Linux itu POWERFUL, beneran!
Akhir2 ini gw mengikuti training di Malaysia dan mereka menggunakan Apple TV sebagai layar presentasi. Secara kebanyakan dari mereka menggunakan laptop Apple untuk mengakses Apple TV tersebut. Dan gw pun bertanya2 (tsaah), masak sih Linux tidak mampu mengakses perangkat ini? tentunya itu adalah pertanyaan retorikal. :)
Sebelumnya, ada hal2 yang perlu dipersiapkan sebelumnya:
1. Pastikan Oracle Java sudah terinstalasi dengan benar. (langkah2nya bisa dibaca di sini)
2. Siapkan IP Address dari perangkat Apple TV
3. Download airplay.jar dari situs: https://code.google.com/p/open-airplay/
Kemudian, setelah semua tersebut siap, untuk mengakses perangkat Apple TV, tinggal membuka Terminal, lalu jalankan perintah:
$ java -jar airplay.jar -h [IP Address] -d
Apabila Apple TV dilengkapi sekuriti, jalankan perintah dengan:
$ java -jar airplay.jar -h [IP Address][:port] [-a password] -d
Perlu diketahui bahwa ini bukan sharing layar AirPlay sejati, tapi merupakan emulasi screenshot dari desktop yg dikirimkan ke perangkat Apple TV sebagai foto. Tapi tetep saja, keren kan!
Kita tunggu saja tool aplikasi AirPlay lainnya yg lebih baik.
referensi:
http://vadim-kirilchuk-linux.blogspot.com/2013/07/share-screen-to-appletv-from-linux.html
Baca selengkapnya....
Sensasi ketika menonton film bisa bikin kita menjadi sedih, senang, gembira, atau sampe tergila-gila. Tapi, nggak lah ya, jangan sampe segitunya. Yang normal-normal aja lah. Trus, sekarang ditambah lagi dengan fitur 3 Dimensi (3D), yg membuat gambar2 di film seakan2 terlihat timbul sehingga memberikan kesan 3 dimensi. Kalo inget kartu2 lebaran jaman dulu yg kalo dibuka langsung menjadi Masjid, nah kira2 begitulah penampilan film 3D ini, cuma jauuuh lebih canggih lagi (ya iyalah!! ngasih contoh kok gak paten).
Hanya saja, untuk menonton film 3D melalui komputer membutuhkan spesifikasi tinggi, terutama pada sisi VGA Card yang harus dilengkapi engine fitur 3D. Belum lagi ditambah dengan kacamata khusus. Sehingga, kebutuhan untuk memutar film 3D melalui komputer terasa mewah.
Tapi, itu dulu. Ternyata sekarang udah tidak lagi (berasa iklan). Software Bino memungkinkan pengguna PC dengan spesifikasi sedang, namun masih mumpuni, untuk memainkan film 3D.
Sebelumnya, bagaimana nih mengetahui bahwa film yg akan kita tonton merupakan untuk format 3D? Hmm, jika kamu pernah mendownload video/film dengan format ada dua gambar yg berdampingan, kanan-kiri atau atas-bawah, maka kemungkinan besar format video/film tersebut diperuntukkan sebagai film 3D. Contohnya bisa dilihat di bawah:
Nah, dengan player video normal, gambar yg dikeluarkan adalah seperti di atas, sehingga akan susah bagi kita untuk menikmatinya. Dengan menggunakan Bino, kedua gambar tersebut dikonversi menjadi berupa video stereoscopic 3D.
Software Bino bisa didownload melalui situs resminya di http://bino3d.org/. Namun, biasanya masing2 distro sudah menyediakan paket Bino dari masing2 repositorinya. Untuk memudahkan, gunakan GUI software center untuk menginstalasi paket Bino seperti Yast di openSUSE atau Synaptics di Ubuntu/Linux Mint.
Untuk memainkan film 3D, tinggal Open File(s) dan pilih file video yg dimaksud. Jika terdapat film subtitle terpisah, maka pilih keduanya: file video dan file subtitlenya secara bersamaan.
Kemudian, pada tampilan filmnya, ubah opsi Input di bagian bawah, menjadi yg sesuai dengan format file videonya. Kalau pada contoh diatas berarti pilih: Left/Right, Half Width.
Pada opsi Output, ubah sesuai dengan kacamata 3D yg digunakan. Kalau menggunakan kacamata 3D seperti dibawah ini, berarti menggunakan Output Red/cyan glasses, full collor.
Sekarang, tinggal duduk manis dan nikmati film 3D.
Jika, ingin lebih seru, tinggal melengkapi dengan kabel penghubung dari komputer ke TV, sehingga TV yg biasa pun disulap menjadi TV 3D. Tidak perlu membeli TV 3D. Asyik kan!?
Catatan:
Screenshoot diatas diambil dari film Wreck it Ralph
Baca selengkapnya....
Jika diperhatikan, akhir2 ini, paket2 Oracle Java (dulu Sun Java) sudah dihapus dari repositori2 distro2 Linux, seperti Ubuntu dan OpenSUSE. Hal ini terjadi karena perbedaan prinsip soal keterbukaan antara komunitas open source dengan pihak Oracle. Sebenarnya di setiap distro Linux sudah tersedia Java versi open (terbuka) yaitu OpenJDK, hanya saja masih banyak program2 Java yg ternyata masih belum kompatibel dengan OpenJDK ini, dan ini yg menjadi kendala. Sehingga, di sini Oracle Java masih dibutuhkan.
Oracle Java bebas untuk di download melalui situs Oracle di: http://www.oracle.com/technetwork/java/javase/downloads/index.html
Pilih versi yg diinginkan dan pilihlah paket tipe TAR.GZ. Di sini saya menggunakan JRE Java SE7u15 dan paket untuk Linux 64-bit. Letakkan hasil download dalam direktori Home Anda.
Selanjutnya sebagai superuser (username: root), lakukan langkah2:
# mkdir /opt/java# cd /opt/java# tar xzvf /home/wiryadi/jre-7u15-linux-x64.tar.gz# ln -s /opt/java/jre1.7.0_15 /opt/java/jre
langkah2 di atas memperlihatkan bahwa kita mengekstrak paket JRE tersebut ke directori /opt/java, sehingga akan muncul directori baru jre1.7.0_15, sehingga menjadi /opt/java/jre1.7.0_15, kemudian, dibuatkan softlink baru yg mengarah ke direktory baru tadi, dan dinamakan sebagai jre. Hal ini sangat berguna jika ingin mengupgrade ke Java versi baru. Karena tinggal mengubah arah softlink ke direktori Java yang baru.
Kemudian lakukan langkah2:
# cd /opt/java/jre/man/man1
# gzip java.1
# gzip javaws.1
# update-alternatives --install /usr/bin/java java /opt/java/jre/bin/java 1 --slave /usr/share/man/man1/java.1.gz java.1.gz /opt/java/jre/man/man1/java.1.gz
# update-alternatives --install /usr/bin/javaws javaws /opt/java/jre/bin/javaws 1 --slave /usr/share/man/man1/javaws.1.gz javaws.1.gz /opt/java/jre/man/man1/javaws.1.gz
lalu jalankan:
# update-alternatives --config java
# update-alternatives --config javaws
dari hasil output kedua perintah di atas, masukkan angka yg pada Path-nya menunjukkan direktori sesuai dengan lokasi instalasi JAVA yg sebelumya sudah dilakukan
kemudian buatlah dua file yg bernama java.sh dan java.csh, dan keduanya berisi
#!/bin/sh
JAVA_HOME=/opt/java/jre
JAVA_ROOT=/opt/java/jre
JRE_HOME=/opt/java/jre
JRE_ROOT=/opt/java/jre
export JAVA_HOME JAVA_ROOT JRE_HOME JRE_ROOT
PATH=$PATH:$JAVA_HOME/bin
export PATH
kemudian simpanlah kedua file tersebut dalam direktori /etc/profile.d/
yg dilakukan pada langkah2 tadi adalah mengkonfigurasi sistem Linux agar mengaktifkan binary Java dan manualnya. kemudian file java.sh dan java.csh itu dibuat karena banyak program2 Java yg masih mencari java melalui variabel environment JAVA_HOME, JRE_HOME dst.
Selanjutnya kita mengkonfigurasi sistem Linux untuk mengaktifkan plugin Java pada aplikasi2 browser
untuk Ubuntu dan Linux Mint 32-bit
# update-alternatives --install /usr/lib/mozilla/plugins/libjavaplugin.so mozilla-javaplugin.so /opt/java/jre/lib/i386/libnpjp2.so 1
untuk Ubuntu dan Linux Mint 64-bit
# update-alternatives --install /usr/lib/mozilla/plugins/libjavaplugin.so mozilla-javaplugin.so /opt/java/jre/lib/amd64/libnpjp2.so 1
untuk openSUSE 32-bit
# update-alternatives --install /usr/lib/browser-plugins/libnpjp2.so mozilla-javaplugin.so /opt/java/jre/lib/i386/libnpjp2.so 1
untuk openSUSE 64-bit
# update-alternatives --install /usr/lib64/browser-plugins/libnpjp2.so mozilla-javaplugin.so /opt/java/jre/lib/amd64/libnpjp2.so 1
Kemudian jalankan perintah
# update-alternatives --config mozilla-javaplugin.so
dari hasil output perintah di atas, masukkan angka yg pada Path-nya menunjukkan direktori sesuai dengan lokasi instalasi JAVA yg sebelumya sudah dilakukan
Terakhir, lakukan reboot.
Oracle Java sudah terinstalasi. Untuk mengetes apakah benar Java sudah terinstalasi dan berfungsi, lakukan percobaan:
1. Menampilkan versi Java
$ java -version
java version "1.7.0_15"
Java(TM) SE Runtime Environment (build 1.7.0_15-b03)
Java HotSpot(TM) 64-Bit Server VM (build 23.7-b01, mixed mode)
2. Tampilkan variabel JAVA
$ echo $JAVA_HOME
/opt/java/jre
3. Untuk plugin browser, dengan mengunjungi situs http://www.java.com/en/download/testjava.jsp
Semoga berhasil.
Baca selengkapnya....
Normalnya, ketika kita melakukan shutdown, komputer desktop/laptop kita akan padam (mati) pada akhirnya. Namun, jika ternyata komputer tidak ikut padam, itu yg jadi masalah.
Agar komputer kita padam pada di akhir proses shutdown, lakukan langkah2:
1. Jalankan program Terminal
1. Edit file /etc/default/grub dengan perintah:
sudo gedit /etc/default/grub
2. Cari baris yg bertuliskan:
GRUB_CMDLINE_LINUX_DEFAULT="quiet splash"
3. Ganti pada baris tersebut menjadi:
GRUB_CMDLINE_LINUX_DEFAULT="quiet splash acpi=force"
4. Simpan file tersebut.
5. Pada program Terminal, jalankan perintah
update-grub
6. Lakukan reboot.
Proses selesai. Sekarang komputer sudah ikut padam pada proses shutdown
Referensi:
http://askubuntu.com/questions/122933/dell-studio-1569-cannot-shutdown-in-ubuntu-11-10-or-12-04
Baca selengkapnya....
Saat ini, beberapa laptop baru dilengkapi dengan VGA card Optimus yg merupakan teknologi dari Nvidia. Pengertian sederhananya, pada laptop2 yg dilengkapi Optimus di dalamnya dilengkapi dua VGA card: Intel dan Nvidia, dengan Intel sebagai VGA default. Namun sayangnya Nvidia masih belum juga merilis driver Optimus untuk mendukung sistem operasi Linux. Makanya gak heran kalo sang pencipta Linux, Linus Torvalds tidak senang dgn support Nvidia yg sangat rendah terhadap Linux.
Karena belum adanya driver VGA Optimus, pengguna Linux bisa menggunakan aplikasi Bumblebee sebagai alternatif. Oke, kita langsung saja. Btw, disini diasumsikan bahwa Linux terkoneksi dengan Internet.
Ubuntu dan Linux Mint
Jalankan program Terminal dan jalankan langkah2:
sudo add-apt-repository ppa:bumblebee/stable
sudo apt-get update
sudo apt-get install bumblebee bumblebee-nvidia linux-headers-generic laptop-mode-tools
Selanjutnya lakukan reboot.
Setelah masuk lagi ke Linux, lakukan pengetesan dengan menjalankan perintah
1. Untuk mengetes driver VGA Intel
glxspheres
2. Untuk mengetes driver Nvidia
optirun glxspheres
Bisa terlihat bahkan jika menggunakan Nvidia, refresh rate-nya lebih tinggi dibandingkan Intel.
Jadi seterusnya jika ingin menjalankan aplikasi dengan menggunakan VGA Nvidia (biasanya terutama aplikasi2 game), gunakan perintah "optirun [aplikasi]", misalnya:
optirun firefox
Troubleshooting
Jika pada proses berikut2nya, apabila ketika menjalankan perintah "optirun" menampilkan output:
wiryadi@kASUS ~ $ optirun glxspheres
[ 1097.642988] [ERROR]The Bumblebee daemon has not been started yet or the socket path /var/run/bumblebee.socket was incorrect.
[ 1097.643067] [ERROR]Could not connect to bumblebee daemon - is it running?
Kemungkinan hal ini dikarenakan service bumblebeed belum aktif. Service tersebut bisa diaktifkan dengan menjalankan perintah:
sudo service bumblebeed start
Kemudian, lakukan testing kembali dengan menjalankan perintah optirun.
Jika masih gagal juga, lakukan langkah2
sudo apt-get install ppa-purge
sudo apt-get purge bbswitch-dkms bumblebee-nvidia
sudo apt-get install --reinstall linux-headers-generic
sudo apt-get install bbswitch-dkms bumblebee-nvidia
Kemudian lakukan reboot. Selanjutnya, aktifkan kembali service bumblebeed sebelum menjalankan perintah "optirun".
openSUSE
Lakukan langkah2:
1. Jakankan YaST, kemudian buka Software Repositories.
2. Pilih Community Repositories, trus NEXT
3. Pilih nVidia Graphics Drivers, kemudian OK
4. Klik OK.
5. Kembali ke tampilan YaST, buka Software Management.
6. Lakukan search dengan kata kunci "nvidia"
7. Instalasi paket-paket: nvidia-computeG02, nvidia-gfxG02-kmp-desktop, dan x11-video-nvidiaG02
8. Lakukan reboot.
9. Setelah openSUSE muncul kembali, jalankan browser dan buka situs http://software.opensuse.org/package/bumblebee
10. Klik pada versi openSUSE yg digunakan, dan klik pada tulisan "Show unstable packages".
11. Pilih paket yg sesuai keinginan di bawahnya, dan klik pada tulisan "1 Click Install"
12. Pada jendela notifikasi, pilih "Open with" YaST 1-Click Install, kemudian OK.
13. Selanjutnya Next hingga proses instalasi selesai.
14. Jalankan program Terminal, dan sebagai user root, jalankan perintah2:
mkdir -p /usr/lib64/nvidia/xorg/modules/updates/extensions
mv /usr/X11R6/lib64/libGL* /usr/lib64/nvidia/
mv /usr/lib64/xorg/modules/updates/extensions/libglx* /usr/lib64/nvidia/xorg/modules/updates/extensions/
mkdir -p /usr/lib/nvidia
mv /usr/X11R6/lib/libGL* /usr/lib/nvidia
15. Lakukan reboot.
Setelah masuk lagi ke Linux, lakukan pengetesan dengan menjalankan perintah
1. Untuk mengetes driver VGA Intel
glxspheres
2. Untuk mengetes driver Nvidia
optirun glxspheres
Jadi seterusnya jika ingin menjalankan aplikasi dengan menggunakan VGA Nvidia (biasanya terutama aplikasi2 game), gunakan perintah "optirun [aplikasi]", misalnya:
optirun firefox
Troubleshooting
Jika pada proses berikut2nya, optirun menampilkan error ketika dijalankan. Biasanya ini terjadi setelah melakukan upgrade kernel atau upgrade driver Nvidia. Maka lakukan kembali langkah ke-14 pada proses di atas, kemudian lakukan reboot. Setelah itu, optirun akan berjalan normal kembali.
Referensi:
https://wiki.ubuntu.com/Bumblebee
http://askubuntu.com/questions/202644/how-to-install-nvidia-optimus-driver-on-ubuntu-12-10
http://forums.opensuse.org/english/get-technical-help-here/how-faq-forums/unreviewed-how-faq/469419-opensuse-12-1-optimus-laptop.html
Baca selengkapnya....
Ubuntu merupakan distro Linux paling popular menurut situs DistroWatch. Dan nama Ubuntu bahkan sudah sangat dikenal, walaupun oleh orang-orang yang belum mencobanya sama sekali. Dan ketika ditanya mengenai Linux, nama Ubuntu bahkan lebih sering disebut pertama kali.
Kehadiran Ubuntu setiap enam (6) bulan sekali dan penamaan versinya ditulis berdasarkan bulan rilisnya, seperti: Ubuntu 8.04 (rilis tahun 2008 bulan 04) dan Ubuntu 9.10 (rilis tahun 2009 bulan 10). Dan seperti hal-hal lainnya, setiap kehadiran versi terbaru, banyak fitur yang ditawarkan, tapi lebih banyak lagi harapan yang diminta penggunanya. Namun, dalam hal ini aku tidak ingin menyebutkan fitur-fitur apa aja yang ditawarkan. Kamu bisa membacanya dari situs-situs lain yang membahas Ubuntu 9.10 ini.
Satu fitur yang (anehnya) hilang dari Ubuntu 9.10 adalah pengenalan modem 3g. Padahal, pada versi sebelumnya, Ubuntu 9.04, modem 3g langsung dikenali dan langsung dapat digunakan untuk koneksi Internet. Walaupun aku rada terganggu dengan notifikasi-notifikasi deteksi modem 3g yang selalu muncul, walaupun padahal sebelumnya sudah dikonfigurasi.
Nah, di versi terbaru ini, modem 3g kembali dikenali sebagai storage USB alias flash disk, bukannya sebagai modem 3g. Agar, modem 3g ini kembali dikenali sebagai modem 3g, kamu bisa melakukan langkah-langkah seperti yang sudah aku bahas pada blog aku sebelumnya.
Btw, kalo ada berita pasti soal BUG ini, akan aku coba bahas di part 2. ;)
Baca selengkapnya....
Menambahkan font-font baru tidak susah kok di Linux. Dan Linux hampir kompatibel dengan semua font-font Windows, seperti font-font berekstensi '.ttf' dan '.otf', kecuali untuk font postscript, Linux menggunakan ekstensi '.afm', berbeda dengan Windows yang menggunakan ekstensi '.pfm'.
Lalu bagaimana cara menambahkan font-font baru tersebut?
Pertama, buka aplikasi file manager Anda dan aktiflah dalam direktori Home Anda.
Aktifkan opsi untuk melihat direktori/file yang tersembunyi.
Periksa apakah direktori '.fonts' (perhatikan! tulisannya: 'titik-f-o-n-t-s') sudah tersedia di Home Anda. Jika direktori tersebut belum tersedia, buatlah direktori baru dengan nama '.fonts'
Nah, sekarang salin file-file font yang ingin ditambahkan ke dalam direktori '.fonts' tersebut.
Font-font yang disalin bisa juga diatur ke dalam direktori-direktori dari masing-masing font tersebut, misalkan font-font berekstensi .ttf dikumpulkan ke dalam direktori 'ttf' dan font-font berekstensi 'otf' dikumpulkan ke dalam direktori 'otf', kemudian kedua direktori tersebut disalin ke dalam direktori '.fonts'. Linux akan tetap bisa membacanya sebagai satu kesatuan.
Selesai.
Ingin melakukan dengan command line?
Buka aplikasi terminal.
Periksa apakah direktori '.fonts' sudah tersedia di direktori Home Anda
$ cd ~
$ ls .fonts
Jika belum tersedia, buatlah direktori tersebut
$ mkdir .fonts
Salin file-file font yang Anda miliki ke dalam direktori '.fonts'
$ cp -r /direktori/asal/font-font/* .fonts/
Sekarang, untuk memeriksa font-font yang sudah terinstalasi di user Anda, dari file manager, buka alamat 'fonts:/'.
Mudah bukan!
Baca selengkapnya....
Seringkali jika kita berselancar Internet, namun ternyata browser kita belum dilengkapi plug-in yang dibutuhkan oleh situs yang kita kunjungi. Untuk mengetahui plug-in apa saja yang sudah terinstalasi ke browser Anda, pada kolom alamat di browser, ketikkan "about:plugins". Maka, akan menampilkan berbagai plug-in yang sudah terinstalasi untuk browser Anda.
Di sini kita akan membahas langkah-langkah instalasi beberapa plug-in populer untuk browser di Linux. Akan tetapi, plug-in yang dibahas di sini hanya akan aktif pada user Anda saja, bukan untuk semua user. Penjelasan pengaturan untuk semua user akan Anda temui di akhir artikel.
Sebagai langkah awal, buatlah direktori .mozilla/plugins di direktori Home Anda. Caranya:
$ cd ~
$ mkdir .mozilla
** Jika muncul keluaran "...File exists", maka direktori tersebut sudah tersedia.
$ mkdir .mozilla/plugins
** Jika muncul keluaran "...File exists", maka direktori tersebut sudah tersedia.
Plug-in Macromedia(R) Flash(R) Player
Download plug-in Flash player untuk Linux yang dapat diperoleh di situs: http://macromedia.mplug.org/
Saya menyarankan Anda untuk mendownload paket "Generic .tar.gz". Setelah di download, instalasi paket flash-plugin dengan langkah-langkah (tidak harus root):
$ tar xzvf install_flash_player_7_linux.tar.gz -C ~
$ cd ~/install_flash_player_7_linux/
$ cp flashplayer.xpt libflashplayer.so ~/.mozilla/plugins/
Sekarang, plugin Flash sudah terinstalasi di browser Anda. Coba diuji dengan mengunjungi situs-situs yang menggunakan script Flash.
Plug-in Sun(R) Java(R)
Pertama, kita menginstalasi paket JDK 5.0 Update x (huruf "x" disitu adalah urutan update paket yang sudah terjadi). Paket ini bisa diperoleh di situs http://java.sun.com/j2se/1.5.0/download.jsp
Saya menyarankan untuk mendownload paket "Linux self-extracting file" yang berupa file "jdk-1_5_0_0x-linux-i586.bin" adalah . Setelah didownload, kita instalasi paket tersebut dengan (INGAT! Ganti huruf "x" di bawah sesuai dengan update paket JDK yang Anda download):
$ su
Password: **masukkan password root
# mkdir /usr/java
# cp jdk-1_5_0_0x-linux-i586.bin /usr/java/
# cd /usr/java/
# sh jdk-1_5_0_0x-linux-i586.bin
** Jawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul dengan "Yes"
Kemudian setelah terinstalasi, Buatlah file teks yang berisi:
JAVA_HOME=/usr/java/jdk1.5.0_0x
PATH=$JAVA_HOME/bin:$PATH
Simpan file tersebut dengan nama "java.sh", kemudian salin file tersebut ke direktori /etc/profile.d
# cp java.sh /etc/profile.d/
# chmod 755 /etc/profile.d/java.sh
Sekarang kita akan menginstalasi plug-in Java ke browser dengan langkah-langkah (sebagai user Anda):
$ cd ~/.mozilla/plugins/
$ ln -s /usr/java/jdk1.5.0_06/jre/plugin/i386/ns7/libjavaplugin_oji.so
Nah, plugin Java sudah terinstalasi pada browser Anda. Coba periksa dengan mengetikkan alamat "about:plugins" di browser Anda. Atau jika Anda sedang on-line, cek plug-in Java di browser Anda dengan mengunjungi situs: http://www.java.com/en/download/help/testvm.xml
Plug-in PDF Acrobat(R) Reader(R)
Download paket Acrobat Reader untuk Linux di situs: http://www.adobe.com/products/acrobat/readstep2.html
Anda bisa memilih untuk mendownload paket RPM atau tar.gz.
Sebelum Anda menginstalasi paket Acrobat Reader, pastikan Linux Anda sudah menginstalasi paket 'libstdc++'. Untuk pengguna SUSE Linux, Anda busa menginstalasinya melalui YaST, sedangkan pengguna Fedora Core, Anda bisa menginstalasi paket compat-libstdc++-33-x.y.z.i386.rpm yang ada di CD/DVD instalasi Fedora Core.
Setelah Anda mendownload paket RPM, instalasi paket tersebut dengan perintah (sebagai root):
# rpm -Uvh AdobeReader_enu-7.0.x.i386.rpm
Jika Anda memilih paket tar.gz dengan langkah-langkah (sebagai root):
# tar xzvf AdobeReader_enu-7.0.5-1.i386.tar.gz
# cd AdobeReader/
# ./INSTALL
** Tekan [Enter] untuk setiap pertanyaan untuk instalasi default
** Pada pertanyaan "Do you want to install the browser plugin ?" jawab saja dengan "n"
Setelah proses instalasi berhasil, instalasi plug-in PDF dengan menjalankan perintah (sebagai user Anda):
$ cd ~/.mozilla/plugins/
$ ln -s /usr/local/Adobe/Acrobat7.0/Browser/intellinux/nppdf.so
Plug-in Acrobat Reader sudah terinstalasi. Buktikan dengan mengetikkan alamat "about:plugins" di browser Anda.
Plug-in Real(R)Player
Dapatkan paket RealPlayer untuk Linux di situs http://www.real.com/linux
Anda bisa memilih dua jenis paket instalasi, yaitu RPM dan installer (bin). Jika Anda mendownload paket RPM, instalasi paket tersebut dengan perintah (sebagai root):
# rpm -Uvh RealPlayer10GOLD.rpm
Jika Anda mendownload paket installer (bin), lakukan langkah-langkah (sebagai root):
# chmod 755 RealPlayer10GOLD.bin
# ./RealPlayer10GOLD.bin
** Tekan [Enter] untuk setiap pertanyaan yang muncul, untuk proses instalasi default.
** Kecuali pada pertanyaan "Enter the complete path..." isilah dengan "/usr/local/RealPlayer".
Proses instalasi sudah selesai. Sekarang kita menginstalasi plug-in RealPlayer dengan langkah-langkah (sebagai user Anda):
$ cd ~/.mozilla/plugins/
$ ln -s /usr/local/RealPlayer/mozilla/nphelix.so
$ ln -s /usr/local/RealPlayer/mozilla/nphelix.xpt
Nah, sekarang browser Anda sudah dilengkapi dengan plug-in RealPlayer
Proses Instalasi Plug-in Untuk Semua User
Jika langkah-langkah di atas hanya menginstalasi plug-in untuk satu user saja, maka untuk menginstalasi plug-in untuk semua user, pertama siapkan direktori untuk plug-in (sebagai root):
# mkdir /usr/lib/mozilla
** Jika muncul keluaran "...File exists", maka direktori tersebut sudah tersedia.
# mkdir /usr/lib/mozilla/plugins
** Jika muncul keluaran "...File exists", maka direktori tersebut sudah tersedia.
Nah, sekarang lakukan langkah-langkah instalasi plug-in seperti di atas, hanya saja plug-in-nya diinstalasi ke direktori "/usr/lib/mozilla/plugins"
Demikian langkah-langkah instalasi berbagai plug-in di Linux. Semoga berguna...
Baca selengkapnya....


