi
Ketik skrip tersebut dengan menggunakan aplikasi teks editor, kemudian simpan dengan nama file "cekDep". Kemudian, ubah atributnya agar bisa dieksekusi dari konsol, dengan perintah:
# chmod +x cekDep
Kemudian, taruh file tersebut ke direktori /bin, agar bisa dijalankan dari mana saja:
# cp cekDep /bin/
Nah, sekarang jika ingin menginstalasi paket RPM, jalankan perintah:
# cekDep [paketRPM]
Maka, akan menghasilkan keluaran paket-paket dependensi dari paket RPM tersebut. Sekarang Anda bisa langsung mengetahui paket-paket dependensi apa saja yang diperlukan.
Skrip tersebut masih sederhana, jika ada yang mengembangkan menjadi lebih baik, bagi dong buat kita-kita!
Baca selengkapnya....


