Pengikut Blog

Terakhir aku membahas soal WLAN Card Broadcom BCM43xx adalah dengan menggunakan distro openSUSE, kali ini aku membahas bagaimana menginstalasi driver WLAN Card ini pada distro lainnya (Fedora, Mandriva, dll).

Pertama kali, pastikan Anda login sebagai root.

Kemudian yang harus dilakukan adalah menginstalasi paket bcm43-fwcutter (atau b43-fwcutter pada beberapa distro).

Bagaimana memastikan paket ini sudah terinstalasi?

Sebagai user "root", coba pada terminal jalankan perintah "bcm43-fwcutter" atau "b43-fwcutter". contohnya:
# bcm43-fwcutter
bcm43-fwcutter version FWCUTTER_VERSION_

A tool to extract firmware for a Broadcom 43xx device
from a proprietary Broadcom 43xx device driver file.

Usage: bcm43-fwcutter [OPTION] [proprietary-driver-file]
--unsupported Allow working on extractable but unsupported drivers
-l|--list List supported driver versions
-i|--identify Only identify the driver file (don't extract)
-w|--target-dir DIR Extract and write firmware to DIR
-v|--version Print bcm43-fwcutter version
-h|--help Print this help

Example: bcm43-fwcutter -w /lib/firmware wl_apsta.o
to extract the firmware blobs from wl_apsta.o and store
the resulting firmware in /lib/firmware

jika menghasilkan keluaran seperti di atas, maka paket tersebut sudah terinstalasi. Kalau belum, coba instalasi dari DVD/CD instalasi Anda.

Setelah terinstalasi, download paket broadcom-wl-4.80.53.0.tar.bz2. letakkan file tersebut pada direktori Home Anda.

Seusai mendownload paket tersebut, buka program Terminal dan lakukan langkah2:
# tar xjvf broadcom-wl-4.80.53.0.tar.bz2
# bcm43-fwcutter -w /lib/firmware/ broadcom-wl-4.80.53.0/kmod/wl_apsta.o
# bcm43-fwcutter -w /lib/firmware/ broadcom-wl-4.80.53.0/kmod/wl_apsta_mimo.o

Usai menjalankan langkah-langkah tersebut, sekarang konfigurasi WLAN Card Anda, karena langkah-langkah instalasi firmware driver WLAN Card Anda sudah selesai.

Kalau ternyata masih belum berfungsi, coba restart laptop atau desktop Anda untuk berjaga-jaga.

Selamat mencoba!

Baca selengkapnya....

, , , , , , | | edit post

Paket Instalasi di Linux (bagian 1)

Ditulis oleh Wiryadi 2009/11/11 0 komentar

Bagi seorang pemula di Linux, salah satu permasalahan yang selalu dihadapi adalah susahnya menginstalasi software di Linux. Memang menginstalasi program di Linux tidak semuanya semudah Windows. Ketika di Windows, jenis-jenis paket instalasi program biasanya berupa format file EXE atau MSI, dan untuk melakukan instalasi, kita tinggal melakukan klik-2-kali pada program yang ingin diinstalasi dan voila... program sudah terinstalasi.

Sedangkan di Linux, paket instalasi ada berbagai macam, yaitu:
- DEB : dikhususkan untuk pengguna Linux Debian, Mepis, Ubuntu, Kubuntu, Xubuntu, Edubuntu.
- RPM : dikhususkan untuk pengguna Linux Red Hat, Fedora, CentOS, Mandriva, SUSE.
- BIN : untuk semua jenis Linux (proses instalasi tinggal melakukan klik-2-kali).
- RUN : untuk semua jenis Linux (proses instalasi tinggal melakukan klik-2-kali).
- SH : untuk semua jenis Linux (proses instalasi tinggal melakukan klik-2-kali).
- TAR.GZ : paket kode sumber program.
- TAR.BZ2 : paket kode sumber program.

Saya sendiri, walaupun sudah lama berkecimpung di Linux, sempat bingung dengan pesan error ketika menginstalasi opera di Mandriva 2010 ini (lihat gambar di bawah).



Setelah berusaha mencari-cari solusi di Internet dan ternyata belum menemukan jawaban yang memuaskan juga. Akhirnya saya mencoba mendownload kembali paket Opera. Dan ketika melakukan instalasi paket Opera kembali. Dan berhasil!

Dan ternyata permasalah itu timbul karena paket Opera sebelumnya belum terdownload secara penuh. Tentu saja proses instalasi gak akan berhasil. Pyuh!!

Nah, pembahasan instalasi di Linux memang menarik. Pembahasan selanjutnya, saya akan membahas masing-masing format paket di atas.

Semoga membantu.

Baca selengkapnya....

, , , , , , , , , , , | | edit post

Ubuntu 9.10 Karmic Koala (part 1)

Ditulis oleh Wiryadi 2009/11/02 0 komentar

Ubuntu merupakan distro Linux paling popular menurut situs DistroWatch. Dan nama Ubuntu bahkan sudah sangat dikenal, walaupun oleh orang-orang yang belum mencobanya sama sekali. Dan ketika ditanya mengenai Linux, nama Ubuntu bahkan lebih sering disebut pertama kali.

Kehadiran Ubuntu setiap enam (6) bulan sekali dan penamaan versinya ditulis berdasarkan bulan rilisnya, seperti: Ubuntu 8.04 (rilis tahun 2008 bulan 04) dan Ubuntu 9.10 (rilis tahun 2009 bulan 10). Dan seperti hal-hal lainnya, setiap kehadiran versi terbaru, banyak fitur yang ditawarkan, tapi lebih banyak lagi harapan yang diminta penggunanya. Namun, dalam hal ini aku tidak ingin menyebutkan fitur-fitur apa aja yang ditawarkan. Kamu bisa membacanya dari situs-situs lain yang membahas Ubuntu 9.10 ini.


Satu fitur yang (anehnya) hilang dari Ubuntu 9.10 adalah pengenalan modem 3g. Padahal, pada versi sebelumnya, Ubuntu 9.04, modem 3g langsung dikenali dan langsung dapat digunakan untuk koneksi Internet. Walaupun aku rada terganggu dengan notifikasi-notifikasi deteksi modem 3g yang selalu muncul, walaupun padahal sebelumnya sudah dikonfigurasi.

Nah, di versi terbaru ini, modem 3g kembali dikenali sebagai storage USB alias flash disk, bukannya sebagai modem 3g. Agar, modem 3g ini kembali dikenali sebagai modem 3g, kamu bisa melakukan langkah-langkah seperti yang sudah aku bahas pada blog aku sebelumnya.

Btw, kalo ada berita pasti soal BUG ini, akan aku coba bahas di part 2. ;)

Baca selengkapnya....

, , , , , , | | edit post

Sebenarnya sudah lama saya ingin membuat artikel ini, namun karena banyaknya artikel serupa membuat saya menunda-nunda penulisan. karena, menurut saya, buat apa menulis hal yang sama, padahal hal yang sama sudah banyak dibahas di berbagai blog di Internet. Dan salah satu kelebihan blog-blog Indonesia adalah menulis hal-hal yang sama, bahkan hanya mengartikan artikel orang lain, tanpa menuliskan referensi... *sighs*


Pengguna modem 3G di Indonesia udah semakin banyak. bahkan, hampir di setiap lokasi di Jakarta, kita bisa melihat para pengguna modem 3G. Well, Internet sudah menjadi kebutuhan penting, bro. Ini bukan lagi tahun 1990an.

Sayangnya, modem-modem 3G yang ditawarkan tidak ada, setidaknya hingga tulisan ini dibuat, belum ada operator yang menyertakan panduan penggunaannya di Linux/Unix. INI DISKRIMINASI!!

Nah, proses yang bisa dilakukan:

*Sebelumnya, dalam artikel ini, modem 3G yang saya gunakan adalah ZTE MF622 dari Indosat M2.*

Pastikan sistem Linux Anda sudah terinstalasi paket libusb-devel atau libusb-dev untuk pengguna berbasis Debian (seperti Ubuntu, SimplyMEPIS, Freespire, dll).

Download paket usb_modeswitch melalui situs resminya di http://www.draisberghof.de/usb_modeswitch/ atau download langsung DI SINI

Paket ini berfungsi men-disable fungsi storage pada modem 3G, kemudian mengaktifkan fungsi modem.
Pada saat tulisan ini dibuat, versi paket usb_modeswitch yang terbaru adalah usb_modeswitch-0.9.6.

Setelah paket tersebut didownload, melalui Terminal/Command Line, lakukan langkah-langkah:

Masuk ke direktori tempat paket usb_modeswitch didownload, ekstrak paket usb_modeswitch-0.9.6.tar.bz2 dengan:

# tar xjvf usb_modeswitch-0.9.6.tar.bz2

Masuk ke direktori hasil ekstraksi

# cd usb_modeswitch-0.9.6/

Lakukan kompilasi agar binary "usb_modeswitch" sesuai dengan arsitektur sistem Linux yang kita gunakan.

# ./compile.sh

Copy file binary "usb_modeswitch" hasil kompilasi barusan ke direktori /sbin

# cp usb_modeswitch /sbin/

Sekarang, edit file "usb_modeswitch.conf" yang ada di dalam direktori yang sama. Carilah bagian yang sesuai dengan merk dan tipe modem 3G yang Anda gunakan. Misalnya, saya menggunakan ZTE MF622, maka, di dalam file "usb_modeswitch.conf" Anda akan menemukan bagian:

########################################################
# ZTE MF622 (aka "Onda MDC502HS")
#
# Contributor: "andylog"

;DefaultVendor= 0x19d2
;DefaultProduct= 0x2000

;TargetVendor= 0x19d2
;TargetProduct= 0x0002

;MessageEndpoint=0x04
;MessageContent="55534243f8f993882000000080000a85010101180101010101000000000000"

Hilangkan tanda ";" di setiap baris tersebut untuk mengaktifkan modem 3G Anda, sehingga menjadi

########################################################
# ZTE MF622 (aka "Onda MDC502HS")
#
# Contributor: "andylog"

DefaultVendor= 0x19d2
DefaultProduct= 0x2000

TargetVendor= 0x19d2
TargetProduct= 0x0002

MessageEndpoint=0x04
MessageContent="55534243f8f993882000000080000a85010101180101010101000000000000"

Simpan file tersebut, lalu copy file konfigurasi "usb_modeswitch.conf" ke direktori /etc

# cp usb_modeswitch.conf /etc/

Sekarang, buatlah file text yang berisi:

#!/bin/sh
sh -c "sleep 4; /sbin/usb_modeswitch" &
exit 0

Simpan file tersebut dengan nama "mydevice_switch.sh" dan simpan dalam direktori /sbin

Ubah atribut file mydevice_switch.sh tersebut agar bisa dieksekusi dengan perintah:

# chmod +x /sbin/mydevice_switch.sh

Selanjutnya, kembali buat file teks yang berisi:

ACTION!="add", GOTO="ZTE_End"

# Is this the ZeroCD device?
SUBSYSTEM=="usb", SYSFS{idProduct}=="2000",
SYSFS{idVendor}=="19d2", GOTO="ZTE_ZeroCD"

# Is this the actual modem?
SUBSYSTEM=="usb", SYSFS{idProduct}=="0001",
SYSFS{idVendor}=="19d2", GOTO="ZTE_Modem"

LABEL="ZTE_ZeroCD"
# This is the ZeroCD part of the card, remove
# the usb_storage kernel module so
# it does not get treated like a storage device
RUN+="/sbin/mydevice_switch.sh"

LABEL="ZTE_Modem"
# This is the Modem part of the card, let's
# load usbserial with the correct vendor
# and product ID's so we get our usb serial devices
RUN+="/sbin/modprobe usbserial vendor=0x19d2 product=0x0001",
# Make users belonging to the dialout group
# able to use the usb serial devices.
MODE="660", GROUP="dialout"

LABEL="ZTE_End"

Simpan file tersebut dengan nama "15-zte-mf622.rules" dan simpan ke dalam direktori /etc/udev/rules.d.

Atau, jika Anda malas membuat kedua file "mydevice_switch.sh" dan "15-zte-mf622.rules" tersebut, Anda bisa lebih cepat dengan mendonwload [[ FILE zte-mf622.tar.bz2 INI ]].

Setelah file tersebut didownload, dalam direktori yang sama, jalankan perintah:

# tar xjvf zte-mf622.tar.bz2 -C /

Sekarang, kita memasuki tahap terakhir. Yaitu, konfigurasi tool koneksi yang akan digunakan.

Saya sendiri menyukai menggunakan tool koneksi wvdial, karena saya rasa tool ini lebih mudah dan simpel.

Pertama, pastikan paket wvdial sudah terintalasi di sistem Linux Anda. Kemudian, edit file "wvdial.conf" yang terdapat dalam direktori /etc.

Tambahkan pada bagian akhir, baris-baris:

[Dialer im2]
Init1 = ATZ
Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2
Init3 = AT+CGDCONT=1,"IP","indosatm2"
Baud = 460800
Modem Type = USB Modem
Stupid mode = yes
Modem = /dev/ttyUSB0
Phone = *99#
ISDN = 0
Username = XXXXX
Password = YYYYY

*Ganti bagian "XXXXX" dan "YYYYY" sesuai dengan info koneksi Anda. Terakhir, simpan file tersebut.

Dan langkah-langkah proses konfigurasi modem 3G Anda sudah selesai. Sekarang Anda bisa melakukan koneksi dengan memasang modem 3G Anda ke port USB, tunggu hingga 4 detik, hingga lampu indikator modem Anda berkedip, kemudian jalankan perintah:

# wvdial im2

Setelah keluaran seperti pada gambar di bawah ini

Anda sudah siap berselancar di dunia Internet. :)

Baca selengkapnya....

, , , , , , | | edit post

Dikebanyakan varian Linux, khususnya yang free, (wireless) wlan card type Broadcom BCM43xx belum dapat berfungsi dengan baik pada komputer desktop atau laptop. Misalnya pada laptop yang saya gunakan, Dell Vostro 1400. *bukan bermaksud ngiklan, tapi karena saya cuman punya satu laptop dan tipenya Dell Vostro 1400... jadi curhat*

Memeriksa apakan sistem menggunakan wlan card Broadcom bcm43xx di Linux dengan perintah "lspci"

Untuk memungsikan wlan type ini di linux, Anda tinggal melakukan langkah-langkah:

Instalasi paket b43-fwcutter (ada distro yang menamakannya dengan bcm43-fwcutter --seperti pada Fedora). Paket ini bisa diperoleh [[ di sini ]]

Bagi pengguna openSUSE, pastikan paket b43-fwcutter sudah terinstalasi di sistem Anda dengan (Terminal):
# rpm -qa | grep b43-fwcutter

sedangkan pengguna Fedora, pastikan dengan perintah (Terminal):
# rpm -qa | grep bcm43-fwcutter

Gunakan tool-tool manajemen paket, seperti YaST si openSUSE, untuk mempermudah proses paket Anda.

Jika paket tersebut belum terinstalasi, Anda bisa menginstalasinya langsung dari DVD instalasi. Karena, paket "b43-fwcutter" biasanya sudah tersedia di DVD instalasi.

Setelah paket tersebut terinstalasi, sekarang koneksikan komputer Anda ke Internet. Kemudian, dari Terminal, jalankan perintah:
# install_bcm43xx_firmware


Perintah tersebut akan otomatis menginstalasi firmware untuk wlan broadcom 43xx agar bisa berfungsi di Linux.

Sekarang Anda sudah dapat mengkonfigurasi wlan broadcom 43xx Anda.

Baca selengkapnya....

, , , , , , | | edit post

Saya baru saja mencoba OpenSUSE 11.1. Dan hasilnya saya sangat puas dengan distro ini. Soalnya beberapa hal yang saya rasa kurang diversi sebelumnya (OpenSUSE 11.0), di sini sudah diperbaiki. Nah, OpenSUSE merupakan salah satu distro Linux major (baca: besar) dan salah satu distro yang selalu berusaha memberikan yang terbaik buat penggunanya. Tapi, tidak ada produk yang sempurna, karena masih buatan manusia, ya kan?
Nah, salah satu masalah yang sering muncul pada seri-seri distro OpenSUSE adalah hilangnya suara, padahal indikator analyzer suara memperlihatkan ada suara (gambar di bawah memperlihatkan program XMMS yang seakan-akan mengeluarkan suara)


Beberapa solusi banyak di berikan di Internet, dengan keyword "opensuse no sound" melalui paman Google, akan menampilkan banyak solusi.

Saya di sini hanya menampilkan solusi yang mudah, karena tidak semua user nyaman dengan command line, jadi akan saya pandu dengan gambar.

Solusinya:

Buka tool YaST (biasanya melalui Programs -> YaST)

Pada window YaST, pilih tabulasi "Hardware" -> "Sound".


Setelah muncul window Sound Configuration, akan terlihat model soundcard komputer Anda. Klik tombol "Edit" di bagian bawah.


Pada windows selanjutnya, pilih opsi "Use the given board model...", kemudian klik "Edit".


Nah, ini bagian yang butuh trik, karena Anda mesti melakukan "coba-coba". Ada banyak pilihan yang bisa diisikan di sini, yaitu: 3stack, 5stack, 6stack, dell-3stack, laptop-eapd dan lain-lain.

Daftar pilihan model bisa dilihat di situs ==>> Konfigurasi ALSA. (Lihat pada bagian "Module snd-hda-intel").

Saya menggunakan Laptop Dell Vostro 1400, dan model yang berhasil buat Laptop saya adalah dell-3stack (lihat pada gambar).

Nah, setelah mengisi model yang sesuai, klik tombol "Ok", kemudian "Next", kemudian "OK".

Setelah keluar dari windows Sound Configuration, restart OpenSUSE Anda.

Kemudian, coba kembali program audio Anda. Jika masih belum mengeluarkan suara, coba kembali dengan model lain. Model yang saya contohkan di atas adalah model-model yang sering digunakan.

Semoga sukses!

Baca selengkapnya....

, , | | edit post

Kemunculan Ubuntu 8.04 "Hardy Heron" tentu menggembirakan pada pengguna Ubuntu seluruh dunia. Karena Ubuntu secara default memiliki performa yang lebih baik dibandingkan distro-distro lainnya dan selalu menawarkan hal-hal baru. Selain itu, Ubuntu sangat mudah digunakan. Serius! Terutama proses instalasi, karena hal ini yang biasanya ditakuti oleh pengguna Linux pemula. Karena, salah sedikit dalam proses instalasi, data2 pada partisi lainnya bisa lenyap!! Nah, Ubuntu tampaknya memberikan kemudahan dalam hal ini, jadi pengguna tidak perlu takut.

Nah, walaupun begitu, ada beberapa masalah di Ubuntu. Saya mencoba membahas semuanya, tapi secara bertahap. Kali ini saya ingin membahas mengenai masalah Modem berjenis Conexant HSF yang tidak bisa aktif secara mulus di Ubuntu 8.04. Modem berjenis Conexant biasanya terdapat pada laptop-laptop, misalnya pada laptop yang saya gunakan, yaitu Dell Vostro 1400.

Ok, pertama kali Anda harus terhubung dengan Internet agar memperlancar proses. Kemudian jalankan program "Terminal".

Dari Terminal, jalankan perintah (Pilih "Y" untuk setiap pertanyaan):

apt-get update

apt-get install build-essential linux-source

Sekarang donwload paket alsa-driver untuk mendukung driver modem Conexant HSF dengan meng-klik di [[ SINI ]] atau jalankan perintah:

wget http://www.linuxant.com/alsa-driver/alsa-driver-linuxant_1.0.16.1-1_all.deb

Setelah download selesai, install paket alsa-driver ini dengan:

dpkg -i alsa-driver-linuxant_1.0.16.1-1_all.deb

Kemudian, download paket driver Modem Conexant HSF dengan meng-klik di [[ SINI ]] atau jalankan perintah:

wget http://www.linuxant.com/drivers/hsf/full/archive/hsfmodem-7.68.00.09full/hsfmodem_7.68.00.09full_i386.deb.zip

Lakukan ekstrak file kompressi dengan:

unzip hsfmodem_7.68.00.09full_i386.deb.zip

Sekarang lakukan instalasi paket driver dengan:

dpkg -i hsfmodem_7.68.00.09full_i386.deb


-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

UPDATE

Ternyata Dell telah merilis driver modem conexant yang lebih simple, sehingga langkah-langkah yang dilakukan bisa lebih singkat.

Pertama, download drivernya dengan meng-klik di [[ SINI ]] atau dengan menjalankan perintah:

wget http://linux.dell.com/files/ubuntu/hardy/modem-drivers/hsf/hsfmodem_7.68.00.09oem_i386.deb

Kemudian, install drivernya dengan perintah:

dpkg -i hsfmodem_7.68.00.09oem_i386.deb

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-


Proses instalasi sudah selesai. Restart Ubuntu untuk mengaktifkan modul driver Modem Conexant.

Setelah masuk kembali ke sistem Ubuntu, untuk mengetes apakah modem sudah dapat digunakan, jalankan perintah:

wvdialconf test

jika pada keluaran terakhir terdapat kalimat:

...
Modem configuration written to test.
ttySHSF0: Speed 460800; init "ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0"
...

Maka, modem sudah aktif. Selamat mencoba!

Baca selengkapnya....

, | | edit post



Anda telah meletakkan sebuah file, namun lupa direktori letaknya di mana? Atau Anda ingin cepat menemukan file atau direktori tertentu?

Pertama, tentukan dulu apakah jenis yang dicari, apakah file atau direktori. Kemudian, tentukan kata kunci yang diinginkan.
Misalnya Anda ingin mencari file dengan kata kunci “mp3”, gunakan perintah:
$ find /mnt/data/ -type f -name *mp3*

Karena, perintah find bersifat case sensitif, maka file-file yang mengandung kata MP3, Mp3, atau mP3 tidak akan ditampilkan pada keluaran perintah tersebut.
Untuk mengakali hal-hal yang berbau case-sensitif ini, gunakan regular expression.
Misalnya Anda ingin mencari direktori yang mengandung kata “no”, “NO”, “No”, dan “nO” dalam direktori /mnt/data, Gunakan perintah:
$ find /mnt/data/ -type d -name *[N,n][O,o]*

Jika Anda ingin mencari file yang mengandung kata-kata tersebut, gunakan perintah:
$ find /mnt/data/ -type f -name *[N,n][O,o]*

Jika Anda ingin mencari keduanya, gunakan perintah
$ find /mnt/data/ -name *[N,n][O,o]*

Mudah bukan!

Baca selengkapnya....

, , | | edit post

Menginstalasi Fonts Baru

Ditulis oleh Wiryadi 2006/05/02 0 komentar


Menambahkan font-font baru tidak susah kok di Linux. Dan Linux hampir kompatibel dengan semua font-font Windows, seperti font-font berekstensi '.ttf' dan '.otf', kecuali untuk font postscript, Linux menggunakan ekstensi '.afm', berbeda dengan Windows yang menggunakan ekstensi '.pfm'.

Lalu bagaimana cara menambahkan font-font baru tersebut?
Pertama, buka aplikasi file manager Anda dan aktiflah dalam direktori Home Anda.
Aktifkan opsi untuk melihat direktori/file yang tersembunyi.
Periksa apakah direktori '.fonts' (perhatikan! tulisannya: 'titik-f-o-n-t-s') sudah tersedia di Home Anda. Jika direktori tersebut belum tersedia, buatlah direktori baru dengan nama '.fonts'
Nah, sekarang salin file-file font yang ingin ditambahkan ke dalam direktori '.fonts' tersebut.
Font-font yang disalin bisa juga diatur ke dalam direktori-direktori dari masing-masing font tersebut, misalkan font-font berekstensi .ttf dikumpulkan ke dalam direktori 'ttf' dan font-font berekstensi 'otf' dikumpulkan ke dalam direktori 'otf', kemudian kedua direktori tersebut disalin ke dalam direktori '.fonts'. Linux akan tetap bisa membacanya sebagai satu kesatuan.
Selesai.

Ingin melakukan dengan command line?
Buka aplikasi terminal.
Periksa apakah direktori '.fonts' sudah tersedia di direktori Home Anda
$ cd ~
$ ls .fonts

Jika belum tersedia, buatlah direktori tersebut
$ mkdir .fonts

Salin file-file font yang Anda miliki ke dalam direktori '.fonts'
$ cp -r /direktori/asal/font-font/* .fonts/


Sekarang, untuk memeriksa font-font yang sudah terinstalasi di user Anda, dari file manager, buka alamat 'fonts:/'.
Mudah bukan!

Baca selengkapnya....

, | | edit post


Seringkali jika kita berselancar Internet, namun ternyata browser kita belum dilengkapi plug-in yang dibutuhkan oleh situs yang kita kunjungi. Untuk mengetahui plug-in apa saja yang sudah terinstalasi ke browser Anda, pada kolom alamat di browser, ketikkan "about:plugins". Maka, akan menampilkan berbagai plug-in yang sudah terinstalasi untuk browser Anda.

Di sini kita akan membahas langkah-langkah instalasi beberapa plug-in populer untuk browser di Linux. Akan tetapi, plug-in yang dibahas di sini hanya akan aktif pada user Anda saja, bukan untuk semua user. Penjelasan pengaturan untuk semua user akan Anda temui di akhir artikel.

Sebagai langkah awal, buatlah direktori .mozilla/plugins di direktori Home Anda. Caranya:
$ cd ~
$ mkdir .mozilla
** Jika muncul keluaran "...File exists", maka direktori tersebut sudah tersedia.
$ mkdir .mozilla/plugins
** Jika muncul keluaran "...File exists", maka direktori tersebut sudah tersedia.


Plug-in Macromedia(R) Flash(R) Player
Download plug-in Flash player untuk Linux yang dapat diperoleh di situs: http://macromedia.mplug.org/
Saya menyarankan Anda untuk mendownload paket "Generic .tar.gz". Setelah di download, instalasi paket flash-plugin dengan langkah-langkah (tidak harus root):
$ tar xzvf install_flash_player_7_linux.tar.gz -C ~
$ cd ~/install_flash_player_7_linux/
$ cp flashplayer.xpt libflashplayer.so ~/.mozilla/plugins/

Sekarang, plugin Flash sudah terinstalasi di browser Anda. Coba diuji dengan mengunjungi situs-situs yang menggunakan script Flash.


Plug-in Sun(R) Java(R)
Pertama, kita menginstalasi paket JDK 5.0 Update x (huruf "x" disitu adalah urutan update paket yang sudah terjadi). Paket ini bisa diperoleh di situs http://java.sun.com/j2se/1.5.0/download.jsp
Saya menyarankan untuk mendownload paket "Linux self-extracting file" yang berupa file "jdk-1_5_0_0x-linux-i586.bin" adalah . Setelah didownload, kita instalasi paket tersebut dengan (INGAT! Ganti huruf "x" di bawah sesuai dengan update paket JDK yang Anda download):
$ su
Password: **masukkan password root
# mkdir /usr/java
# cp jdk-1_5_0_0x-linux-i586.bin /usr/java/
# cd /usr/java/
# sh jdk-1_5_0_0x-linux-i586.bin
** Jawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul dengan "Yes"

Kemudian setelah terinstalasi, Buatlah file teks yang berisi:
JAVA_HOME=/usr/java/jdk1.5.0_0x
PATH=$JAVA_HOME/bin:$PATH

Simpan file tersebut dengan nama "java.sh", kemudian salin file tersebut ke direktori /etc/profile.d
# cp java.sh /etc/profile.d/
# chmod 755 /etc/profile.d/java.sh

Sekarang kita akan menginstalasi plug-in Java ke browser dengan langkah-langkah (sebagai user Anda):
$ cd ~/.mozilla/plugins/
$ ln -s /usr/java/jdk1.5.0_06/jre/plugin/i386/ns7/libjavaplugin_oji.so

Nah, plugin Java sudah terinstalasi pada browser Anda. Coba periksa dengan mengetikkan alamat "about:plugins" di browser Anda. Atau jika Anda sedang on-line, cek plug-in Java di browser Anda dengan mengunjungi situs: http://www.java.com/en/download/help/testvm.xml


Plug-in PDF Acrobat(R) Reader(R)
Download paket Acrobat Reader untuk Linux di situs: http://www.adobe.com/products/acrobat/readstep2.html
Anda bisa memilih untuk mendownload paket RPM atau tar.gz.
Sebelum Anda menginstalasi paket Acrobat Reader, pastikan Linux Anda sudah menginstalasi paket 'libstdc++'. Untuk pengguna SUSE Linux, Anda busa menginstalasinya melalui YaST, sedangkan pengguna Fedora Core, Anda bisa menginstalasi paket compat-libstdc++-33-x.y.z.i386.rpm yang ada di CD/DVD instalasi Fedora Core.
Setelah Anda mendownload paket RPM, instalasi paket tersebut dengan perintah (sebagai root):
# rpm -Uvh AdobeReader_enu-7.0.x.i386.rpm

Jika Anda memilih paket tar.gz dengan langkah-langkah (sebagai root):
# tar xzvf AdobeReader_enu-7.0.5-1.i386.tar.gz
# cd AdobeReader/
# ./INSTALL
** Tekan [Enter] untuk setiap pertanyaan untuk instalasi default
** Pada pertanyaan "Do you want to install the browser plugin ?" jawab saja dengan "n"

Setelah proses instalasi berhasil, instalasi plug-in PDF dengan menjalankan perintah (sebagai user Anda):
$ cd ~/.mozilla/plugins/
$ ln -s /usr/local/Adobe/Acrobat7.0/Browser/intellinux/nppdf.so

Plug-in Acrobat Reader sudah terinstalasi. Buktikan dengan mengetikkan alamat "about:plugins" di browser Anda.


Plug-in Real(R)Player
Dapatkan paket RealPlayer untuk Linux di situs http://www.real.com/linux
Anda bisa memilih dua jenis paket instalasi, yaitu RPM dan installer (bin). Jika Anda mendownload paket RPM, instalasi paket tersebut dengan perintah (sebagai root):
# rpm -Uvh RealPlayer10GOLD.rpm

Jika Anda mendownload paket installer (bin), lakukan langkah-langkah (sebagai root):
# chmod 755 RealPlayer10GOLD.bin
# ./RealPlayer10GOLD.bin
** Tekan [Enter] untuk setiap pertanyaan yang muncul, untuk proses instalasi default.
** Kecuali pada pertanyaan "Enter the complete path..." isilah dengan "/usr/local/RealPlayer".

Proses instalasi sudah selesai. Sekarang kita menginstalasi plug-in RealPlayer dengan langkah-langkah (sebagai user Anda):
$ cd ~/.mozilla/plugins/
$ ln -s /usr/local/RealPlayer/mozilla/nphelix.so
$ ln -s /usr/local/RealPlayer/mozilla/nphelix.xpt

Nah, sekarang browser Anda sudah dilengkapi dengan plug-in RealPlayer


Proses Instalasi Plug-in Untuk Semua User
Jika langkah-langkah di atas hanya menginstalasi plug-in untuk satu user saja, maka untuk menginstalasi plug-in untuk semua user, pertama siapkan direktori untuk plug-in (sebagai root):
# mkdir /usr/lib/mozilla
** Jika muncul keluaran "...File exists", maka direktori tersebut sudah tersedia.
# mkdir /usr/lib/mozilla/plugins
** Jika muncul keluaran "...File exists", maka direktori tersebut sudah tersedia.

Nah, sekarang lakukan langkah-langkah instalasi plug-in seperti di atas, hanya saja plug-in-nya diinstalasi ke direktori "/usr/lib/mozilla/plugins"


Demikian langkah-langkah instalasi berbagai plug-in di Linux. Semoga berguna...

Baca selengkapnya....

, , | | edit post

Masalah Dependensi RPM

Ditulis oleh Wiryadi 2006/04/21 1 komentar


Bagi Linuxer pemula, salah satu halangan dalam menggunakan Linux adalah menginstalasi paket RPM. Mungkin yang pertama kita bisa membahas langkah-langkah menginstalasi paket RPM.

Perintah yang dapat digunakan untuk menginstalasi sebuah paket RPM adalah:
# rpm -ivh [paketRPM]

atau jika paket yang ingin diinstalasi lebih dari satu, gunakan perintah:
# rpm -ivh [paketRPM 1] [paketRPM 2] [paketRPM 3] dst

Kalau paket tersebut sudah ada dan ingin mengupgrade, gunakan perintah:
# rpm -Uvh [paketRPM]

Nah, mending kalau paket tersebut bisa langung terinstalasi dengan baik. Bagaimana kalau ternyata paket RPM tersebut membutuhkan paket-paket dependensi?
Nah, saya ada skrip BASH kecil yang bisa digunakan untuk mencari tahu paket-paket apa aja yang menjadi dependensi dari paket yang ingin diinstalasi:

#!/bin/bash
# Program kecil memeriksa dependensi paket RPM

if [ $1 ]; then
for i in $( rpm -q --requires -p $1 );
do
j=$( rpm -q --whatprovides $i )
j=${j%%-*}
j=${j%% *}
if [ $j = "no" ]; then
for k in $( rpm -q --whatprovides $i );
do
k=$k
done
l=$k
l=${l%-*.*}
l=${l%%.*}
if [ ${l%(*} != "rpmlib" ]; then
if [ ${l%(*} != "config" ]; then
if [ $l != "<=" ]; then
if [ $l != ">=" ]; then
if [ $l != "=" ]; then
if [ $l != "0" ]; then
if [ $l != "1" ]; then
if [ $l != "2" ]; then
if [ $l != "3" ]; then
if [ $l != "4" ]; then
if [ $l != "5" ]; then
if [ $l != "6" ]; then
if [ $l != "7" ]; then
if [ $l != "8" ]; then
if [ $l != "9" ]; then
for x in $( rpm -qa | grep $l );
do
y=${x%-*-*}
if [ "$y" = "$l" ]; then
z1=true
fi
done
if [ $z1 ]; then
echo "paket '$l' sudah terinstalasi"
else
echo "paket '$l' belum terinstalasi"
fi
fi
fi
fi
fi
fi
fi
fi
fi
fi
fi
fi
fi
fi
fi
fi
fi
if [ $j != "no" ]; then
for k in $( rpm -q --whatprovides $i );
do
l=${k%-*-*}
for x in $( rpm -qa | grep $l );
do
y=${x%-*-*}
if [ "$y" = "$l" ]; then
z2=true
fi
done
if [ $z2 ]; then
echo "paket '$l' sudah terinstalasi"
else
echo "paket '$l' belum terinstalasi"
fi
done
fi
done
else
echo "jalankan perintah: cekDep [paket RPM]"
fi

Ketik skrip tersebut dengan menggunakan aplikasi teks editor, kemudian simpan dengan nama file "cekDep". Kemudian, ubah atributnya agar bisa dieksekusi dari konsol, dengan perintah:
# chmod +x cekDep

Kemudian, taruh file tersebut ke direktori /bin, agar bisa dijalankan dari mana saja:
# cp cekDep /bin/

Nah, sekarang jika ingin menginstalasi paket RPM, jalankan perintah:
# cekDep [paketRPM]

Maka, akan menghasilkan keluaran paket-paket dependensi dari paket RPM tersebut. Sekarang Anda bisa langsung mengetahui paket-paket dependensi apa saja yang diperlukan.

Skrip tersebut masih sederhana, jika ada yang mengembangkan menjadi lebih baik, bagi dong buat kita-kita!

Baca selengkapnya....

, , , | | edit post

Titik Awal Dari Semuanya...

Ditulis oleh Wiryadi 2006/04/01 0 komentar

Sebagai permulaan, mungkin perlu saya informasikan beberapa asumsi yang nantinya akan berguna pada penjelasan artikel-artikel yang akan hadir di blog ini:

"Jalankan Perintah"



Ini belajar Linux atau latihan militer?
Bukan begitu maksudnya, tapi Anda diminta untuk membuka aplikasi terminal terlebih dahulu. Beberapa aplikasi terminal diantaranya seperti: konsole, gnome terminal, atau xterm. Biasanya aplikasi ini tampil di menu sebagai "Terminal".

"Sebagai root"?



Maksudnya apa sih? Berubah menjadi akar?
Bukan, tapi Anda mesti menjalankan perintah tersebut sebagai root. root merupakan superuser di Linux yang bisa melakukan apa saja pada sistem. Untuk berpindah dari user biasa menjadi user root, Anda bisa menggunakan perintah (melalui terminal):
$ su
Password:

Kemudian, masukkan password user 'root' di komputer Anda. Dan perhatikan tampilan prompt konsol berubah dari '$' menjadi '#', seperti di bawah ini:
$ su

Password
#


Itu dulu...

Baca selengkapnya....

| | edit post

Posting pertama

Ditulis oleh Wiryadi 2005/12/30 0 komentar

Mudah-mudahan blog ini bisa membantu kehausan akan ilmu Linux.
Just Open Your Mind and Use Open Source!
Baca selengkapnya....

| | edit post

Tentang Penulis

Label

Catatan

Semua tulisan pada blog ini bersifat bebas dan terbuka di bawah lisensi GNU Free Documentation License (FDL).

Semua trademark (logo, nama, sandi, tulisan) yang hadir di blog ini adalah hak milik dari pemiliknya masih-masing.
All trademarks are the property of their respective owners.

Valid HTML 4.01 Transitional

Creative Commons License

IP

Hits

hit counter for blogger

Site Meter